
Pagi ini kampung sebelah geger sepasang anak muda yang jatuh ke dalam ranjau di hutan.
Warga bahu membahu menyelamatkan dua muda mudi yang tak sadarkan diri.
"Denyutnya masih ada yang cewek." kata seorang warga.
"Tapi yang cowok lemah sepertinya." sahut warga lain
"Kalian ini malah ngobrol cepat bawa ke puskesmas. ntar mereka keburu meninggal."omel pak kades
para warga membondong tubuh Alam dan Gita ke puskesmas terdekat.
"Pasti mereka habis pacaran." Sahut ibu-ibu.
"Belum tentu juga." balas ibu ibu yang lain.
****
Alam dan Gita dirawat dirumah sakit umum sarolangun. Kondisi Alam dinyatakan koma sedangkan Gita hanya luka ringan.
Sementara itu pihak aparat desa mencoba membicarakan masalah rumor tentang dua anak muda tersebut. Pihak aparat desa dan kepala adat menemui keluarga Alam.
Perangkat desa minta kalo alam dan Gita sudah sadar, mereka harus melakukan cuci kampung dengan kata lain harus di nikahkan.
"Cuci kampung? Mereka tidak melakukan perbuatan senonoh pak."
"Tapi persepsi masyarakat sudah beda. Lagian ngapain berdua di hutan."Jelas kepala desa.
Paman menghela nafas. Dia tidak menyangka akan begini jadinya. Paman akan menemui keluarga Gita. Ada dua solusi yang paman pikirkan. Pertama mereka benar-benar akan dinikahkan atau mengembalikan Alam ke ibu kandungnya.
Setelah rembuk keluarga mereka sepakat membawa Alam ke Jakarta.
Marni pun membawa Alam yang masih koma ke rumah sakit Jakarta. Paman dan Bibi yang membesarkan Alam pun harus mengikhlaskan keponakannya kembali pada Ibu kandungnya.
Sementara itu Gita yang sehat wal afiat diusir dari kampung. Papa Dul harus meninggalkan desa yang sudah membesarkannya.
"Semua ini gara-gara kamu, Gita! Kalau kamu tidak pakai acara kabur. Mungkin Papa dan Mama tidak diusir."
"Makanya, Gita kalau melakukan sesuatu dipikir dulu. Ngapain kamu pake nyusul Roki segala, Hah!" terdengar nada kemarah dari sepasang suami istri tersebut.
Gita yang saat itu baru berusia 16 tahun, harus menerima resiko keegoisannya dengan stigma buruk di desa sukasari, Sarolangun.
Sementara keluarga Alam menutupi identitas anaknya. Mereka mengumumkan kalau Alam sudah meninggal dunia. Hal itu mereka lakukan agar pihak kepala adat tidak meneruskan rencana untuk menikahkan Alam dan Gita.
6 bulan kemudian
__ADS_1
Di sebuah rumah sakit kota Jakarta seorang wanita duduk disamping pria muda. Pria muda tersebut masih terbuai indah dipembaringan. Setelah berbulan-bulan hidup didalam kegelapan hingga saat ini belum ada tanda-tanda kehidupan. Wanita itu hanya menatap pilu, ibu mana yang kuat melihat keadaan putranya tersebut. Apalagi beberapa hari yang lalu dia mendapat kabar kalau sang kakak sudah meninggal dunia.
"Ya Allah, Lam. Cepat bangun, nak! ibu rindu sama kamu. Maafkan ibu belum bisa bahagiakan kamu. Ini semua gara-gara perempuan yang ditolong Alam. Dia enak sehat wal afiat, sementara anakku kritis." Ucap Marni penuh kebencian.
"Ma, sudahlah. Jangan mikir-mikir yang aneh. Kita doakan semoga kak Ronal cepat sembuh." Roki menenangkan Ibu sambungnya.
"Mama nggak tega, Ki. Mama tidak bisa membayangkan reaksinya kalau dia tahu pamannya sudah tidak ada."
Tak lama Roki melihat pergerakan tangan Ronal. Lelaki 17 tahun itu berseru "Ma, lihat!"
"Ya Allah. Alhamdulillah! Dokteerr! Ki, panggil dokter." Roki langsung berlari mencari dokter.
Tak lama sepasang mata membuka matanya. Pandangannya berputar mengenali dimana dia berada. Dia Ronal Wassalam atau biasa dipanggil Alam. Pandangan pertama terarah pada seorang wanita yang sedang menangis.
"Iii...bu." Suaranya terdengar lirih.
"Masyaallah, Lam. Kamu sudah sadar, nak? Terimakasih ya Allah. Kamu sudar sadarkan anakku."
"Bu... Aku dimana?"
"Kamu dirumah sakit, nak."
Tiba-tiba Alam teringat seseorang.
"Gi..gita gimana,bu? Apakah dia selamat?"
"Yang jatuh bareng aku, bu. Gimana keadaannya? Apakah dia selamat?"
"Ibu tidak tahu,nak. Kamu sempat koma selama enam bulan. Sekarang fokus kesehatanmu dulu." Marni menenangkan Alam yang masih menanyakan keadaan Gita.
Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, semua berputar pada porosnya. Alam pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, Alam si anak desa yang suka bolos dan kebut-kebutan sekarang hidup berkecukupan.
Bobby Spencer adalah ayah tiri Alam sekaligus paman kandungnya, menyayanginya seperti anak sendiri. Alam disekolahkan ke korea, di didik kerja diperusahaan Spencer. Bobby sengaja meletakkan putra tirinya ke posisi bawah agar Alam bisa belajar. Berbeda dengan Roki yang masih suka senang-senang.
Alam dipertemukan kembali dengan Gita. Setelah beberapa tahun lelaki itu mencari keberadaan Gita. Apalagi Opa Gunawan ternyata menjodohkan mereka dengan imbalan kerjasama perusahaan.
Menaklukan hati Gita tidaklah mudah. Saat itu Gita sudah pacaran dengan Roki. Tapi Alam tahu kalau Roki menjalin hubungan dengan Rere, sahabat Gita.
Sejak mengetahui hal itu, Alam bertekad melindungi Gita. Termasuk bekerja sama dengan Siti yang saat itu tinggal bersama Gita. Meskipun dia tahu, Gita tak pernah memperdulikannya. Itu takkan menyurutkan niatnya.
Aku tahu saat ini ada Roki bertahta dihatimu. Aku juga tahu takkan mudah mendapatkan cintamu. Tapi aku takkan menyerah, Gita. Aku akan berjuang semampuku, sampai kamu datang memintaku melupakanmu.
Pada suatu hari Alam mendengar dari Siti, kalau Gita belum pulang ke rumah setelah dinner bareng Roki. Ada perasaan cemas melanda hatinya, ditambah dia melihat Roki pulang tanpa beban. Apalagi perasaan semakin berkecamuk karena mendapat kabar Gita pingsan didermaga dekat resort hotel Ine.
Sepulang dari resort Ine, Alam sampai dirumah hendak melabrak Roki. Hingga dia mendengar pembicaraan Roki dan Bobby tentang rencana Roki melamar Rere.
__ADS_1
Roki mengatakan pada ayahnya kalo dia akan menikahi Rere. Bobby Spencer yang mendengar permintaan anaknya mengatakan Roki sudah mengatakan hal ini berkali kali tapi belum ada tindakan.Ronal yang mendengar pembicaraan mereka ikut kaget dan marah.
" Bukankah terlalu cepat kamu melakukan ini." Ronal menanyakan kebenarannya.
"Kenapa? Bukankah ini peluang untukmu. Seharusnya kakak berterimakasih padaku." jawab Roki sinis.
Buggg!
Sebuah bogem menghantam wajah Roki. Ronal emosi melihat Roki yang menganggap Gita seperti barang.
"Kau pikir Gita perempuan seperti apa! Kalau dia mau dari dulu dia menerima perjodohan itu." teriak Ronal
Roki meninggalkan Ronal yang masih emosi. Ronal menarik baju Roki dan kembali menghantam tangannya ke tubuh Roki.
Si bibi yang melihat perkelahian mereka mencoba melerai. Tapi ronal masih emosi.
Plaaak!
Sebuah tamparan mendarat di wajah Ronal. Ternyata tamparan itu berasal dari tangan tuan Spencer.
"Jangan kamu ikut campur dengan urusan keluarga kami!"
Ronal terkejut dengan perkataan Bobby Spencer.
"Keluarga kami?Ya,aku sadar diri kalo memang bukan keluarga mereka."
Sejak saat itu Ronal memutuskan kembali ke desa Sukasari, Sarolangun. Menata perasaan kecewanya pada keluarga Spencer yang meremehkannya. Disanalah Alam dan Gita kembali dipertemukan. Gita kembali datang ke Sukasari untuk menenangkan diri setelah mendengar Roki sudah melamar Rere.
*
*
*
*
Minta pendapatnya dong? bagusnya kisah ini mandiri atau disambung ke novel lamanya yang berjudul AKU KAMU DAN DIA
Tetap terus pantengin cerita ini.
Terimakasih buat yang sudah mau mampir ke karya receh saya. Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti apa-apa.
Jangan lupa likenya
Jangan lupa komennya juga rate
__ADS_1
Kalau berkenan bantu vote dan hadiah
Bersambung