
Resto klasik yang masih terletak di ibu kota.
Terlihat Edrea, Mira dan juga Barra sedang asyik menikmati steak daging sapi dengan bumbu rempah rempah khas yang memanjakan lidah siapapun yang menikmatinya. Edrea yang melihat daging sapi tersaji di hadapannya, tentu saja sangat senang dan ingin segera menikmatinya, dengan gerakan yang terburu buru Edrea mulai makan dengan lahapnya, membuat Mira dan juga Barra lantas menjadi saling pandang satu sama lain seakan merasa ada yang aneh dengan cara makan Edrea yang seperti tidak makan berhari hati itu.
Barra yang melihat cara makan Edrea yang seperti itu lantas langsung menyodorkan segelas air lemon kepada Edrea agar Edrea tidak tersedak, kemudian mengambil tisu dan langsung membersihkan mulut Edrea yang kini belepotan karena saus yang berasal dari steak yang mereka makan. Edrea tertegun sejenak akan perlakuan Barra yang tiba tiba ini, seakan langsung terdiam seribu bahasa tanpa bisa berkata kata lagi. Sedangkan Mira yang melihat tingkah Barra yang seperti itu langsung memutar bola matanya dengan jengah akan tingkah Barra kepada Edrea barusan.
"Permisi, di sini masih ada orang jadi di mohon untuk menghargai yang lain, terima kasih." ucap Mira dengan nada yang menyindir sambil memasukkan satu potongan kecil steak ke dalam mulutnya kemudian mengunyahnya secara perlahan, membuat Barra langsung dengan spontan menoleh ke arah Mira ketika mendengar sindiran dari Mira barusan.
Sedangkan Edrea yang mendengar sindiran dari Mira barusan, langsung menjadi salah tingkah kemudian bangkit dari posisi duduknya dan meminta ijin untuk pergi ke kamar mandi dengan langkah yang terburu buru sambil menundukkan kepalanya berlalu pergi dari sana. Barra yang melihat kepergian Edrea ke kamar mandi, hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang kemudian menatap tajam ke arah Mira karena kesal akan tingkah Mira barusan. Namun sayangnya Mira yang mendapat tatapan tajam dari Barra, sama sekali tidak merasa bersalah dan terus melanjutkan makannya.
"Apa?" tanya Mira dengan nada yang enteng yang malah membuat Barra semakin kesal di buatnya.
"Tidak bisakah kau menjaga cara bicara mu itu? lihatlah Edrea bahkan sampai melarikan diri karena ucapan mu!" ucap Barra dengan nada yang ketus, namun Mira malah dengan santainya tetap memakan steak nya sambil mengangkat kedua bahunya pelan menanggapi ucapan Barra barusan.
***
__ADS_1
Kamar mandi
Edrea yang kini wajahnya sudah bersemu merah, lantas mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam area kamar mandi. Edrea terus merutuki kebodohannya yanga malah terbengong ketika mendapati perlakuan Barra yang dengan santainya malah mengusap mulutnya yang terlihat belepotan. Edrea membasuh wajahnya beberapa kali kemudian mengambil tisu dan mulai mengelapnya secara perlahan. Di tatapnya wajahnya yang kini masih terlihat bersemu dengan pandangan yang kesal.
"Dasar bodoh kau Edrea! bagaimana bisa kau malah terbengong seperti orang bodoh ketika mendapat perlakuan tersebut?" ucap Edrea dengan nada yang kesal sambil terus saja merutuki kebodohannya.
Edrea yang berada di kamar mandi terus saja mengomel akan kebodohannya, hingga kemudian sebuah aroma yang sangat menyengat dan mengganggu dirinya lantas mulai menghentikan omelannya. Edrea menggelengkan kepalanya perlahan selama beberapa kali, entah mengapa ketika bau itu masuk ke dalam indra penciumannya, Edra merasa seperti hilang kendali dan tidak fokus, pandangannya nampak mengabur hingga membuat Edrea berpegangan dengan erat pada wastafel karena takut terjatuh.
"Ada apa ini?" ucapnya dengan nada yang lirih sambil terus mencoba mengunci kesadarannya agar tidak hilang.
Sebuah kejadian aneh yang tak pernah Edrea duga duga sebelumnya lantas membuat Edrea sedikit terkejut, rasa pusing dan juga pandangannya yang mengabur sejak tadi, mendadak sembuh dan hilang seiring dengan langkah kakinya yang meninggalkan area kamar mandi. Edrea menatap ke arah pintu kamar mandi dengan tatapan yang aneh seakan masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
"Apa mungkin bau karbol di dalam terlalu menyengat ya? mangkanya aku sedikit merasa pusing karenanya?" ucap Edrea pada diri sendiri sambil masih menatap dengan bingung ke arah pintu kamar mandi yang kini terlihat sudah tertutup dengan rapat.
Sebuah suara yang tidak asing di pendengarannya lantas mulai mengejutkan Edrea yang masih diam termenung menatap ke arah pintu kamar mandi sedari tadi. Edrea yang terkejut akan suara tersebut lantas dengan spontan langsung menoleh ke arah sumber suara.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan di sini? aku dan Barra sudah menunggu mu terlalu lama dan kamu malah terbengong di sini." ucap Mira yang terlihat melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Edrea berada saat ini.
Edrea yang melihat suara tersebut berasal dari Mira, lantas hanya terdiam dan tidak menanggapi ucapan Mira karena ia masih bingung akan beberapa hal aneh yang terjadi padanya.
"Jangan terlalu sering melamun, sebaiknya kita kembali atau Barra akan menghabiskan makanan mu." ucap Mira kemudian sambil menarik tangan Edrea agar mengikuti langkah kakinya kembali menuju meja mereka.
Pada akhirnya Edrea yang masih belum mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, hanya bisa mengikuti langkah kaki Mira yang mengajak kembali ke meja mereka. Meski Edrea masih sedikit bingung akan apa yang terjadi padanya, namun ia mencoba untuk mengacuhkannya karena menurut Edrea apa yang terjadi padanya masihlah sesuatu yang wajar.
**
Sementara itu, tanpa Edrea sadari semenjak Edrea masuk hingga ia keluar dari kamar mandi dengan tatapan yang bingung, sosok Fano terlihat memperhatikan semua gerak geriknya tanpa ada satu pun yang terlihat dari pandangannya. Seulas senyum terlihat terbit dari wajah Fano ketika melihat Edrea yang mulai terpengaruh akan beberapa hal yang memang sengaja di buat olehnya. Fano yang tidak suka akan kebahagian yang tergambar jelas pada raut wajah keduanya, lantas mulai membangkitkan kembali apa yang ia tanam ke dalam tubuh Edrea.
"Aku rasa bermain main sedikit dengan mereka tentu tidak apa apa bukan?" ucap Fano dengan senyum menyeringai sambil menatap ke arah Mira dan juga Edrea yang kini sudah terlihat semakin jauh dari pandangannya.
Bersambung
__ADS_1