
"Kau tahu Bar? aku berhasil menyelesaikan misi penting... arwah Ardi tidak jadi masuk ke gerbong Dark, bukankah itu hebat?" ucap Edrea dengan penuh semangat menceritakan keberhasilannya.
Sedangkan Barra yang melihat Edrea menceritakannya dengan bangga, hanya bisa memasang tatapan yang sendu ke arah Edrea tanpa menanggapi ataupun berkomentar akan keberhasilan Edrea.
"Sudah saatnya kau kembali ke dunia mu!" ucap Barra kemudian yang langsung merubah raut wajah Edrea dengan seketika.
"Apa?" ucap Edrea kemudian dengan tatapan yang terkejut kepada Barra akan ucapannya barusan.
"Sudah saatnya kamu pulang dan kembali ke keluargamu." ucap Barra lagi mengulangi perkataannya kembali.
"Jangan bercanda Bar, bukannya kamu bilang aku harus di sini untuk menjadi pelayan mu dan mempelajari semuanya? lalu mengapa kamu malah menyuruh ku untuk pulang?" ucap Edrea dengan nada yang bingung.
"Sudah cukup pembelajaran kali ini, jika nanti aku membutuhkan mu aku akan kembali memanggil mu. Untuk energi yang aku berikan padamu kamu bisa memilikinya... gunakanlah dengan bijak atau aku akan mengambilnya kembali dari mu!" ucap Barra dengan nada yang memperingati.
"Yang benar saja..."ucap Edrea sambil memutar bola matanya jengah.
"Tapi Bar aku sungguh..." ucap Edrea hendak kembali menolak perkataan Barra, namun sebelum Edrea sempat mengucapkan penolakannya Barra sudah terlebih dahulu menjentikkan jarinya tanpa sepengetahuan Edrea dan membuat Edrea langsung berteleportasi dan kembali ke tempatnya.
Setelah kepergian Edrea dari sana Barra terlihat menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Disandarkannya kepala Barra pada kursi kebesarannya sambil menatap langit langit ruangannya.
"Mungkin ini adalah yang terbaik, jika di masa lalu gadis itu meninggal karena selalu berada di dekat ku... bukankah kali ini akan berbeda jika kamu menjauh dari ku?" ucap Barra pada diri sendiri tepat setelah ia memindahkan Edrea kembali pulang.
**
Sementara itu Edrea yang tadinya mengomel dan hendak menolak ucapan Barra, lantas langsung kesal karena tiba tiba tubuhnya sudah berpindah tempat ke ruang tamu mansion neneknya.
"Baraaaaaa... benar benar menyebalkan!" teriak Edrea dengan kesal karena Barra selalu saja memindahkannya tanpa persetujuannya terlebih dahulu.
Sedangkan Sita yang memang posisinya sedang berada di dapur dan memasak, lantas di kejutkan dengan suara teriakan yang berasal dari ruang tamu. Sita yang penasaran lantas langsung melangkahkan kakinya dengan bergegas menuju ke arah ruang tamu untuk melihat suara siapa barusan.
"Rea... kamu sudah pulang?" pekik Sita ketika melihat cucunya tengah berada di ruang tamu saat ini.
__ADS_1
Edrea yang semula kesal, lantas terkejut akan kehadiran Sita yang muncul secara tiba tiba di belakangnya.
"Ah Oma mengagetkan Rea saja..." ucap Edrea kemudian sambil mengelus dadanya secara perlahan.
"Oma kangen banget sama kamu... kemarilah biar Oma peluk cucu Oma yang satu ini." ucap Sita sambil melangkahkan kakinya dan membuka tangannya lebar agar Edrea datang ke pelukannya.
Edrea yang melihat tangan Omanya terbuka dengan lebar, lantas langsung mendekat dan masuk ke dalam pelukan Sita. Keduanya saling berpelukan dengan erat hingga Sita bahkan sampai mengecup seluruh bagian wajah Edrea tanpa terlewat sama sekali.
"Em Oma... apa Rea pergi sudah lama?" tanya Edrea dengan nada yang lirih.
Sita yang mendapat pertanyaan tersebut lantas melepas pelukannya kepada Edrea kemudian menatap cucunya itu.
"Berapa hari ya? mungkin kalau gak salah sekitar 5 atau 6 harian, ada apa?" ucap Sita mengingat ingat kembali kapan tepatnya.
"Dasar si Barra! ini bahkan baru beberapa hari tapi dia sudah menyuruh ku untuk pulang!" gerutu Edrea di dalam hati.
"Kamu pasti lapar bukan? nenek sudah membuatkan mu makanan... ayo kita makan.." ajak Sita.
Sebuah pertanyaan mendadak muncul di benak Edrea, apakah kita tidak memerlukan makan untuk bertahan hidup di dunia sana? tunggu sebentar... bukankah itu alam arwah? tentu saja mungkin itu tidak di perlukan karena arwah tidak membutuhkan gizi untuk naik ke atas dan menjalani ganjaran atas setiap hal kecil yang mereka lakukan.
"Aku memang melihat beberapa makanan sempat tersaji di sana, namun aku bahkan tidak pernah di tawari apapun ketika di sana? anehnya mengapa aku tidak merasa lapar?" ucap Edrea bertanya tanya dalam hatinya.
"Apakah ada sesuatu yang mengganggu mu Rea?" tanya Sita ketika melihat Edrea menghentikan langkah kakinya.
"Tidak ada Oma, ayo kita makan aku lapar .." ajak Edrea kemudian sambil menarik tangan Sita agar segera melangkahkan kakinya menuju ke arah meja makan.
***
Siang harinya di kampus
Setelah beberapa hari absen dari kelasnya, siang ini Edrea memutuskan untuk pergi ke kampus dan mengisi absen sekaligus mengejar ketertinggalannya.
Edrea terlihat mulai melangkahkan kakinya melewati lorong lorong kampus hendak menuju ke arah kelasnya.
__ADS_1
"Rea!" panggil seseorang dari arah belakang Edrea membuatnya lantas langsung menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap ke arah sumber suara.
"Keira..." teriak Edrea ketika melihat Kiera berlarian menuju ke arahnya dengan langkah yang lebar.
"Gila kau... berhari hari gak ada kabar apapun, kau anggap aku apa coba?" teriak Kiera ketika ia berhenti tepat di hadapan Edrea.
"Maaf, ada beberapa hal yang harus aku urus terlebih dahulu beberapa hari ini." ucap Edrea yang lantas membuat Kiera menatap dengan tatapan yang penasaran.
"Apakah sesuatu yang buruk?" tanya Kiera kemudian seakan merasa tidak enak karena ia tadi malah merocos dan kesal kepada Edrea.
"Bukan, biasa lah masalah rumah.. tidak perlu di pikirkan. Btw apakah ada tugas penting selama aku tidak masuk kelas?" tanya Edrea kemudian.
"Tenang aja, aku sudah rangkum semuanya menjadi satu... soal nilai kamu gak perlu khawatir selama ada aku tentunya..." ucap Kiera sambil tersenyum dengan percaya diri.
"Oh ya? wah thank you besti...." ucap Edrea ketika mendengar perkataan dari Kiera barusan.
"Btw kampus kita akan mengadakan penanaman kembali di salah satu daerah terpencil di Indonesia, jika aku searching di google tempatnya asyik dan masih asri juga. Dan.... kabar terbesarnya aku sudah daftarin kamu juga untuk ikut, tidak ada penolakan karena ini permintaan khusus dari ku." ucap Kiera langsung pada intinya karena memang tujuannya yaitu ingin mengajak Edrea refreshing.
"Tapi kan aku belum konfirmasi setuju Ki..." ucap Edrea hendak menolak.
"Oh tentu tidak bisa... apapun yang terjadi kau harus ikut!" ucap Kiera sambil berlalu pergi setelah mengatakan hal tersebut.
"Tunggu dulu Ki.... Kiera..." ucap Edrea memanggil nama Kiera agar menghentikan langkah kakinya.
***
Sementara itu di gua tempat Siluman Ular bersembunyi, suara desisan terdengar cukup nyaring diiringi suara tawa yang menggema memenuhi gua.
Ular tersebut mendongakkan kepalanya dengan kegirangan menatap ke arah bibir gua.
"Takdir itu akan datang... aku bahkan sudah bisa merasakan aromanya... sebentar lagi... sebentar lagi..." ucapnya sambil mendesis seakan senang ketika mendapat firasat bahwa hari itu akan segera tiba.
Bersambung
__ADS_1