Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Apa kau sudah gila?


__ADS_3

Tolong aku...


"Astaga! sebenarnya apa mau mu sih?" teriak Edrea dengan nada yang kesal karena sosok hantu wanita tersebut lagi lagi datang dan mengejutkannya.


Bantu aku menemui suami ku, ku mohon...


Edrea yang mendengar permintaan dari sosok hantu berambut panjang tersebut lantas menghela nafasnya panjang.


"Sudahlah lagi pula hanya kali ini bukan? dari pada aku terus terusan di teror olehnya." ucap Edrea dalam hati mencoba menimang nimang keputusannya.


"Baiklah, tapi hanya sekali dan tidak lebih, setuju?" ucap Edrea kemudian memberikan syarat kepada sosok hantu wanita berambut panjang tersebut.


Mendengar ucapan Edrea barusan, sosok tersebut dengan spontan langsung mengangguk seakan mengerti dan setuju akan syarat yang di berikan oleh Edrea.


"Bagus, kalau begitu ayo kita berangkat sekarang, semakin cepat bertemu dengan suami mu semakin cepat pula aku beristirahat." ucap Edrea yang langsung di balas sosok tersebut dengan anggukan kepala.


***


Sementara itu di salah satu Rumah kosong yang terletak di ibu kota.


Lepaskan aku... Lepaskan aku...


Teriak arwah Ayu berulang kali di mana rohnya berhasil di tangkap oleh Riko dan juga Wili. Mira yang melihat kedua ajudannya berhasil menangkap sosok arwah tersebut lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah keduanya.


"Kau Wil, hantarkan arwah tersebut ke Stasiun Pemberhentian setelah itu susul aku dan juga Riko di lokasi selanjutnya." ucap Mira memberikan perintah kepada Wili.


"Baik Madam, saya permisi dulu." ucap Wili sambil memberi hormat kepada Mira kemudian menghilang dari sana bersama dengan sosok arwah Ayu menuju ke Stasiun Pemberhentian.


"Ayo kita berangkat menjemput arwah berikutnya." ucap Mira kemudian setelah kepergian Wili dan juga sosok arwah tersebut dari hadapannya.


"Baik Madam" jawab Riko sambil melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Mira yang mulai terlihat meninggalkan Rumah kosong tersebut menuju ke tempat berikutnya.


****


Kembali kepada Edrea

__ADS_1


Di dalam mobil yang di kendarai oleh Edrea, secara perlahan tapi pasti sosok tersebut mulai menunjukkan arah kepada Edrea untuk menemui suaminya. Butuh waktu hampir setengah jaman bagi Edrea untuk mengemudikan mobilnya menuju ke kantor suami sosok hantu berambut panjang tersebut.


"Lalu selanjutnya apa!" tanya Edrea tepat setelah memarkirkan mobilnya tidak jauh dari kantor suami sosok hantu tersebut.


Tidak ada mungkin kita harus menunggu karena suami ku pulang pukul 7 malam


Ucap sosok hantu tersebut yang lantas membuat Edrea terkejut seketika di saat mendengar ucapannya.


"Kau... kau benar benar menyebalkan! ini bahkan masih jam 4 sore dan kau mengatakan pukul 7? jika masih lama harusnya kau tidak usah terburu buru dan terus saja menghantui ku sedari kemarin!" teriak Edrea dengan nada yang kesal membuat sosok hantu tersebut langsung menunduk seketika di saat mendengar amukan dari Edrea barusan.


"Sudahlah, berbicara dengan mu sama sekali tidak merubah apapun, benar benar menyebalkan." ucap Edrea kemudian pada akhirnya hanya bisa pasrah dan menunggu hingga jam 7 malam.


**


Pukul 7 malam


Bangun... hei bangun... suami ku sudah pulang!


Teriak sosok hantu berambut panjang itu yang lantas mengejutkan Edrea yang sedang tertidur pulas karena menunggu terlalu lama di dalam mobil.


"Astaga... iya iya aku bangun, gak usah teriak teriak gitu deh aku juga denger." ucap Edrea dengan nada yang kesal sambil langsung bangun dan melakukan peregangan karena badannya terasa kaku kaku akibat posisi tidur yang tidak nyaman.


"Em maaf kamu suaminya Mirna?" ucap Edrea kemudian yang lantas membuat pria tersebut menoleh ke arah Edrea dan menatapnya dengan tatapan yang menelisik.


"Iya benar, kamu siapa ya?" tanya pria tersebut sambil menatap ke arah Edrea dengan tatapan yang penasaran sekaligus terkejut karena tiba tiba ada seseorang yang datang menghampirinya dan bertanya tentang istrinya yang telah meninggal.


Edrea yang ditanya, bingung hendak menjawab apa dan langsung menoleh ke sebelah ke arah sosok hantu berambut panjang tersebut.


Katakan kamu membawa pesan dari ku dan ingin berbicara di rooftop gedung.


"Ha apa kau gila?" ucap Edrea dengan nada yang terkejut namun tanpa suara, membuat pria tersebut lantas di buat semakin bingung akan tingkah laku Edrea.


Ayolah, ku mohon...


Edrea yang mendengar rengekan tersebut lantas hanya menghela nafasnya panjang.

__ADS_1


"Aku... aku temannya Mirna, ada pesan yang ingin aku sampaikan padamu, bisakah kita berbicara sebentar di rooftop?" tanya Edrea dengan nada ragu ragu, Edrea tahu pasti pria di hadapannya ini akan menganggap Edrea aneh karena baru bertemu sudah mengajak berbicara di Rooftop.


Mendengar ucapan Edrea, pria itu nampak terdiam seakan sedang berpikir dan menimang ucapan dari Edrea barusan.


"Baiklah, ayo kita pergi sekarang keburu malam." ucap pria tersebut sambil menunjukkan langkah ke arah rooftop kantornya.


***


Rooftop


Edrea dan pria tersebut baru saja sampai di rooftop, Edrea yang agak sedikit ngeri akan ketinggian dari rooftop gedung tersebut sedikit melangkah menjauh agar tidak terlalu ke pinggir.


"Sekarang apa?" tanya Edrea dengan nada yang lirih pada sosok hantu wanita tersebut.


Katakan padanya kamu bisa melihat ku dan ingin menyampaikan pesan dari ku


"Maaf sebelumnya mungkin ini agak gila, tapi aku bisa melihat sosok lain yang orang lain tidak bisa melihatnya, tujuan ku datang ke sini untuk menyampaikan pesan dari sosok arwah mendiang istrimu." ucap Edrea kemudian yang lantas membuat pria itu terdiam seketika dan menatap ke arah Edrea dengan tatapan yang aneh.


"Habis ini aku pasti di sangka gila nih..." ucap Edrea dalam hati tepat setelah mengatakan hal tersebut.


Katakan lagi padanya, aku tahu kamu berselingkuh dan aku tidak marah dengan hal itu, hanya saja mengapa kamu melakukannya? apa salah ku padamu?


"Mirna tahu kamu berselingkuh dan ia tidak marah sama sekali akan hal itu, hanya saja... mengapa kamu melakukannya padanya? apa salah Mirna sebenarnya?" ucap Edrea mengulang kembali ucapan sosok arwah berambut panjang tersebut.


Mendengar ucapan Edrea barusan membuat pria tersebut lantas terkejut bukan main, awalnya pria itu mengira Edrea hanyalah omong kosong namun semakin mendengar ucapan gadis itu, semakin membuat dirinya menyadari bahwa Edrea benar benar bisa melihat sosok arwah istrinya.


"Dia tidak mungkin tahu perbuatan ku bukan?" ucap pria tersebut dalam hati ketika mendengar ucapan Edrea.


Edrea kemudian kembali menoleh ke arah sebelah menanti ucapan dari sosok hantu tersebut, sedangkan pria itu hanya menatap ke arah Edrea dan menunggu dengan penasaran apa yang akan di katakan selanjutnya oleh Edrea.


Katakan padanya, aku tahu kamu yang mendorong ku dari rooftop gedung waktu itu dan aku mempunyai buktinya, mengapa kamu melakukan itu padaku? apa karena aku mengetahui mu berselingkuh dengan wanita itu?


Ucap sosok hantu itu lagi, yang lantas membuat Edrea mengulang kembali ucapan hantu tersebut tanpa menyadari dan mencerna terlebih dahulu ucapan hantu itu.


"Katanya, Mirna tahu kamu yang mendorongnya dari rooftop dan mempunyai bukti akan tindakan kejahatan mu waktu itu, apa kesalahannya sebenarnya...." ucap Edrea namun terhenti ketika baru saja menyadari ucapannya barusan.

__ADS_1


"Tunggu sebentar! kamu mengatakan dia membunuh mu? apa kau sudah gila ha?" teriak Edrea yang terkejut akan ucapan dari sosok arwah berambut panjang tersebut.


Bersambung


__ADS_2