
Jepang dikenal sebagai salah satu negara maju di Asia selain Singapura, China dan Korea Selatan. Selain itu, kualitas pendidikan dan penelitiannya juga sudah tidak perlu diragukan lagi karena sudah sejak lama diakui oleh dunia internasional. Pelajar Indonesia yang sudah memiliki pengalaman kuliah di Jepang sangat menyukai negara ini sebagai destinasi studi mereka.
Matahari di awal bulan Februari mulai menampakkan sinarnya. Walaupun masih musim dingin, tapi tak membuat sang surya kapok menampakkan diri. Ina berjalan memasuki lift di apartemennya. Hari ini adalah hari pertama masuk kuliah Tampak jalanan mulai ramai, Ina pun naik bus meraklllelakan tubuhnya berdesakan karena tak mendapatkan tempat duduk. Merelakan kakinya merasakan pegal karena harus berdiri.
Ina masuk ke latar kampus tokyo. Senyumnya mengembang, sembari menghirup udara yang lumayan dingin. Langkah kakinya terus melangkah lalu melabuhkan bokongnya di sebuah kursi di salah satu taman kampus. Ada rasa bangga menyelinap dalam dirinya.
Mama aku sekarang kuliah di Jepang. Seperti yang aku cita-citakan dulu.
Doakan aku ya, Ma. Supaya aku bisa bikin mama bangga diatas sana.
Langit di atas Gedung Universitas Tokyo terlihat mulai menghitam. Ina hanya menyungging senyum sembati memandang birunya langit. Kakinya dibiarkan menari diatas kursi taman kampus. Seakan suasana tersebut menyambutnya dengan bahagia.
Ina berdiri memasuki lorong kampus, siapapun yang bertemu dengannya selalu disuguhi senyum. Ina terus membungkukan badan setiap menyapa beberapa mahasiswa.
"Hai." Sapa seorang lelaki.
"Hai, juga." Ina membalas sapaan lelaki itu.
"Hai, Nama saya Takeru Okada, kamu?"
"Karina Permata." Sahut Ina.
"Hmmmm .. indonesia?" Ina mengangguk saat Takeru menyebut negaranya.
"Salam kenal. Akhirnya aku bertemu dengan mahasiswa beda negara."
"Salam kenal juga Takeru, panggil saja namaku Ina."
Takeru dan Ina berjalan mengitari kampus. Ina senang dapat teman baru di hari pertama kuliahnya. Layaknya sebuah perkenalan Takeru mengajak Ina memasuki perpustakaan kampus.
"Apakah kamu senior?" Tanya Ina yang heran melihat Takeru menampakkan kartu pengenalnya pada petugas perpustakaan.
"Iya. Saya kuliah di Tehnik sipil semester 3."
"Sama dong. Saya juga ngambil sipil tapi sebagai mahasiswa baru."
"Waaaw, kebetulan sekali, ya."
Takeru menatap Ina dari atas hingga kebawah. Tampilan Ina yang santai membuatnya lumayan terpesona dengan cantik alaminya Ina.
"Kamu pilih saja bukunya untuk menunjang kuliahmu." Tawar Takeru.
"Aku kan masih baru. Lagian belum dapat kelas ataupun materi pelajaran, Kak." Ina menekankan kata kak karena dia tahu lelaki didepannya adalah seorang senior.
"Ah, iya saya lupa." Takeru menepuk jidatnya.
__ADS_1
Ina dan Takeru keluar dari perpustakaan. Takeru mengantarkan Ina ke gedung kelas. Lelaki itu memperkenalkan Ina dengan beberapa pengajar yang sedang melintas. Saat ini keakraban Ina dengan Takeru menjadi sorotan beberapa mahasiswi disana.
Tak lama mereka pun sudah kembali duduk di taman kampus. Hari pertama di kampus Ina sudah punya teman baru. Takeru pun pamit karena ada jam kuliah. Ina hanya menatap punggung Takeru dari jauh.
"Dia mengingatkan aku sama kamu, Lam. Tapi awal perkenalan kita diwarnai dengan kebencian. Bukan aku sih, tapi kamu." Ina tiba-tiba ingin mendengar suara Alam. Namun, keinginan itu di urungkannya.
"Hei, nona celana sobek!" Sapa seorang perempuan terlihat angkuh menatap Ina dengan sinis.
"Saya?" Ina menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, kamu." Gadis menempelkan telunjuknya di dada Ina.
"Ada apa, ya?" Ina masih heran dengan kemunculan gerombolan wanita tersebut.
"Jangan dekat-dekat dengan Takeru. Dia itu pacar saya."
"Oh, Soal itu. Kamu tenang saja saya sudah bersuami." Jawabnya asal sambil memamerkan cincinnya.
"Whaaat! Masa perempuan bersuami boleh kuliah disini. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus adukan ini ke Ayahku." Amuk gadis itu.
Ina tidak menyadari ucapan asalnya akan menjadi bomerang baru. Gadis itu akhirnya memilih duduk di kantin kampus. Karena bingung dengan menunya, Ina hanya memesan onogiri dengan greentea.
Tak lama kemudian jam kuliah sudah selesai. Ina berjalan menuju gerbang kampus menunggu bis atau kendaraan umum. Di depan Ina sebuah mobil berhenti. Seorang lelaki membukakan pintu untuknya.
"Selamat siang, saya Haiko akan mengantarkan anda pulang ke apartemen."
"Tuan Rangga, Nona. Mulai hari saya akan mengantarkan anda kemana pun tujuan pergi anda."
"Oh" Ina langsung masuk ke mobil.
Setelah menempuh perjalanan dari kampus menuju ke rumah. Ina akhirnya merebahkan tubuhnya di sofa. Tubuhnya terasa lelah dan akhirnya Ina tertidur.
Suara alunan musik terdengar memasuki alam bawah sadarnya. Tampak seorang lelaki memetik gitarnya menyanyikan lagu dipinggir pantai.
"Kamu mau dengar lagu nggak." Ucap Alam
"Boleh tapi jangan dipelesetin lagi, ya."
Alam mulai menggoyangkan senar gitar.
Bilang kakakmu
Kutakkan buat kau berubah menjadi adik yang nakal
Bilang kakakmu
Kucinta padamu dan aku tak pernah main main
__ADS_1
Biarkanlah saja dulu kita jalan berdua
Mereka pun pernah muda pernah muda
Bilang kakakmu
berhenti urusin semua urusan kau dan aku
Bilang kakakmu
tak perlu kuatir atau pun curiga kepadaku
Biarkanlah saja dulu kita jalan berdua
Mereka pun pernah muda
Saatnya kau dan aku sekarang
"Tuh kan kamu pelesetin lagi." Ambeknya.
"Kan sesuai dengan yang kita alami sayang."
"Apapun yang terjadi diantara kita. jangan ada yang di tutupi lagi, Apapun masalahnya, kita hadapi bersama-sama. Baik buruknya aku dan kamu janganlah jadi alasan untuk sebuah perpisahan.
Aku mencintaimu, Karina."
Ina hanya tersenyum dalam tidur. Sebuah tangan mengambil selimut di dalam lemari lalu menutupi tubuhnya. Tangannya membelai pucuk rambut gadis itu. Tubuh kekar itu meninggalkan Ina yang masih terlelap.
"Mas" Lelaki itu tersentak saat ada yang menyapa dan menepuk pundaknya.
"La ... laras ..."
"Aku kira kamu ke kantor ternyata..."
Laras pergi meninggalkan apartemen, meninggalkan suaminya yang masih terpaku didepan pintu apartemen Ina.
Aku kira mas Rangga sudah melupakan Ina. Tapi ternyata dia masih menyempatkan menemani Ina. Padahal aku sendirian di apartemen.
Tetap terus pantengin cerita ini.
Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.
Jangan lupa likenya
Jangan lupa komennya juga rate
Kalau berkenan bantu vote dan hadiah
__ADS_1
Bersambung