Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Aura gelap yang terasa


__ADS_3

Galeri Seni


Beberapa orang terlihat sedang melangkahkan kakinya sambil membawa satu lukisan ditangan mereka dan meletakkannya perlahan di lantai dengan hati-hati. Setelah memastikan semua sudah selesai, barulah para pekerja berlalu pergi meninggalkan lukisan tersebut di sana dan menghampiri bos mereka.


Sebuah aura gelap terlihat dalam lukisan tersebut tepat ketika para pekerja meninggalkan lukisan tersebut di sana. Perlahan-lahan sebuah asap berwarna hitam keabuan terlihat keluar dari balik lukisan ketika langkah kaki para pekerja mulai meninggalkan lukisan tersebut.


Hahaha...


***


Linda terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam Galeri seni berniat untuk mengecek keadaan lukisan tersebut. Hanya saja ketika langkah kakinya hampir sampai menuju ke arah lukisan tersebut sebuah langkah kaki seseorang terdengar tepat di belakang Linda, membuat Linda langsung menoleh seketika ke arah belakang karena mengira pemilik langkah kaki tersebut adalah seorang pelanggan, namun ketika Linda berbalik badan tidak ada siapapun di sana kecuali dirinya sendiri.


Melihat hal tersebut tengkuk Linda mendadak merinding karena membayangkan yang tidak tidak. Tak ingin semakin berpikiran buruk Linda kemudian meneruskan kembali langkah kakinya, namun lagi lagi suara derap langkah kaki tersebut kembali terdengar berbarengan dengan derap langkah kakinya membuat Linda langsung kembali berbalik badan untuk mengecek siapa yang sedari tadi usil mengerjainya.


"Siapa di sana? Keluar dan jangan bermain-main ini tidaklah lucu!" ucap Linda yang mulai merasakan hawa tidak enak di sekitaran sana.


Dengan jantung yang berdebar Linda mulai menyusuri area sekeliling dengan pandangan matanya mencoba mencari seseorang yang tengah mengerjainya. Hingga dengan tiba-tiba sebuah tepukan di pundaknya lantas mengagetkan Linda yang sedari tadi sudah parno mencari suara derap langkah kaki seseorang yang mengikutinya.


"Aaaaa" teriak Linda yang terkejut dengan tepukan bahu yang tiba-tiba.


"Kenapa sih kamu? Bikin kaget orang tahu gak?" ucap seseorang dengan name tag Tara di dadanya yang terkejut akan suara teriakan Linda yang tiba-tiba itu.


Sedangkan Linda yang mendengar suara yang tak asing di pendengarannya lantas menghentikan teriakannya dan membuka matanya menatap ke arah sumber suara.


"Tara! Aku pikir tadi kamu siapa? Bisa gak sih gak usah ngagetin kayak begitu?" ucap Linda dengan nada yang kesal.

__ADS_1


"Kok jadi kamu yang marah? Harusnya aku dong... kan aku yang kaget." ucap Tara dengan ekspresi wajah terkejut ketika melihat Linda yang kesal kepadanya.


"Terserah apa katamu!" ucap Linda dengan singkat kemudian berlalu pergi meninggalkan Tara begitu saja, membuat Tara hanya bisa terbengong ketika melihat sikap Linda padanya barusan.


"Tunggu aku Lin.. kamu mau kemana? Hei..." teriak Tara sambil mengejar langkah kaki Linda yang berlalu pergi meninggalkan dirinya.


Tanpa keduanya sadari ketika Linda dan juga Tara pergi dari sana sebuah sosok hantu pria terlihat tengah berdiri sambil menatap ke arah keduanya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Sosok itu bahkan terlihat menyeringai dengan air liur yang menetes ke bawah begitu mulut pria itu terbuka ketika tersenyum.


***


Kampus


Edrea yang baru saja memarkirkan mobilnya lantas terlihat mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah kelas. Dengan langkah yang perlahan Edrea mulai membawa kakinya menyusuri setiap ruang kelas sambil menatap keadaan sekitar yang sudah terlihat beberapa mahasiswa sedang berlalu lalang hendak memulai kelasnya.


Disaat Edrea tengah fokus menatap sekitaran sebuah tangan mendadak melingkar di lehernya, membuat Edrea langsung menghentikan langkah kakinya ketika tangan itu menyentuh area lehernya.


Kiera yang mendengar omelan Edrea barusan hanya bisa tersenyum dengan garing sambil membentuk jari tangannya menjadi huruf V, membuat Edrea lantas memutar bola matanya dengan jengah ketika melihat tingkah sahabatnya itu.


"Reaaaa" panggil Kiera sengaja dengan nada yang memanjang.


Mendengar suara panggilan tersebut, Edrea yang yakin ada sesuatu yang akan diminta oleh Kiera lantas langsung mengambil posisi bersendekap dada dan menatap penuh tanda tanya ke arah Kiera. Membuat Kiera yang melihat ekspresi wajah Edrea barusan langsung tersenyum dengan cengengesan, seakan membenarkan firasat Edrea tentang Kiera yang ada maunya.


"Temani aku ke Galeri seni ya, plis? Aku ada tugas dari pak Reno dan deadlinenya minggu ini. Kamu tahu kan pak Reno segalak apa? Mau ya?" ucap Kiera mencoba untuk membujuk Edrea sambil mengerlingkan matanya berharap dengan begitu Edrea mau membantunya.


"Jangan sekarang ya, soalnya aku ada kelas besok atau lusa saja." ucap Edrea kemudian sambil melangkahkan kakinya kembali menuju ke arah kelas.

__ADS_1


Sedangkan Kiera yang melihat Edrea pergi langsung menarik tangannya sehingga membuat Edrea menghentikan langkah kakinya.


"Harus sekarang, lagi pula bu Inggit hari ini tidak masuk karena cuti hamil hanya ada beberapa tugas saja jadi kamu tidak perlu khawatir." ucap Kiera yang lantas membuat Edrea menatap Kiera dengan tatapan yang curiga.


"Jangan bercanda, sudah ah besok saja perginya." ucap Edrea sambil kembali berjalan namun lagi lagi Kiera kembali menghentikan langkah kakinya dan terus memaksa kepada Edrea untuk pergi sekarang juga.


"Ki aku bahkan belum absen! Setidaknya biarkan aku pergi ke kelas terlebih dahulu untuk mengeceknya." ucap Edrea sambil terus berusaha melepaskan tarikan tangan Kiera yang terus membawanya berlawanan arah.


"Aku sudah melakukannya untuk mu, tidak hanya itu aku juga sudah merangkum tugas yang di berikan bu Inggit jadi kamu tinggal mengerjakannya saja." ucap Kiera kemudian yang lantas menghentikan gerakan tangan Edrea yang sedari tadi hendak kabur ke kelas.


Edrea benar benar tidak menyangka jika Kiera bahkan sudah menyiapkan segalanya untuknya. Jika sudah seperti ini menolak dengan cara apapun pasti tidak akan bisa dan pilihan terakhir Edrea yaitu pergi bersama Kiera tanpa bisa kembali protes ataupun menolak ajakan dari sahabatnya itu.


***


Galeri seni


Keduanya sampai di Galeri seni tepat satu jam kemudian setelah keduanya sempat tersesat karena informasi Kiera yang tidak akurat sama sekali. Dengan raut wajah yang cemberut Edrea mulai turun dari mobilnya disusul dengan Kiera yang langsung berlarian menyusul langkah kaki Edrea.


"Lain kali kalau kamu sampai begini lagi aku ogah loh ya?" ucap Edrea menggerutu.


"Iya iya, lain kali aku akan cari alamatnya dengan benar sorry baby..." ucap Kiera sambil tersenyum merekah, membuat Edrea langsung memutar bola matanya dengan jengah.


Keduanya kemudian lantas melangkahkan kaki mereka memasuki area Galeri seni, Edrea yang semula melangkahkan kakinya dengan cemberut begitu masuk ke dalam Galeri seni dan menatap sekitaran, aura aneh langsung terasa menyapanya yang lantas membuat Edrea terdiam seketika disaat merasakan aura tersebut.


"Ada apa ini?" batin Edrea dalam hati.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2