
"Apa ada sesuatu yang terjadi padamu? mengapa aku merasa kamu berubah?" ucap Edrea kemudian dengan tatapan yang menelisik ke arah Mira.
Sedangkan Mira yang mendengar ucapan Edrea barusan tentu saja langsung terdiam karena bingung akan menjawab apa pertanyaan dari Edrea barusan, hingga beberapa detik kemudian barulah Mira tersenyum yang lantas membuat Edrea kembali bingung.
"Apa kamu mau minum kopi bersama ku?" ucap Mira kemudian yang langsung membuat Edrea mengernyit karenA bingung.
"Kopi?" ucap Edrea seakan mengulang kata kopi karena Edrea yang merasa aneh ketika Mira malah mengajaknya meminum kopi yang lantas di balas Mira dengan anggukan kepala.
Pada akhirnya Edrea yang tidak tahu harus mengatakan apa hanya mengangguk dan mengiyakan ucapan Mira yang mengajaknya untuk minum kopi. Mira yang melihat hal tersebut lantas langsung tersenyum sambil kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Edrea dan langsung menggandeng tangan Edrea, agar mengikuti langkah kakinya untuk keluar dari ruangan Barra. Edrea yang di tarik tangannya tidak bisa lagi berbuat apa apa selain hanya mengikuti kemana langkah kaki Mira membawanya pergi.
****
Sementara itu di sebuah jalanan ibu kota.
Terlihat sebuah mobil yang di kendarai dengan kecepatan yang tinggi, nampak melajukan mobilnya dengan ugal ugalan membelah jalanan ibu kota sore itu. Lalu lintas yang lenggang membuat si pengemudi dengan santainya terus menambah laju kecepatannya dan tertawa puas seakan menikmati laju mobilnya saat ini.
"Mobil ini benar benar bisa di andalkan, tidak sia sia aku membelinya dengan mahal beberapa hari yang lalu." ucap seorang pria pengemudi mobil tersebut.
Pria tersebut terus saja melajukan mobilnya dan menambah kecepatannya sampai di batas maksimal, hingga ketika ia melewati jalan tol kilometer 50 tanpa di duga duga ia merasa seperti telah menabrak sesuatu yang langsung membuatnya mengerem mendadak karena terkejut sekaligus bertanya tanya apa yang baru saja ia tabrak itu.
__ADS_1
Ckit....
Mobil yang ia kendarainya menukik dengan tajam menghentikan lajunya yang kencang sedari tadi. Pria tersebut nampak terdiam sejenak sambil menatap kosong ke arah depan, dari bagian depan kaca mobilnya sebuah cairan seperti darah terlihat sudah menempel tak beraturan mengotori kaca mobil dan juga kap mobil barunya.
"Aiss sial!" ucap pria tersebut sambil menatap noda darah di kaca dan kap mobilnya.
Pria itu kemudian menoleh ke arah belakang, berusaha untuk memastikan benda apa yang ia tabrak barusan, perlahan lahan pria itu mulai memundurkan mobilnya dan menghampiri sesuatu yang terlihat sudah tergeletak di tepi jalan dan nampak sudah tidak bergerak.
Perlahan lahan mobil yang di kendarai pria itu nampak melaju mundur dan berhenti tepat di sebelah seorang gadis berusia sekitar 20 tahunan, yang dalam posisi sudah bersimbah darah tergeletak di bahu jalan, sepertinya kepala gadis itu membentur kaca mobilnya cukup keras dan langsung mengalami pendarahan. Melihat kondisi gadis tersebut yang seperti sekarat, pria itu nampak mengusap rambutnya dengan kasar sambil menoleh ke arah kanan dan kiri untuk melihat situasi.
Sedangkan gadis itu yang dalam pandangan samar seperti melihat seseorang dari dalam mobil menatap ke arahnya dengan kebingungan, berusaha untuk meminta tolong kepadanya. Perlahan lahan gadis itu mulai mengangkat tangannya dengan gerakan yang sangat pelan, seakan berusaha memberitahu kepada pengemudi itu bahwa ia masih hidup dan memerlukan pertolongannya.
"To.....long... aku....." ucap gadis itu dengan lirih berharap ada seseorang yang mendengarnya dan mau membantunya.
Tidak ada yang bisa di lakukan oleh gadis itu selain hanya diam dan menatap ke arah sekeliling menunggu ajal menjemputnya, ia bahkan kini sudah pasrah dan hanya bisa berserah kepada Sang Pencipta tentang hidup dan matinya, hingga pada akhirnya karena jalanan yang sepi pada saat itu di tambah dengan luka benturan yang di derita oleh gadis itu cukup parah, hingga membuat gadis itu meregang nyawa dan meninggal di tempat.
***
Stasiun pemberhentian
__ADS_1
Sementara itu, Wili yang baru saja mendapat pesan dari sistem untuk menjemput seorang arwah di salah jalan tol yang masih terletak di ibu kota, lantas membuat Wili melangkahkan kakinya dengan bergegas mencari keberadaan Mira untuk melaporkan apa yang baru saja ia dapat.
Maksud hati ingin langsung segera melaporkannya kepada Mira namun sayangnya, ketika Wili masuk ke dalam ruangan Mira barusan Mira sama sekali sedang tidak berada di tempat, membuat Wili hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal bingung hendak mencari keberadaan Mira di mana, Wili diam sejenak mencoba berpikir di mana kira kira keberadaan Mira saat ini, hingga kemudian sebuah lokasi yang mungkin saat ini sedang di datangi oleh Mira, lantas langsung membuat senyum di wajah Wili mengembang ketika mendapatkan lokasi tersebut.
"Bukankah tadi Madam mengatakan tentang Edrea? jika seperti itu... berarti Madam sekarang sedang berada di ruangan tuan Barra, bukan?" ucap Wili pada diri sendiri sambil tersenyum simpul.
Wili yang yakin akan tebakannya, lantas langsung melangkahkan kakinya dengan bergegas keluar dari ruangan Mira dan menuju ke arah ruangan Barra untuk mencari keberadaan Mira di sana. Wili melangkahkan kakinya menyusuri lorong demi lorong Stadiun Pemberhentian, hingga ketika ia tiba di lorong yang tidak jauh dari ruangan Barra, Wili melihat Edrea dan juga Mira tengah melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Barra dengan posisi Mira yang menggandeng tangan Edrea dengan tersenyum bahagia, membuat Wili yang melihat pemandangan itu lantas langsung menghentikan langkah kakinya karena terkejut akan perubahan yang di tunjukkan oleh Mira saat ini.
"Ada apa dengan ekspresi wajah mu itu Wil? apakah kau melihat sesuatu yang aneh?" ucap Mira ketika melihat raut wajah Wili yang terkesan aneh ketika melihat dirinya dan juga Edrea keluar dari ruangan Barra barusan.
Wili yang mendengar ucapan dari Mira barusan, lantas dengan spontan langsung mengangguk dengan perlahan, namun detik berikutnya langsung menggeleng dengan cepat karena takut Mira akan marah jika ia sampai mengiyakan pertanyaan Mira barusan. Membuat Mira dan juga Edrea yang melihat tingkah Wili barusan, lantas langsung menatapnya dengan tatapan yang bingung. Sadar kini ia menjadi pusat perhatian Edrea dan juga Mira, lantas langsung membuat Wili berdehem kemudian mendekat ke arah Mira dan memberi Mira laporan, seakan tengah berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
"Ada laporan masuk tentang penjemputan arwah hari ini madam dan saya ingin meminta ijin anda untuk mulai melakukan proses penjemputan." ucap Wili kemudian yang langsung membuat Mira menerima iPad tersebut dan langsung membaca sekilas tentang data diri arwah yang akan ia jemput.
Melihat data diri tersebut Mira nampak tersenyum sekilas ke arah Edrea, membuat Edrea langsung menelan salivanya dengan kasar karena merasakan hawa yang tidak enak ketika melihat senyuman Mira barusan.
"Apa kau mau bermain dengan ku?" ucap Mira sambil menatap lurus ke arah Edrea.
Bersambung
__ADS_1