Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Kita telah menemukannya


__ADS_3

"Mengajak mu pergi bersenang-senang!" ucap Mira kemudian dengan tawa kecil di akhir kalimatnya membuat Edrea lantas langsung menelan salivanya dengan kasar begitu mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Mira barusan.


Edrea bahkan benar-benar trauma akan kata bersenang-senang yang selalu saja keluar dari mulut Mira karena bersenang-senang yang ada dalam pikiran Mira sama sekali tidak sama dengan bersenang-senang dalam pikiran Edrea. Edrea yang tidak ingin kejadian beberapa waktu yang lalu terulang kembali lantas berusaha untuk melepaskan pitingan tangan Mira dari lehernya, namun pitingan Mira yang terlalu kuat sama sekali tidak bisa membuat Edrea lolos dari sana malah semakin terasa menguat hingga membuat Edrea berdecak kesal karenanya.


"Lepaskan aku Mira... Aku tidak ingin pergi bersamamu!" ucap Edrea dengan nada yang kesal sambil berusaha lepas dari Mira.


"Tidak akan pernah sebelum kamu ikut denganku hahaha..." ucap Mira dengan tawa yang menggema membuat Edrea semakin mendengus dengan kesal ketika mendengar hal tersebut.


Meski Edrea terus saja mengatakan tidak ingin pergi namun sama sekali tidak menyurutkan Mira untuk menarik Edrea dan membuatnya mengikuti kemanapun Mira membawanya. Sambil tetap memiting Edrea agar tidak bisa lepas dan kabur darinya, Mira kemudian mulai menjentikkan jari tangannya dan berteleportasi ke suatu tempat yang tidak akan pernah Edrea bayangkan sebelumnya.


***


Di sebuah jalan raya yang terletak di salah satu kota terlihat sebuah mobil sedang melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan siang itu. Satu persatu mobil yang ada di hadapannya nampak ia salip dengan ugal-ugalan, membuat beberapa pengemudi yang terkejut akan kehadiran mobil tersebut yang tiba-tiba, nampak membunyikan klakson dengan kencang karena kesal akan si pengemudi mobil yang ugal-ugalan.


Sayangnya mobil yang melaju dengan kencang ternyata bukanlah satu-satunya di sana, tidak hanya mobil tersebut saja melainkan di bagian belakangnya disusul beberapa mobil polisi yang juga ikut mengejar mobil yang terlihat ugal-ugalan tersebut. Membuat beberapa pengemudi lainnya lantas langsung minggir ke arah bahu jalan dengan seketika begitu mendengar sirine mobil polisi yang berbunyi dengan keras dan mengejutkan pengemudi sekaligus pengguna jalanan tersebut.

__ADS_1


Nampaknya saat ini tengah terjadi kejar-kejaran antara mobil sedan berwarna putih dengan beberapa mobil polisi yang terus mengikuti laju kecepatan mobil sedan tersebut sekaligus mencoba untuk menghentikannya. Sebuah sirine yang berbunyi cukup keras berganti dengan suara berat yang terdengar menyuarakan kepada pengemudi mobil sedan di depan untuk menepikan mobilnya dan menyerahkan diri karena ia telah di kepung saat ini.


"Untuk pengemudi mobil sedan berwarna putih dengan no polisi N.9850.XX silahkan menepi sekarang juga dan menyerahkan diri dengan sukarela. Anda telah di kepung saat ini!" ucap suara tersebut yang terdengar begitu keras.


Namun sayangnya walau suara berat polisi tersebut sudah berbunyi selama beberapa kali tetap saja tidak di gubris oleh penghuni sedan tersebut malah semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berkelok-kelok, membuat beberapa polisi nampak kewalahan dan terkecoh akan aksi dari pengemudi sedan tersebut.


Beberapa mobil polisi terlihat ada yang hampir menabrak area pertokoan karena ulah pengemudi sedan tersebut, membuat situasi di area jalanan tersebut semakin kacau dan juga tak terkendali. Hingga kemudian mobil polisi yang mengikuti mobil sedan tersebut hanya tersisa satu mobil saja, yang lantas membuat seulas senyuman nampak keluar dari wajah si pengemudi sedan tersebut.


Raut wajah si pengemudi yang sama sekali tak merasa bersalah itu terus menginjak pedal gasnya sambil sesekali melirik ke arah kursi penumpang, di mana di sana terlihat potongan kepala seorang pria paruh baya lengkap dengan darah segar di sekitarannya.


**


Sementara itu Edrea dan juga Mira yang baru saja sampai ketika berteleportasi dari Stasiun pemberhentian, keduanya nampak langsung muncul di dalam mobil yang Edrea sendiri tidak tahu mobil milik siapa itu. Namun posisi Mira yang sudah ada di kursi pengemudi, membuat Edrea terkejut begitu Mira langsung menancap gasnya dengan kecepatan yang tinggi tanpa aba-aba sama sekali.


Edrea yang terkejut akan hal itu lantas berusaha memasang sabuk pengamannya dan mencari pegangan. Ini adalah kedua kalinya Edrea di bawa ke dalam mobil yang di kendarai oleh Mira dan kesannya tetaplah buruk. Mira benar-benar seorang pengemudi yang buruk hingga membuatnya mual karena Mira yang terus mengelok-kelokkan mobilnya melewati satu persatu mobil di jalanan tersebut. Edrea yang sudah hampir memuntahkan isi perutnya lantas langsung menutup mulutnya menggunakan tangan seakan berusaha untuk menahannya, namun karena ia sudah tidak bisa lagi menahannya Edrea yang sudah tidak tahu lagi harus bagaimana lantas langsung membuka kaca jendela mobil tersebut dan memuntahkan isi perutnya begitu saja, membuatnya langsung berceceran di jalan raya dan terbawa angin mengenai beberapa pengguna jalan yang tengah melintas saat itu. Benar-benar menjijikkan!

__ADS_1


"Maaf!" ucap Edrea dengan lirih sambil menatap beberapa orang yang terkena muntahannya kemudian dengan spontan langsung menutup kaca mobil tersebut karena takut orang-orang itu akan marah begitu mengetahui ini adalah ulahnya.


Di saat Edrea tengah ketakutan akan amarah beberapa orang yang terkena muntahannya sebuah suara tawa dengan keras lantas terdengar menggema di dalam mobil tersebut, membuat Edrea dengan spontan berbalik badan dan menatap dengan tajam ke arah Mira begitu mengetahui pemilik tawa tersebut adalah Mira.


"Apa kau sudah gila Mir?" ucap Edrea dengan nada yang kesal kepada Mira namun Mira yang seakan menikmati hal ini sama sekali tidak merespon kata-kata Edrea dengan kasar.


"Ayolah Re.... Bersenang-senanglah sedikit dan jangan terlalu kaku. Hidup itu perlu untuk dinikmati, bukan?" ucap Mira dengan nada yang santai.


Mendengar perkataan dari Mira barusan tentu saja membuat Edrea jengkel sekaligus kesal karena Mira menganggap semuanya hanya lelucon saja. Niat hati ingin melupakan apa yang terjadi dengannya dan juga Barra beberapa waktu lalu, malah dibuat kesal dan juga dongkol akan sikap Mira yang tiba-tiba tanpa menjelaskan sesuatu apapun malah mengajaknya bermain kebut-kebutan seperti ini dengan hanya bermodalkan kata bersenang-senang saja sedari tadi.


"Menikmati gundul mu... Mual iya, tepikan mobilnya aku hendak turun sekarang juga!" ucap Edrea dengan nada yang memaksa namun membuat Mira langsung menoleh ke arahnya dengan seketika.


"Tidak bisa karena kita telah menemukan dia!" ucap Mira yang lantas membuat Edrea kebingungan.


"Dia siapa?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2