Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Melakukan proses penjemputan


__ADS_3

Stasiun pemberhentian


Arya yang mendapat pesan dari sistem untuk penjemputan arwah lantas terlihat melangkahkan kakinya menuju ke arah ruangan Barra, hanya saja ketika ia sampai di sana ruangan Barra terlihat kosong tidak ada siapapun di sana, membuat Arya lantas menghela napasnya dengan panjang karena ia selalu saja mendapati ruangan Barra kosong ketika ia ada perlu dengan Barra.


Arya yang tak menjumpai Barra di ruangannya lantas hendak berputar arah namun langkah kakinya kembali terhenti ketika ia malah berpapasan dengan Max di sana. Max yang melihat kehadiran Arya di ruangan Barra, lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung akan kehadiran Arya di ruangan ini.


"Apa kau perlu sesuatu?" tanya Max kemudian.


"Aku perlu ijin tuan Barra untuk melakukan penjemputan arwah, hanya saja tuan Barra tidak ada di ruangannya." ucap Arya menjelaskan.


"Biar aku yang melakukannya, tuan sudah memberikan ijin kepadaku kau tidak perlu ragu." ucap Max sambil menengadahkan tangan meminta iPad yang ada di tangan Arya saat ini.


Arya yang mendengar perkataan dari Max barusan hanya bisa memutar bola matanya dengan jengah. Sambil berdecak dengan kesal Arya kemudian mulai memberikan iPad tersebut kepada Max, membuat Max langsung menerimanya dan mulai membaca singkat informasi tentang arwah yang akan di jemput oleh Arya. Setelah memastikan segalanya aman dan juga lulus barulah Max memberikan ijin untuk melakukan penjemputan kepada arwah tersebut.


Setelah selesai dengan perijinan yang diminta oleh Arya barulah Max memberikan kembali iPad tersebut kepada Arya, agar Arya langsung bisa memulai prosesnya.


"Apa kau membutuhkan teman untuk bergabung?" ucap Max sambil memberikan iPad tersebut kepada Arya.


"Tidak terima kasih" jawab Arya dengan singkat sambil menerima iPad tersebut.

__ADS_1


Mendengar penolakan dari Arya barusan tentu saja membuat Max kesal, hanya saja bukan Max namanya jika menyerah begitu saja meski sudah mendapat satu penolakan dari Arya barusan.


"Mengapa kau pelit sekali? Bukankah jika kau membawaku juga kita bisa pergi ngopi setelah selesai bertugas?" ucap Max kemudian dengan nada yang coba merayu Arya.


Bukan tanpa alasan atau kurang kerjaan Max melakukan hal tersebut. Hanya saja ia terlalu lelah akan tugas yang setiap harinya tidak ada jeda dan juga terus-menerus terjadi. Membuat Max sesekali ingin menikmati waktu santai disela-sela pekerjaannya yang bertumpuk. Arya yang mendengar perkataan dari Max barusan lantas menghela napasnya dengan panjang, mengapa jika Max membahas tentang kopi Arya selalu saja tergiur dan ini sudah kesekian kalinya. Pada akhirnya membuat Arya malah mengiyakan perkataan Max dan membiarkannya untuk ikut bersamanya melakukan penjemputan arwah tersebut.


Max yang mendapat persetujuan tentu saja langsung bahagia bukan main. Max yang merasa senang telah berhasil membujuk Arya, kemudian lantas langsung menggandeng tangan Arya agar segera bergerak dan berlalu pergi dari sana. Membuat Arya yang ditarik oleh Max hanya bisa diam sambil terus mengikuti arah tarikan Max yang membawanya menuju tempat penjemputan.


***


Rumah Sakit


Max dan Arya lantas terlihat melangkahkan kakinya menyusuri area koridor Rumah sakit menuju ke suatu tempat dimana kemungkinan arwah yang akan mereka jemput berada di sana. Sambil mengikuti jejak dari gps pada iPad di tangan Arya, keduanya kemudian terus melangkahkan kakinya menyusuri area Rumah sakit tersebut.


Ketika sinyal pada gps semakin menguat, langkah kaki keduanya lantas terhenti seketika pada sebuah ruang perawatan yang berada di kiri mereka. Membuat Arya dan juga Max yang merasakan hal serupa lantas saling pandang antara satu sama lainnya. Arya yang paham akan maksud dari tatapan Max kepadanya lantas dengan spontan mengangguk seakan mengiyakan pemikiran Max jika arwah tersebut berada di dalam ruangan tersebut.


Dengan langkah kaki yang perlahan keduanya kemudian lantas masuk ke dalam ruangan tersebut dan bersiap untuk menjemput arwah yang sedari tadi mereka cari keberadaannya.


"Andi Hermawan, kehidupan mu di dunia ini sudah berakhir. Kami datang untuk menjemput mu dan membawa mu ke tempat yang jauh lebih baik daripada dunia ini, ikutlah dengan kami sekarang." ucap Arya sambil menatap ke arah iPad yang saat ini tengah berada di tangannya.

__ADS_1


Disaat Arya tengah sibuk membaca informasi tentang arwah yang mereka jemput, sedangkan Max yang juga ikut masuk ke dalam ruangan tersebut melihat Edrea ada di sana, membuat Max lantas terkejut seketika sehingga Arya dengan spontan mendongak menatap ke arah depan begitu mendengar perkataan dari Max barusan yang memanggil nama seseorang di ruangan ini.


"Edrea apa yang kamu lakukan di sini?" ucap Max dengan nada yang terkejut begitu melihat Edrea tengah berhadapan dengan sosok arwah yang akan keduanya jemput.


"Arya... Max... apa kalian datang untuk menjemput Andi?" ucap Edrea balik bertanya kepada keduanya tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan dari Max barusan.


Andi yang melihat ketiganya sedikit aneh lantas hanya bisa menatap ke arah ketiganya secara bergantian sambil bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di sini, mengapa mereka malah sibuk dengan keterkejutan mereka masing-masing?


Sedangkan Max yang kembali mendapat pertanyaan dari Edrea barusan tentu saja hanya bisa menghela napasnya dengan panjang. Melihat Edrea berdiri diantara ia dan arwah tersebut, Max yakin pasti akan ada drama terbaru yang akan terjadi sebentar lagi. Membuat Max lantas berdecak dengan kesal karena ia pasti harus kembali menyelesaikan sesuatu masalah yang akan kembali dilakukan oleh Edrea seperti sebelum-sebelumnya, dan Max yakin kali ini pun juga akan sama.


"Jangan kembali membuat masalah Re..." ucap Max kemudian yang langsung membuat bola mata Edrea membulat seketika disaat mendengar tuduhan Max barusan.


"Berhenti menuduh ku seperti itu Max, apa kau tidak bisa melihat pakaian apa yang sedang aku gunakan saat ini?" ucap Edrea dengan nada yang kesal sambil menunjuk ke arah baju pasien yang saat ini sedang ia gunakan.


Max yang melihat arah tunjuk Edrea hanya bisa menghela napasnya dengan panjang. Hingga kemudian sebuah suara lantas membuat semua orang yang ada di sana langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Ada apa kalian semua berkumpul di sini?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2