
Kantin
Edrea terlihat tengah mengaduk-aduk jus di gelasnya yang ia pesan. Edrea benar-benar kepikiran tentang pria tadi yang entah mengapa auranya terasa begitu gelap bagi Edrea. Seakan seperti ada sesuatu yang mendorongnya semakin terjebak dalam sisi buruk yang Edrea sendiri tidak tahu apa itu.
Kiera yang tak kunjung melihat Edrea memasukkan makanan ke mulutnya, lantas langsung menepuk pundak Edrea agar menghentikan lamunannya. Membuat Edrea langsung terkejut seketika akan aksi Kiera itu.
"Kenapa sih Re? Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Kiera dengan raut wajah yang penasaran.
Mendengar pertanyaan dari Kiera barusan, sambil mengusap pundaknya yang terasa sedikit panas karena terkena pukulan Kiera, Edrea terlihat mendekatkan tubuhnya sedikit lebih condong karena ingin menanyakan sesuatu kepada Kiera, Edrea yakin Kiera pasti tahu berita seputar mahasiswa di Kampus ini.
"Apa kamu tahu tentang mahasiswa yang tadi?" tanya Edrea kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
"Siapa? Yang kamu tabrak tadi?" tanya Kiera sambil mengingat-ingat siapa yang tengah dimaksud oleh Edrea barusan.
Edrea yang mendapat pertanyaan dari Kiera langsung mengangguk seakan mengiyakan ucapan Kiera barusan. Kiera terdiam sejenak mencoba mengingat-ingat wajah pria menyebalkan yang tadi pagi memancing amarahnya. Hingga beberapa menit kemudian barulah Kiera ingat siapa pria tadi.
"Ah.. Dia adalah Bram mahasiswa kelas akselerasi, jangan dekat-dekat dengannya kerena kepribadiannya yang jelek membuatnya di musuhi beberapa mahasiswa fakultas lain. Kau tahu lah perbandingan strata di Ibu kota sangatlah ketat membuat Bram yang berasal dari kelas bawah harus melakukan segala cara untuk berjuang di Ibu kota yang keras ini." ucap Kiera sambil kembali memakan makanannya.
Mendengar penjelasan dari Kiera barusan membuat Edrea langsung terdiam. Kini Edrea mengerti alasan mengapa aura pria itu terasa begitu gelap ketika berpapasan dengannya. Perasaan dendam yang timbul secara perlahan tanpa Bram sadari menjadi pemicu utama penyebab aura yang dimiliki oleh Bram semakin terasa gelap dan begitu pekat.
__ADS_1
Kiera yang melihat Edrea terdiam hanya bisa menatap aneh ke arah Edrea, jika Edrea sudah bertanya masalah sesuatu pasti ada beberapa hal yang mendasari itu. Hanya saja Kiera tidak ingin terlalu bertanya lebih dalam lagi kepada Edrea tentang hal tersebut. Sebelum Edrea siap menceritakannya sendiri kepadanya, Kiera tidak akan menanyakan hal itu lebih jauh lagi.
"Em btw Re, apa kamu sudah mendengar berita yang sedang ramai beberapa minggu ini?" tanya Kiera yang lantas membuat Edrea langsung menatap ke arahnya.
"Tentang apa?" tanya Edrea kemudian.
Mendapat pertanyaan tersebut Kiera lantas langsung membuka ponsel miliknya dan menunjukkannya kepada Edrea. Sambil meminum jus miliknya Edrea mulai menatap dengan serius ke arah layar ponsel milik Kiera. Sebuah fakta yang agak sedikit nyambung Edrea dapatkan ketika mendengarkan cerita Kiera dan juga beberapa sumber dari laman berita dalam ponsel Kiera, membuat Edrea mulai menemukan titik terang dari tugas yang di berikan oleh Barra kepadanya.
Edrea mempelajari setiap informasi yang terangkum jelas dari laman berita online di ponsel Kiera, seakan seperti tengah mencari informasi lebih detail tentang kasus ini. Hingga setelah ia membaca beberapa berita di online, salah satu laman berita menyebutkan bahwa percobaan bunuh diri yang di lakukan secara berkelompok ini di dasari oleh sebuah situs online yang di duga situs ilegal yang mendorong opini masyarakat untuk melakukan bunuh diri secara bersama-sama karena mereka berpikir bahwa dengan bunuh diri semua masalah yang mereka hadapi di dunia akan terselesaikan dan mereka bisa pergi dengan damai.
Edrea yang membaca berita tersebut agak sedikit tersentak seakan tidak terlalu percaya akan berita itu. Saking detailnya berita tersebut sampai-sampai ada alamat website yang di cantumkan oleh laman berita yang Edrea baca, yang lantas membuat Edrea langsung menyimpan alamat website tersebut dan mengirimkannya pada ponsel miliknya.
Sementara itu Kiera yang tengah asyik menikmati makanannya, melihat Edrea tidak lagi bertanya tentang kasus bunuh diri secara berkelompok itu. Lantas membuat Kiera sedikit curiga ketika ia tidak lagi mendengar suara cerewet Edrea yang mengomentari kasus tersebut.
"Ah.. Kau mengagetkan ku saja Ki, aku hanya sedang membaca berita saja tidak lebih." ucap Edrea kemudian mencoba mencari alasan sambil menghapus jejaknya yang baru saja mengirim pesan menggunakan ponsel Kiera, takutnya Kiera nantinya malah menggunakan situs ilegal tersebut.
"Lagian kamu diem aja dari tadi, sebenarnya berita apa sih yang sedang kamu baca dari tadi?" tanya Kiera dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Edrea.
"Hanya pemberitaan biasa, sudah ah yuk kita kembali ke kelas...." ajak Edrea kemudian mencoba untuk mengalihkan pertanyaan dari Kiera barusan.
__ADS_1
"Bentar lagi tanggung banget." tolak Kiera.
"Kiera Larasatiiiiiii" panggil Edrea kembali kali ini sengaja dengan nada yang memanjang agar Kiera segera bangkit dari tempatnya.
"Iya ya nona saya bangkit tunggu sebentar!" ucap Kiera kemudian dengan nada yang menyindir namun detik berikutnya tertawa.
***
Malam harinya di mansion Edrea
Setelah mandi dan bersih-bersih, Edrea terlihat tengah mondar mandir di kamarnya sambil memikirkan tentang situs online yang ia dapatkan tadi di laman berita online. Antara yakin dan tidak yakin namun Edrea rasa itu bukanlah sebuah penipuan.
Edrea terdiam sejenak mencoba untuk memikirkan langkah apa yang selanjutnya akan ia ambil, antara langsung terjun ke dalam situs ilegal tersebut atau memberitahu Barra terlebih dahulu dan melaporkan segalanya. Edrea berjalan ke kanan dan ke kiri secara berkali-kali sambil terus mencoba menemukan jawaban atas pilihannya. Hingga pada akhirnya, Edrea memilih untuk mencoba masuk terlebih dahulu ke situs ilegal tersebut melalui alamat website yang diberikan oleh berita tak bersumber tersebut.
Edrea memang sengaja memilih jalan ini karena takutnya apabila ia melapor terlebih dahulu kepada Barra dan ternyata situs ini palsu, maka tentu saja Barra akan menganggapnya tidak berguna dalam menyelidiki sebuah kasus.
Setelah membuat keputusan tersebut Edrea mulai melangkahkan kakinya untuk mengambil laptop miliknya dan mulai membuka situs tidak resmi tersebut. Dengan mengetikkan satu persatu alamat email yang ia dapat tadi, Edrea mulai masuk ke dalam situs ilegal tersebut. Sebuah tulisan selamat datang terlihat jelas pada layar monitornya. Hingga kemudian sebuah pesan yang menanyakan apakah Edrea ingin masuk atau tidak, membuat Edrea sedikit bimbang antara masuk ke dalam situs tersebut atau tidak.
Edrea yang melihat tulisan tersebut lantas terdiam sejenak seakan kembali menimang, apakah ia akan benar-benar masuk ke dalamnya. Hingga kemudian sebuah suara yang tak asing di pendengarannya lantas mengejutkan Edrea.
__ADS_1
"Bukankah sudah ku katakan untuk tidak bertindak sendiri?"
Bersambung