Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Akan ku bawa mereka kembali


__ADS_3

Edrea yang tahu bahwa ia telah melakukan kesalahan, lantas bangkit dari posisinya kemudian melangkahkan kakinya dengan bergegas menyusul kepergian Kiera yang ia harap belum terlalu jauh agar tidak kehilangan langkah kaki Kiera. Edrea menatap sekitaran area lorong Apartemen, namun Kiera sudah tak ada di manapun. Membuatnya lantas menjadi kesal dan kemudian melangkahkan kakinya kembali menuju ke arah lobi dan kembali berharap Kiara masih ada di sana saat ini.


Edrea yang sudah menuruni setiap anak tangga tanpa menggunakan lift menuju ke arah lobi, lantas terlihat berkacak pinggang sambil menatap sekitaran area luar. Entah dilihat dari manapun tetap saja Edrea tidak menemukan keberadaan Kiera, membuat Edrea lagi-lagi berdecak dengan kesal karena sudah kehilangan jejak langkah kaki Kiera padahal Kiera baru saja pergi tak selang beberapa menit ketika ia memutuskan untuk menyusul Kiera.


"Argh...."


Sampai akhirnya Edrea yang sudah lelah terus berlarian ke sana kemari mengikuti langkah kaki Kiera yang sudah tidak lagi terlihat pada akhirnya memutuskan untuk berteleportasi langsung ke perpustakaan dan menunggu Kiera di sana.


**


Perpustakaan


Di luar gedung perpustakaan terlihat Edrea tengah menyenderkan tubuhnya pada tembok gedung di seberangnya. Sambil menatap dengan tatapan penuh menelisik ke arah gedung perpustakaan Edrea menunggu kedatangan atau bahkan kepergian Kiera dengan penuh teliti, Edrea menghela napasnya dengan panjang beberapa kali kemudian menatap kembali ke arah perpustakaan, menunggu seperti ini ternyata cukup membosankan juga.


Edrea terlihat sedikit mengambil langkah kaki kecil kemudian kembali duduk dan bangkit lagi, sedikit pemanasan dan duduk lagi. Hingga mungkin sekitar dua jam kemudian Kiera terlihat melangkahkan kakinya keluar dari gedung perpustakaan dimana saat itu suasana langit sudah berubah menjadi gelap dan tentu dengan suasananya yang sedikit sepi karena mengingat area perpustakaan kota bukanlah terletak di dekat gedung perkantoran atau bahkan pusat perbelanjaan yang biasanya ramai di lewati beberapa orang, hanya untuk sekedar nongkrong ataupun pulang bekerja.

__ADS_1


Edrea yang melihat Kiera mulai melangkahkan kakinya menyusuri area bahu jalan, lantas mulai mengikuti langkah kaki Kiera dari seberang jalan agar Kiera tidak menyadari akan kehadirannya yang sedari tadi mengikuti arah langkah kaki kemana Kiera pergi. Sambil terus mengikuti langkah kaki Kiera dari kejauhan Edrea terus menatapi setiap gerak-gerik Kiera dan juga sekitarnya.


"Harusnya jika di tempat sepi seperti ini dia akan muncul, bukan?" ucap Edrea dalam hati sambil terus menatap ke arah dimana Kiera berada.


Sampai kemudian entah langkah yang ke berapa kalinya Edrea ambil ketika mengikuti kemana langkah kaki Kiera pergi. Ketika Kiera sampai pada sebuah gang yang sempit dimana Edrea sendiri tidak tahu dimana itu, manik mata Edrea menangkap sebuah bayangan hitam yang terlihat mengikuti langkah kaki Kiera dari kejauhan. Edrea yang mulai curiga akan sosok pria tersebut lantas semakin mempercepat langkah kakinya dan mendekat ke arah dimana Kiera berada.


Hingga kemudian ketika Kiera sampai di gang buntu, Kiera terlihat menghentikan langkah kakinya begitu pula Edrea yang langsung merunduk dan bersembunyi di balik tong yang terletak tak jauh dari Kiera dan juga sosok bayangan hitam tersebut.


"Dimana kamu? Bukankah kamu mengatakan akan membawa Santi jika aku bersedia datang kemari? Hei..." teriak Kiera kemudian yang lantas membuat Edrea sedikit mengernyit dan bertanya-tanya akan teriakan Kiera barusan.


Edrea yang sama sekali tidak mengerti akan maksud dari teriakan Kiera hanya bisa mengintip dari balik tong sambil bertanya-tanya apa tujuan dan maksud sebenarnya Kiera datang kemari. Jika yang Edrea dengar Kiera terus meneriaki dan menyebut nama Santi. Dimana Santi adalah nama saudara sepupunya yang menghilang beberapa waktu lalu. Hingga kemudian sebuah suara langkah kaki yang terdengar menggema di sana mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Kiera, membuat Kiera dan juga Edrea lantas langsung menoleh ke arah sumber suara.


Kiera yang melihat pria tersebut tentu saja langsung mengambil langkah kaki mundur secara perlahan namun terhenti ketika kakinya mentok dan tidak lagi bisa bergerak karena gang tersebut buntu. Kiera menoleh ke arah belakang ketika langkah kakinya tidak lagi bisa bergerak membuatnya sedikit panik, namun sebisa mungkin Kiera tahan agar tidak terlalu terlihat oleh pria bertudung tersebut.


"Dimana kamu membawa Santi?" tanya Kiera kemudian mencoba untuk memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


Mendapat pertanyaan tersebut membuat sosok pria bertudung itu lantas tersenyum, yang tentu saja tidak akan bisa dilihat oleh Kiera karena ia mengenakan penutup wajah yang hanya terlihat manik matanya saja.


"Jika kamu ingin bertemu dengan Santi, maka ikutlah dengan ku..." ucap sosok pria bertudung hitam tersebut yang lantas membuat Kiera terdiam seketika.


Kiera yang bingung harus mengambil keputusan apa, lantas terlihat merogoh tasnya dan menyalakan ponselnya secara diam-diam seperti tengah melakukan sesuatu yang tentu saja membuat Edrea dan juga sosok pria tersebut tidak mengerti apa yang tengah dilakukan oleh Kiera saat ini.


"Baiklah aku akan ikut dengan mu!" ucap Kiera kemudian yang lantas membuat sosok pria itu tersenyum.


Setelah mendengar jawaban dari Kiera barusan lantas membuat keduanya mulai melangkahkan kakinya pergi meninggalkan area gang buntu tersebut. Sedangkan Edrea yang melihat keduanya berlalu pergi lantas hendak berusaha mengejar Kiera dan mengingatkan bahwa jalan yang ia ambil saat ini adalah salah. Namun kemudian langkah kakinya terhenti ketika sebuah bunyi notifikasi terdengar menggema pada ponsel miliknya, membuat Edrea langsung berdecak dengan kesal namun masih sambil mengambil ponsel tersebut dari sakunya.


Edrea yang melihat suatu notifikasi tak biasa pada layar ponselnya lantas langsung terkejut seketika. Edrea benar-benar tidak menyangka bahwa pada beranda ponselnya terdapat notifikasi letak sekaligus posisi akurat keberadaan dari Kiera, tidak hanya itu saja bahkan ponsel kita bisa mengakses dan mengetahui apa saja yang tengah dilakukan oleh seseorang teman yang terhubung dengan kita.


Edrea yang mendapat notifikasi tersebut tentu saja langsung terdiam. Hingga kemudian sebuah ingatan tentang Kiera yang meminjam ponselnya serta meminta ijin untuk mengunduh sebuah aplikasi pada ponselnya, lantas membuat Edrea mulai mengerti apa yang ingin Kiera lakukan sebenarnya pada saat itu. Kiera yang seperti bisa merasakan akan datangnya hari ini, membuatnya lantas berjaga-jaga agar terhindar dari kasus yang sedang marak belakangan ini tentang penemuan mayat dengan tangan yang hilang satu.


Edrea yang seakan tahu apa yang harus ia lakukan lantas tersenyum dan sedikit lebih lega, setidaknya Kiera sudah mempunyai antisipasinya tanpa harus ia kembali kehilangan jejak seperti waktu mencari keberadaan Lidia waktu itu.

__ADS_1


"Aku akan pastikan bahwa kali ini akan ku bawa Kiera dengan selamat beserta tangan Lidia yang hilang." ucap Edrea dengan nada yang yakin.


Bersambung


__ADS_2