Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Area Black


__ADS_3

Tempat pemberangkatan arwah.


Terlihat Mira tengah sibuk mengkomando sekaligus mengecek satu persatu para arwah sebelum proses keberangkatan dimulai, Mira nampak mulai mengarahkan beberapa arwah untuk mulai masuk ke dalam gerbongnya masing-masing sesuai dengan kematian mereka. Hanya saja ketika Mira mulai mengawasi jalannya pemberangkatan para arwah sebuah hawa yang aneh terasa begitu saja, membuat Mira langsung terdiam dengan seketika ditempatnya.


"Tit tit tit"


Sebuah bunyi notifikasi yang berasal dari iPad yang ia pegang sedari tadi lantas mulai mengejutkan Mira. Ditatapnya layar iPad dengan tatapan yang bertanya-tanya akan alasan iPad tersebut mengeluarkan bunyi tersebut. Sepertinya sistem juga sadar akan sebuah aura aneh yang menyelimuti Stasiun Pemberhentian saat ini.


Mira yang mulai khawatir lantas langsung menyerahkan segala pekerjaannya kepada Wili karena ada yang harus Mira laporkan kepada Barra. Setidaknya sebelum semuanya menjadi terlambat Mira ingin mencegahnya terlebih dahulu. Sambil berbalik badan dan bersiap menuju ke arah ruangan Barra, Mira yang melihat Barra dan juga Edrea dari kejauhan lantas mengernyit dengan tatapan yang bertanya-tanya tentang sikap Barra dan juga Edrea yang terlihat aneh tersebut.


"Apa yang mereka berdua lakukan? Aneh sekali." ucap Mira sambil menatap ke arah keduanya.


Dengan langkah kaki yang perlahan namun juga bergegas, Mira mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Barra dan Edrea berada untuk memberitahu keduanya akan aura aneh yang begitu terasa saat ini. Ketika jarak diantara ketiganya tinggal beberapa centimeter saja, Mira mulai menghentikan langkah kakinya. Hanya saja sepertinya antara Edrea dan juga Barra sama sekali tidak menyadari akan kedatangannya saat itu.


"Syukurlah kamu ada di sini Bar, ada sesuatu yang harus aku bicarakan kepadamu. Eh tunggu... Ada apa dengan ekspresi kalian berdua?" ucap sebuah suara yang berasal dari Mira, membuat Barra dan juga Edrea lantas langsung gelagapan seketika disaat mendengar pertanyaan dari Mira barusan.


Ada sedikit raut wajah penuh kecanggungan seperti tengah tertangkap basah, membuat Mira langsung menatap penuh tatapan yang menelisik menatap ke arah keduanya secara bergantian. Hingga sebuah suara deheman yang berasal dari Barra lantas terdengar menggema dan membuyarkan imajinasi Edrea dan juga Mira saat itu. Barra yang tidak ingin suasana terasa makin aneh lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah Mira dan menghalangi Edrea karena Barra tahu wajah Edrea tengah bersemu saat ini, membuat Mira yang mengerti akan hal itu lantas menjadi sedikit bertanya-tanya akan tingkah dari Barra barusan.

__ADS_1


"Ada apa Mir?" tanya Barra kemudian mencoba untuk mengalihkan perhatian Mira akan Edrea.


Mira yang sedari tadi fokus menatap Edrea begitu mendengar pertanyaan dari Barra barusan dengan spontan mendongak ke arah Barra dan mulai menjelaskan segalanya kepada Barra tentang apa yang ia rasakan baru saja. Mira kemudian lantas mengatakan kepada Barra tentang aura aneh yang terasa di area Stasiun pemberhentian ini. Baik Barra maupun Edrea mendengar perkataan Mira barusan sedikit tersentak. Edrea yang semula berada di belakang Barra, lantas mulai melangkahkan kakinya maju untuk mendengarkan lebih jelas lagi perkataan dari Mira barusan.


Barra terdiam sejenak mencoba untuk berpikir sekaligus merasakan aura yang dimaksud oleh Mira. Sepertinya karena terlalu fokus dengan Edrea, Barra sampai tidak terlalu merasakan aura yang begitu pekat ini. Hingga ketika Barra yang sudah mulai merasakan aura itu lantas mencoba mencocokkan aura tersebut dengan sesuatu yang tidak asing. Barra mencoba untuk berpikir tentang aura tersebut, hingga kemudian ketika Barra sudah mengetahuinya barulah Barra mulai menghela napasnya dengan panjang. Membuat Edrea dan juga Mira lantas dengan spontan menatap ke arah Barra dengan seketika.


"Ada seseorang arwah pendendam yang berhasil masuk ke dalam Stasiun pemberhentian. Apa sistem sudah menangkap sinyalnya?" tanya Barra kemudian.


Mendengar perkataan dari Barra barusan membuat Mira langsung mengangguk dengan seketika. Membuat Barra kembali menghela napasnya dengan panjang.


"Pergilah Mir dan cari sampai dapat arwah pendendam tersebut aku yakin dia bersembunyi tak jauh dati posisi kita mengingat auranya yang terasa sedikit pekat di area ini." ucap Barra kemudian memberikan perintah.


"Mau kemana kamu?" tanya Barra kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


"Mau ikut mencari arwah pendendam itu lah." ucap Edrea dengan nada yang santai, namun berhasil membuat Barra langsung menghela napasnya dengan panjang begitu mendengar jawaban dari Edrea barusan.


"Tidak perlu kau kembali saja ke ruangan ku sekarang!" ucap Barra kemudian memberikan perintah agar Edrea tidak perlu mencari keberadaan arwah pendendam tersebut.

__ADS_1


"Tapi aku hanya...." ucap Edrea hendak menolak perintah dari Barra namun keburu di potong oleh Barra.


"Tidak ada sanggahan, sekarang pergilah dan tunggu aku di sana!" ucap Barra lagi sambil menatap tajam ke arah Edrea agar segera bergerak kembali ke ruangannya.


Edrea yang mendengar perkataan dari Barra pada akhirnya hanya bisa cemberut sambil menatap kesal kepada Barra. Dengan langkah kaki yang malas Edrea mulai melangkahkan kakinya mengikuti arahan Barra untuk kembali menuju ke arah ruangannya. Diliriknya sesekali Barra yang terlihat hingga kini masih berada di belakangnya, membuat Edrea semakin merasa kesal karena Barra masih terus mengawasinya.


Hingga ketika langkah kakinya cukup jauh melangkah dari tempat pemberangkatan, Edrea yang masih penasaran lantas kembali melirik ke arah belakang. Seulas senyum bahagia terlihat begitu cantik tercetak pada wajahnya ketika Edrea sudah tidak lagi melihat Barra dimanapun. Hingga kemudian ia memutuskan untuk melipir dan pergi dari sana setelah memastikan bahwa Barra tidak lagi mengawasinya.


"Aku akan ikut mencari keberadaan arwah pendendam itu, aku janji hanya akan mencari dan tidak akan ikut campur. Setelah ketemu nanti aku akan langsung memberitahu Barra dan juga Mira tentunya." ucap Edrea dengan senyum yang mengembang kemudian berlalu pergi dan melipir dari arah sana menuju ke area Black untuk mencari arwah pendendam tersebut.


***


Area Black


Terlihat Edrea tengah melangkahkan kakinya dengan langkah kaki secara perlahan menatap ke arah sekitar, takutnya Barra atau Mira akan menemukannya masuk ke area terlarang di Stasiun Pemberhentian.


"Jika ketika awal kedatangan ku, aku bertemu dengan arwah pendendam di sini, aku yakin kali ini pun pasti akan sama." ucap Edrea dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya menyusuri area Black. Hingga kemudian sebuah aura aneh mendadak terasa pekat di sekitaran tempatnya berdiri.

__ADS_1


"Ketemu" ucap Edrea dengan senyum yang mengembang.


Bersambung


__ADS_2