Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Bersenang senang


__ADS_3

Sebelum keduanya berhasil kabur dari posisinya, makhluk itu sudah lebih dulu mencengkram kedua leher perampok itu dengan erat hingga membuat kaki keduanya tidak lagi menapak dengan tanah. Cengkeraman sosok makhluk itu yang begitu kuat, membuat Baron dan juga Pras kesulitan dalam mengatur nafas, keduanya benar benar di bawa naik secara perlahan ke atas sambil di cengkram dengan erat seakan seperti keduanya sedang di gantung hidup hidup.


Di satu sisi, Edrea dan juga Mira yang baru saja tiba di perkebunan Jati itu lantas langsung mempercepat langkah kaki mereka ketika mengetahui sosok arwah Karna hendak menghabisi dan menghukum sendiri Baron dan juga Pras. Mira dan Edrea melesat mendekat ke arah sosok gumpalan asap tersebut, yang terlihat sangat senang dan menikmati tontonan yang tersaji di hadapannya. Hingga ketika sebuah suara terdengar dengan nada yang meninggi, membuat sosok tersebut lantas langsung menghentikan tawanya dan menatap ke arah sumber suara.


"Hentikan!" teriak Mira kemudian.


Jangan ganggu kesenangan ku pergi kalian berdua!


Ucap sosok makhluk tersebut memperingati Mira dan Edrea agar tidak ikut campur dalam hal ini, hanya saja bukan Mira namanya jika ia tidak membuat keusilan hingga membuat siapa saja yang berada di sampingnya pasti akan selalu salah sangka akan jalan yang sedang di ambil oleh Mira.


"Mengganggu mu? aku? untuk apa? kedatangan ku ke sini bahkan hanya untuk menonton mu saja tidak lebih dari itu?" ucap Mira dengan nada yang santai, membuat Edrea langsung dengan spontan menyikut lengan Mira seakan memperingatkan Mira agar tidak melakukan hal yang aneh aneh.


Tidak hanya Edrea yang terkejut akan jawaban Mira barusan, bahkan Baron dan juga Pras yang mengira Mira datang untuk menyelamatkan mereka berdua namun nyatanya yang terjadi malah sebaliknya, di mana Mira datang ke sini hanya untuk menonton keduanya di siksa oleh sosok arwah tersebut.


"To... tolong kami..." ucap Pras dengan nada yang tercekat karena cengkraman sosok arwah tersebut sangatlah kuat.


"Aku tidak akan menghentikan mu melakukan segala macam hal kepada kedua orang tersebut, karena mengingat dua orang itu hanyalah manusia sampah yang suka menjadi benalu pada kehidupan orang lain. Hanya saja sayangnya hukum akan tetap ada walau kau menjadi korban sekalipun, hanya ada dua pilihan ketika kau benar benar melenyapkan mereka dengan tangan mu sendiri, yang pertama kamu akan di hukum sesuai amal perbuatan mu di dunia namun dengan di berikan keringanan karena penyebab kematian mu yang begitu tragis, atau langsung di lempar ke dalam kobaran api yang menyala nyala karena kau malah semakin menambah dosa mu dengan mengotori tangan mu sendiri menghabisi mereka. So... silahkan pilih jalan mana yang akan kau ambil.. dan aku tidak akan pernah meracuni pikiran mu sendiri, waktu mu hanya tersisa beberapa detik saja, cepat akhiri dan jangan mengulur waktu lagi, tugas ku masih banyak saat ini." ucap Mira dengan nada yang santai namun juga dingin.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Mira barusan, membuat sosok tersebut terdiam seketika seakan mencoba untuk mencerna ucapan dari Mira barusan, sedangkan Edrea yang mendengar ucapan Mira lantas tersenyum dengan puas dan setuju ketika Mira mencoba untuk bernegosiasi namun dengan cara yang lebih elegan dan tentu saja di jamin akan membuat siapapun yang mendengarnya akan langsung ragu meneruskan niatannya.


Mira tersenyum ketika melihat sosok makhluk tersebut nampak terdiam dan perlahan lahan cengkeramannya melonggar dan membuat kedua perampok tersebut terjun ke bawah dengan nafas yang bisa kembali normal, karena keduanya sudah terbebas dari cengkraman sosok makhluk tersebut.


Uhuk uhuk


"Bagaimana? apa kau sudah membuat keputusan?" ucap Mira kemudian kembali bertanya kepada sosok arwah pendendam tersebut.


Kau menipuku ya...!


Ucap sosok itu yang semula hampir luluh, namun kembali membara ketika melihat dua orang perampok tersebut perlahan lahan mulai merayap sambil memegangi leher mereka yang terasa panas akibat bekas cengkraman sosok arwah tersebut. Sedangkan Mira dan juga Edrea yang mendengar ucapan dari sosok arwah tersebut tentu saja terkejut bukan main, padahal tadi perlahan lahan gumpalan asap hitam yang mengelilingi arwah itu sudah hampir lenyap namun malah kembali pekat ketika melihat dua perampok tersebut yang hendak melarikan diri.


***


Ruangan Barra


Sementara Mira dan juga Edrea tengah sibuk mengejar sosok arwah pendendam, di Stasiun pemberhentian Barra dan juga Max tengah di sibukkan dengan beberapa laporan masuk dan juga keberangkatan para arwah menuju ke alam atas. Di saat keduanya tengah sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing masing, Max malah mendapat notifikasi pemberitahuan tentang perkembangan kasus yang di tangani oleh Mira dan juga Edrea saat ini.

__ADS_1


Max yang tidak ingin hanya diam saja ketika mendapatkan informasi, lantas melangkahkan kakinya mendekat ke arah Barra agar bisa langsung melaporkannya kepada Barra.


Barra yang memang sedang sibuk membaca beberapa laporan, melihat Max mendekat lantas dengan spontan langsung menghentikan gerakannya dan menatap ke arah Max dengan tatapan yang menelisik sekaligus penasaran tentang berita apa yang di bawa oleh Max saat ini.


"Apa ada sesuatu?" tanya Barra ketika melihat Max yang melangkahkan kakinya mendekat ke arahnya sambil membawa iPad di tangannya tuan.


"Em... ini soal kasus penjemputan arwah yang di lakukan oleh Mira dan juga Edrea, beberapa waktu lalu sistem membaca persentase tentang arwah pendendam yang mereka jemput mulai turun perlahan lahan, hanya saja di detik berikutnya perubahan tiba tiba saja terjadi dan kembali naik secara signifikan. Apa menurut tuan hal itu baik baik saja? atau tuan ingin saya menyelesaikannya?" ucap Max kemudian memberikan laporan kepada Barra.


Barra yang mendengar laporan dari Max barusan lantas terdiam sejenak, seakan tengah memikirkan sesuatu namun di detik berikutnya seulas senyum nampak terbit dari wajah Barra, yang lantas membuat Max kebingungan ketika melihat perubahan ekspresi wajah Barra barusan.


"Tak perlu khawatir, biarkan saja mereka bersenang senang." ucap Barra kemudian yang lantas membuat Max terdiam seketika seakan berusaha mencerna apa maksud di balik ucapan Barra barusan.


***


Sementara itu di perkebunan jati, sosok arwah tersebut perlahan lahan mulai kembali di kelilingi gumpalan asap yang pekat menandakan bahwa persentase dari perasaan dendam yang menyelimuti hatinya sama sekali tidak menurun sedikit pun, melihat hal tersebut Mira dan Edrea lantas saling pandang satu sama lain seakan berusaha untuk mencari solusi terbaik untuk masalah mereka.


Hanya saja di saat Mira dan juga Edrea tengah sibuk memikirkan cara, sosok arwah tersebut malah melesat dengan cepat menuju ke arah kedua perampok tersebut yang sudah kabur dari posisinya semula.

__ADS_1


"Berhenti!" pekik Edrea kemudian.


Bersambung


__ADS_2