
"Apa yang sudah kau lakukan Bar? Tidakkah dengan membiarkannya hidup akan malah menambah masalah yang baru lagi?" ucap sebuah suara yang tiba-tiba terdengar dan membuat Barra langsung berbalik badan dengan seketika disaat mendengar suara tersebut menggema di telinganya.
Barra yang melihat suara itu berasal dari Mira, lantas hanya tersenyum menanggapi perkataan Mira barusan. Barra tidak menjelaskan apa detailnya namun ia mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Mira untuk menjelaskan segalanya. Mira yang melihat Barra melangkahkan kakinya mendekat ke arahnya, lantas mengambil posisi bersendekap dada sambil menatap tajam ke arah Barra. Saat ini Mira benar-benar menanti jawaban dari Barra akan alasan dari keputusan yang telah ia ambil mengenai Dora.
"Bukankah kau juga melakukan hal yang sama kepada pelaku dari korban tabrak lari kala itu, aku hanya melakukan tugasku. Lalu mengapa kamu sewot sekali?" ucap Barra dengan nada yang santai sambil menatap ke arah Mira saat ini.
"Apa yang aku lakukan berbeda dengan apa yang kamu lakukan, jangan terus berputar-putar dan jelaskan apa alasannya sekarang juga!" ucap Mira dengan nada yang kesal karena jawaban dari Barra sama sekali tidak memuaskannya.
Mendengar perkataan Mira yang seperti kesal kepadanya, membuat Barra lantas tersenyum dengan tipis ke arah Mira. Kemudian kembali menatap Mira dengan tetapan yang menelisik dan membuat Mira bertanya-tanya akan maksud dari tatapan Barra kepadanya.
"Aku tidak membiarkan dia hidup tanpa sebuah alasan, jika kamu ingin mengetahui alasan apa yang aku simpan maka ikutlah denganku sekarang dan akan aku tunjukkan alasan apa yang mendasari ku melakukan hal tersebut kepada dia." ucap Barra kepada Mira dengan nada yang datar membuat Mira lantas bertanya-tanya akan maksud dari ucapan Barra barusan.
Barra yang tidak lagi mendengar jawaban dari Mira kemudian lantas menarik tangannya agar mengikuti langkah kaki Barra dan membawa Mira berteleportasi ke suatu tempat untuk menunjukkan sesuatu kepadanya. Barra yakin setelah Mira melihat apa yang akan ia tunjukkan Mira tidak akan lagi melakukan protes kepadanya.
__ADS_1
***
Di sebuah ruang Unit Gawat Darurat Terlihat seorang wanita sedang mendapatkan pertolongan pertama setelah didorong dengan langkah kaki yang tergesa dari arah koridor Rumah sakit. Dora benar-benar sudah merasa tidak sanggup menahan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya. Dora bahkan sempat berpikir bahwa ia saat ini akan mati, namun sayangnya walau rasa sakit yang menyerang tubuhnya menjalar ke seluruh tubuhnya anehnya Dora bukannya langsung menerima kematiannya, rasa sakit Dora malah kian bertambah lagi dan lagi.
Baju Dora kini bahkan sudah terlihat berlumuran dengan noda darah akibat dari dirinya yang terus-terusan memuntahkan darah segar dari mulutnya, membuat beberapa tenaga medis yang berusaha menyelamatkannya terlihat kewalahan dengan keadaan Dora saat ini.
"Carikan stok darah AB negatif sekarang juga!" ucap seorang Dokter yang memberikan perintah kepada seorang suster.
Mendapat perintah dari Dokter barusan, lantas membuat seorang suster berlarian keluar dari ruang Unit Gawat Darurat yang saat itu kebetulan tengah berdiri Barra dan juga Mira di area sana. Membuat keduanya hampir saja bertabrakan jika Mira tidak sigap dan bergeser sedikit ke sebelah.
Barra yang tahu akan maksud dari tatapan Mira kepadanya, lantas tersenyum sambil mengangguk dengan perlahan seakan mengiyakan tentang apa yang saat ini sedang ada di dalam pikiran Mira tentang sosok dari wanita yang terbaring lemah di brankar pasien itu.
"Aku membiarkannya hidup bukan untuk memberikannya kesempatan melainkan untuk ia menyadari segala kesalahan yang telah ia berbuat di dunia ini. Meskipun ia hidup kali ini bukan berarti ia bisa bebas melakukan apapun karena racun yang ia minum sudah menyebar ke seluruh tubuhnya dan akan menyebabkan kelumpuhan total pada tubuhnya. Dia tidak akan bisa menggerakkan tubuhnya dan hanya bisa terbaring di ranjang selama masa hidupnya. Tidak sampai di sana saja, karena cara meminum racunnya yang terkesan sembarangan dan ia tenggak secara begitu saja, membuat pita suara miliknya terluka dan tidak akan bisa berfungsi lagi. Bukankah ini adalah balasan yang tepat untuknya? Daripada harus membiarkannya mati tanpa merasakan balasan yang setimpal di dunia ini." ucap Barra menjelaskan segala maksud dan tujuannya membiarkan Dora untuk hidup.
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari Barra yang panjang kali lebar kali tinggi itu membuat Mira lantas terdiam seketika. Mira benar-benar tidak menyangka bahwa apa yang dilakukan oleh Barra benar-benar telah melewati pemikiran yang panjang dan juga matang. Tidak sembarangan dilakukan dan juga di ambil dengan langkah yang tergesa-gesa, membuat Mira yang baru saja mengetahui alasannya lantas merasa bersalah karena ia telah menuduh Barra sebelumnya tanpa mencari tahu terlebih dahulu tentang segalanya.
Mira menatap ke arah Dora yang terlihat begitu tersiksa tersebut hingga air mata tak henti-hentinya keluar dari sudut mata Dora. Sepertinya wanita itu benar-benar sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya hingga ia terlihat begitu menyedihkan saat ini.
"Ternyata aku sudah salah sangka kepada Barra." ucap Mira dalam hati sambil menatap lurus ke arah Dora.
Barra yang tak kunjung mendengar suara Mira lantas langsung menoleh ke arah Mira dan melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Mira. Barra benar-benar tahu bahwa kali ini Mira pasti tengah terharu atau malah tercengang akan langkah yang telah ia ambil saat ini. Seulas senyum terbit dari wajah Barra ketika melihat raut wajah Mira yang penuh dengan penyesalan itu.
"Apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu saat ini Mir?" ucap Barra kemudian dengan nada yang menyindir.
Mendapat pertanyaan tersebut dari Barra lantas membuat Mira langsung menoleh ke arahnya dengan seketika. Mira kemudian terlihat memutar bola matanya dengan jengah ketika ia tahu dengan betul bahwa saat ini Barra pasti minta untuk dipuji. Membuat Mira kemudian lantas membalikkan badannya dan mulai melangkahkan kakinya keluar dari sana, Barra yang melihat kepergian Mira kemudian mulai bertanya-tanya. Barra lantas menyusul langkah kaki Mira yang mulai menjauh dan meninggalkannya di sana.
Hingga ketika langkah kakinya terhenti ketika ia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang, membuat Barra langsung terdiam mematung di tempatnya ketika ia merasakan sesuatu akibat dari tabrakan tersebut.
__ADS_1
"Ada apa ini?" ucap Barra dengan kebingungan ketika tanpa sengaja mendapat sebuah gambaran tentang sesuatu.
Bersambung