
Stasiun pemberhentian, Ruangan Max
Terlihat Barra tengah melangkahkan kakinya mendekat ke arah Max dengan langkah kaki yang bergegas. Max yang mendengar sebuah suara derap langkah kaki semakin mendekat ke arahnya, lantas menghentikan pekerjaannya dan menatap ke arah sumber suara untuk melihat siapa yang datang ke ruangannya.
"Tuan" ucap Max ketika melihat Barra yang kian melangkahkan kakinya mendekat ke arah meja kerjanya.
Sambil bangkit dari posisinya Max lantas menatap ke arah Barra dengan tatapan yang bertanya-tanya akan maksud kedatangan Barra ke ruangannya.
"Apa ada pemberitahuan dari sistem tentang penjemputan arwah sekitar pukul 14.30 mendatang?" tanya Barra secara langsung tanpa basa-basi lagi.
Mendapat pertanyaan tersebut Max langsung melihat ke dalam komputernya dan mencari data yang diminta oleh Barra barusan. Hingga ketika ia berhasil menemukan data tersebut barulah Max kembali menatap ke arah Barra.
"Ada tuan, hanya saja beberapa arwah yang akan dijemput sekitar pukul 14.30 data mereka hilang dan timbul selama beberapa kali, sepertinya akan ada seseorang yang menyelamatkan mereka kali ini." ucap Max memberikan laporan kepada Barra sambil melihat kembali ke arah komputernya tentang data tersebut.
Barra yang mendengar penjelasan dari Max barusan lantas terdiam sejenak, sepertinya kali ini Barra tengah berpikir langkah apa selanjutnya yang akan ia ambil dalam kasus ini. Hingga helaan nafas terdengar berhembus dari mulut Barra, membuat Max yang mendengarnya lantas menatap dengan tatapan yang bertanya-tanya ke arah Barra.
"Iya kau benar dan Edrea pasti saat ini sudah mulai bergerak." ucap Barra kemudian.
Sedangkan Max yang mendengar ucapan Barra barusan tentu saja sama sekali tidak mengerti dan hanya menatap dengan bingung ke arah Barra, namun Barra sama sekali tidak mengatakan apapun selain hanya kata-kata tersebut.
"Edrea tuan?" ucap Max dengan nada yang bingung.
"Iya Edrea siapa lagi? Jika bertemu dengan Mira katakan untuk segera datang dan melakukan penjemputan." ucap Barra kemudian memberikan perintah setelah itu berlalu pergi dari sana meninggalkan ruangan Max.
__ADS_1
Max yang mendengar perintah tersebut hanya bisa menatap kepergian Barra dengan tatapan yang bertanya, namun setelah itu langsung bergerak menuju ke ruangan Mira untuk menyampaikan perintah dari Barra.
"Aku harap Mira masih di ruangannya saat ini." ucap Max sambil melangkahkan kakinya ke luar dari ruangannya.
***
Bangunan terbengkalai
"Apa kamu datang untuk menyelesaikan segalanya?" ucap sebuah suara.
Edrea yang sedari tadi celingukan ke sana ke mari, mendengar sebuah suara lantas langsung berbalik badan dan menatap ke arah sumber suara untuk melihat siapa pemilik suara tersebut. Ada sedikit perasaan terkejut dari Edrea ketika melihat pemilik suara tersebut adalah seseorang yang ia kenal sekaligus teman sekampusnya.
"Bram?" ucap Edrea yang terkejut akan kehadiran Bram disini.
"Harusnya aku yang bertanya kepadamu Bram! Mengapa kamu malah balik bertanya?" ucap Edrea dengan nada yang kesal.
Mendengar hal tersebut keduanya lantas saling diam dan tidak lagi bertanya. Baik Edrea maupun Bram seakan tengah sibuk berkutat dengan pemikirannya masing-masing. Hingga sebuah suara yang berasal dari seseorang kemudian langsung membuyarkan segala pemikiran keduanya sedari tadi.
"Apa kalian berdua ada di sini karena ingin menuju kedamaian bersama? Aku Tayo." ucap sebuah suara yang lantas membuat Bram dan juga Edrea menoleh ke arah sumber suara.
"Aku Dora"
"Aku Spongebob"
__ADS_1
Dua orang pria yang mengaku nama panggilan mereka berdua Tayo dan juga Spongebob terlihat mendekat ke arah Bram dan juga Edrea, dengan seorang perempuan yang mengaku namanya sebagai Dora. Melihat ketiga orang tersebut Edrea lantas tersenyum dan memperkenalkan dirinya sebagai Kity.
***
Bagian tengah di salah satu ruangan pada bangunan terbengkalai. Terlihat kelima orang tersebut tengah duduk memutar sambil mulai mengobrol antara satu sama lain. Obrolan demi obrolan nampak bergulir dari yang lainnya kecuali Bram yang terlihat hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Edrea menatap satu-persatu dari mereka kemudian menghela nafasnya dengan panjang.
Edrea benar-benar menyesali alasan klise yang selalu saja digunakan orang-orang untuk melakukan percobaan bunuh diri. Padahal sepelik dan seterpuruk apapun kehidupan mereka, sama sekali tidak bisa menjadikan hal tersebut sebagai alasan bagi mereka untuk melakukan tindakan upaya mengakhiri hidup, apalagi menggunakan aplikasi seperti ini.
Saru-persatu dari mereka mulai menceritakan masalah mereka masing-masing. Dimulai dari Tayo yang memulai ceritanya dan mengatakan bahwa rumah tangganya yang hancur di sertai kebangkrutan usaha yang dirintisnya, membuat Tayo begitu malu akan lingkungan sekitarnya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Sedangkan untuk Spongebob, ia bercerita tentang masa lalunya yang kelam karena tanpa sengaja menghilangkan nyawa seseorang dan di penjara, membuatnya dikucilkan di lingkungan masyarakat dan sama sekali tidak diterima oleh siapapun, yang pada akhirnya menuntunnya untuk melakukan tindakan ini.
Edrea yang mendengarkan cerita dari Tayo dan juga Spongebob hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang, kemudian melirik sekilas ke arah Bram yang terlihat hanya diam sambil menunduk sedari tadi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun di sana. Bayangan tentang bagaimana Kiera menceritakan kisah Bram benar-benar membekas di kepalanya dan membuat Edrea merasa iba kepada Bram akan kisah hidupnya yang sama sekali tidak seberuntung Edrea.
Edrea bahkan saat ini masih bersyukur akan kehidupannya, walau Edrea kehilangan segalanya namun terlepas dari semua itu Edrea tetap bisa mendapatkan ganti yang lebih lagi dengan datangnya Barra dan juga Mira di dalam kehidupannya saat ini. Seulas senyum lantas terlihat terbit dari wajah Edrea ketika ia masih memiliki Barra, Mirra, dan juga Kiera yang menemani ia melewati kehidupan ini dengan senyuman. Hingga tanpa Edrea sadari senyuman rasa syukurnya itu terlihat jelas di wajah Dora, membuat Dora langsung bertanya-tanya kepada Edrea akan tujuannya datang kemari.
"Lalu bagaimana dengan mu?" tanya Dora kemudian.
Mendengar pertanyaan tersebut, Edrea lantas menoleh ke arah sumber suara. Ada sedikit perasaan gugup yang mendatanginya ketika pertanyaan itu datang kepadanya. Sambil menghembuskan nafasnya dengan panjang Edrea mulai bercerita tentang kisah hidupnya, dengan ditambahi bumbu-bumbu penuh kedramatisiran Edrea terus mengatakan satu-persatu tentang kehidupannya. Tayo dan juga Spongebob terlihat manggut-manggut ketika mendengar cerita dari Edrea. Hanya saja sayangnya apa yang dipikirkan oleh Tayo dan juga Spongebob sama sekali berbanding terbalik dengan Dora.
Dora yang mendengarkan dengan seksama sedari tadi, lantas menatap ke arah Edrea dengan tatapan yang menelisik tanpa ekspresi sama sekali.
"Aku rasa jika melihat dari wajah mu, aku tidak melihat adanya raut wajah yang pasrah atau keinginan untuk bunuh diri, apa kau tengah berakting disini?" tanya Dora kemudian yang lantas membuat Edrea terkejut seketika.
__ADS_1
Bersambung