Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Barang baru


__ADS_3

Edrea yang baru saja melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat, lantas tanpa sadar melempar ponselnya begitu saja. Kali ini Edrea benar-benar dibuat terkejut akan sesuatu yang ada di tempat tersebut membuatnya bahkan tidak lagi bisa berkata-kata.


"Astaga, apa itu!" pekik Edrea yang terkejut.


Edrea yang sadar ponselnya terjatuh lantas langsung mengambil posisi jongkok dan mulai meraba area sekitar mencoba mencari keberadaan ponselnya di lantai. Hingga ketika tangannya berhasil menjangkau ponsel miliknya di bawah, dengan bergegas Edrea langsung mengarahkan ponsel miliknya pada area sekitaran ruangan tersebut untuk memastikan bahwa yang ia lihat bukanlah hanya sebuah halusinasinya semata.


Sambil mengarahkan senter di ponselnya ke arah depan, Edrea mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana sebuah Almari kaca dengan berpuluh-puluh sap terlihat berdiri kokoh memutari area ruangan tersebut. Bukan karena bentuk Almari tersebut yang membuat Edrea terkejut, hanya saja isi dari setiap kotak pada bagian Almari tersebut membuat Edrea menatap tak percaya ketika langkah kakinya kian mendekat ke arah Almari tersebut.


Dalam setiap kotaknya terlihat begitu banyak potongan tangan yang berjajar rapi di sana, jika melihat dari teksturnya dan juga aroma ruangan tersebut yang sama sekali tidak berbau busuk. Sepertinya potongan tangan-tangan tersebut sudah di awetkan dan di bentuk layaknya sebuah patung namun hanya bagian tangannya saja. Edrea menutup mulutnya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Dengan langkah kaki yang semakin mendekat, Edrea kemudian terhenti ketika ia berdiri tepat di depan Almari kaca tersebut. Ada setiap nama dan juga foto perempuan di setiap bagian kotak kaca dalam lemari tersebut, membuat Edrea baru menyadari jika kemungkinan foto dan juga nama tersebut merupakan si pemilik tubuh.


"Mungkinkah ini..." ucap Edrea dengan nada yang terkejut.


Edrea yang tak ingin menerka-nerka akan apa yang tengah terjadi, lantas langsung mencari setiap kotak kaca dalam lemari tersebut. Hingga sebuah nama yang tak asing di ingatannya kemudian membuat gerakan tangan Edrea terhenti seketika. Tangan Edrea nampak bergetar ketika melihat nama Lidia tertulis dengan jelas di sana, melihat tangan kiri teman masa kecilnya yang diawetkan seperti itu, membuat Edrea benar-benar tidak tega membayangkan bagaimana ketika penjahat tersebut memotong tangan Lidia dengan keji dan membuatnya sebagai bentuk kerajinan seperti ini.


"Dasar manusia gila!" ucap Edrea dengan nada penuh penekanan.


Edrea yang sudah tidak lagi bisa menahannya lantas berusaha membuka kotak kaca tersebut. Membuat Edrea yang tahu kotak itu terkunci lantas langsung menggedor-gedor kotak kaca tersebut berusaha untuk membukanya. Hingga ketika Edrea sudah tidak lagi sabar karena kotak tersebut yang tak kunjung terbuka juga, membuatnya lantas mengumpul segala energi di tangannya dan langsung menggebraknya dalam sekali hentakan.

__ADS_1


Cetar.....


Suara beberapa serpihan kaca yang langsung berhamburan ketika pecah terkena energi Edrea sama sekali tidak membuat Edrea kesakitan atau terkejut. Padahal beberapa serpihan ada yang menancap dan tertinggal di tangannya, namun karena Edrea yang terlanjur fokus akan tangan Lidia lantas sama sekali tidak merasakan hal itu.


"Aku akan membawanya kembali ke tubuh mu Lid... Beristirahatlah dengan tenang." ucap Edrea sambil memegang dengan erat potongan tangan Lidia.


Edrea terlihat mengusap air matanya dengan kasar kemudian menghela napasnya dengan panjang. Sambil mencoba untuk fokus Edrea berusaha mentransfer potongan tangan Lidia kembali ke tubuhnya. Sampai ketika Edrea sudah merasa lebih tenang barulah ia membuka kelopak matanya secara perlahan dan tersenyum menatap ke arah potongan tangan Lidia.


"Semoga setelah ini kamu bisa pergi dengan tenang Lid..." ucap Edrea memberi salam perpisahan.


***


Sementara itu di salah satu ruangan yang terletak pada bangunan rumah yang sama dimana tempat Edrea berada, terlihat Kiera sudah berada di atas ranjang dengan posisi tangan dan kakinya terikat di masing-masing sisi ranjang. Di lain sisi di sudut ruangan tersebut terlihat seorang pria yang mengenakan tudung hitam tengah mempersiapkan beberapa peralatan untuk memulai aksinya.


Di atas meja tertata dengan rapi berbagai macam pisau lengkap dengan gergaji pemotong kayu baik dengan ukuran kecil maupun dalam ukuran yang besar. Pria itu nampak tersenyum dari balik topengnya sambil mencoba memilih pisau mana yang akan ia gunakan untuk melakukan aksinya saat ini.


"Sepertinya gergaji kecil ini tidak akan terlalu menimbulkan efek sakit pada gadis manis itu." ucapnya dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


Sambil mengambil gergaji tersebut pria itu lantas mulai mengelapnya secara perlahan membersihkan beberapa noda darah yang masih menempel pada gigi gergaji yang ia pegang. Hingga ketika ia tengah sibuk mempertajam gergaji di tangannya, sebuah alarm yang berasal dari ponsel miliknya lantas langsung menghentikan gerakan tangannya.


Pria itu yang tahu dengan betul arti dari bunyi alarm tersebut, lantas langsung meletakkan begitu saja gergaji di tangannya dan buru-buru membuka layar ponselnya untuk melihat rekaman kamera pengawas yang terletak di ruang penyimpanannya.


**


Tepat ketika layar ponselnya terbuka, melihat ada seorang tamu tak di undang masuk ke dalam ruang penyimpanannya, lantas membuat pria itu mengernyit dengan seketika seakan bertanya-tanya siapa yang baru saja masuk ke dalamnya.


"Siapa dia?" ucapnya pada diri sendiri sambil terus menatap ke arah layar ponsel miliknya.


Pria itu terlihat memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh Edrea saat ini. Beberapa menit memperhatikan tingkah Edrea, membuat pria tersebut sedikit kebingungan karena merasa ada yang aneh dengan gadis yang masuk tanpa ijin di dalam ruangannya itu. Ada beberapa hal mistis yang sama sekali tidak masuk di akal Pria tersebut, membuatnya tak pernah melepas pandangannya kepada Edrea dan terus menatap Edrea dengan tatapan yang intens seakan mencari tahu lebih detail lagi tentang Edrea.


Sambil memperbesar gambar pada layar ponsel miliknya tersebut, Pria itu yang melihat potongan tangan berhasil menghilang dari telapak tangan Edrea lantas semakin dibuat tidak percaya dan tentu saja terkejut. Pria itu bahkan sampai mengucek matanya beberapa kali seakan tengah meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang ia lihat barusan bukanlah sebuah halusinasi semata. Seulas senyum kemudian lantas terbit dari wajah Pria itu yang pastinya tidak akan pernah bisa terlihat orang lain karena ia memakai tudung di kepalanya. Disaat keadaan tersenyum itu ada sebuah pemikiran yang mendadak terlintas di benaknya ketika pria itu melihat segala hal yang di lakukan oleh Edrea saat ini.


"Sepertinya aku mempunyai barang baru yang bagus."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2