Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Mengacaukan segalanya


__ADS_3

"Aku rasa jika melihat dari wajah mu, aku tidak melihat adanya raut wajah yang pasrah atau keinginan untuk bunuh diri, apa kau tengah berakting disini?" tanya Dora kemudian yang lantas membuat Edrea terkejut seketika.


Edrea terdiam sejenak mencoba untuk berpikir jawaban apa yang akan ia katakan kepada mereka. Tatapan dari semua orang nampak tertuju ke arahnya, membuat nyali Edrea semakin ciut ketika melihat tatapan dari yang lainnya. Edrea menghela nafasnya dengan panjang kemudian mulai menatap ke arah ketiganya secara bergantian.


"Aku memang datang bukan untuk melakukan bunuh diri melainkan untuk menyelamatkan kalian semua." ucap Edrea pada akhirnya.


Mendengar ucapan Edrea yang melantur membuat yang lainnya langsung menatap ke arah satu sama lain, seakan tidak terlalu percaya akan ucapan Edrea barusan yang terkesan aneh. Edrea yang memang sudah tertangkap basah pada akhirnya mau tidak mau mengakui niat kedatangannya. Berbohong pun akan percuma karena tidak akan ada yang percaya ditambah lagi dengan adanya Bram disini, membuat Edrea benar-benar tidak bisa lagi terus bersandiwara.


"Kamu jangan bercanda ya! Saya bahkan sudah membulatkan tekad untuk melakukan ini, namun kamu malah ingin mengacaukannya begitu saja." ucap Tayo dengan nada yang kesal.


"Apapun alasan yang mendasari kalian untuk melakukan tindakan bunuh diri, semua itu tidaklah benar. Kita bisa memulainya kembali lagi dan lagi asalkan kalian semua mau berusaha dan bekerja keras semuanya akan terasa lebih mudah." ucap Edrea mencoba untuk meyakinkan yang lainnya agar tidak melakukan tindakan bunuh diri ini.


"Kau tidak tahu apapun Rea, jadi hentikan sikap heroik mu itu!" ucap Bram yang mulai lelah akan tingkah Edrea yang seperti itu.


Edrea yang mendengar perkataan Bram, lantas mendekat ke arah Bram dan menatapnya dalam-dalam.


"Semua bisa diperbaiki Bram, jika memang mereka mengejek mu.. Tunjukkan kepada mereka bahwa kamu bisa melakukannya, buat mereka diam akan prestasi yang kau capai, dengan melakukan bunuh diri sama sekali tidak menyelesaikan apapun!" ucap Edrea dengan semangat yang menggebu-gebu.

__ADS_1


Semua orang nampak terdiam di tempatnya ketika mendengar perkataan dari Edrea. Sedangkan Edrea yang tidak ingin menyianyiakan kesempatan, lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah Tayo dan mulai menasehatinya pelan-pelan. Hingga saru-persatu dari mereka mulai menyadari akan kesalahan yang saat ini sedang mereka ambil secara bersama.


Tayo dan Spongebob sama sekali tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa diam sambil terus menunduk seakan tengah merenungi kesalahan mereka masing-masing. Sungguh berbanding terbalik dengan Dora yang terlihat menatap tajam ke arahnya seakan tidak menyukai kehadiran Edrea di dalam kelompok ini. Dora yang tidak setuju akan opsi dan juga saran yang diberikan oleh Edrea, lantas hendak melakukan protes. Hanya saja sebuah suara derap langkah kaki terdengar menggema di bangunan terbengkalai tersebut, membuat perkataan Dora tercekat di tenggorokan dan tidak lagi bisa meneruskan ucapannya.


"Tak tak tak"


Edrea yang juga mendengar suara tersebut bingung harus bersikap bagaimana. Hingga ia lantas menggenggam tangannya dengan erat sambil berusaha kembali meyakinkan yang lainnya bahwa keputusannya untuk bunuh diri sama sekali bukanlah keputusan yang baik untuk di tempuh oleh mereka.


Baik Spongebob maupun Tayo terlihat saling pandang satu sama lain, sepertinya perkataan Edrea meresap sampai ke dalam hati mereka. Hingga pada akhirnya sebelum derap langkah kaki yang terdengar menggema di seluruh ruangan kian mendekat ke arah mereka. Tayo dan juga spongebob nampak melangkahkan kaki mereka berhamburan keluar dari ruangan tersebut dengan langkah kaki yang terburu-buru.


Sementara Bram yang sedari tadi hanya diam, lantas menatap ke arah Edrea dengan tatapan yang menelisik. Bram terlihat tersenyum dengan tipis kemudian menatap ke arah dimana Edrea berada saat ini.


"Lakukan dengan tulus Bram maka kamu akan menemukan ketenangan dalam hidup dan tentunya kebahagian, jangan dengarkan kata orang karena mereka hanya akan menjadi angin lalu yang mungkin akan menopang mu dan menjadi penguat untuk dirimu agar terus melangkah maju lewat hinaan mereka." ucap Edrea sambil tersenyum tulus ke arah Bram begitu pula sebaliknya.


Setelah mendengarkan perkataan tersebut Bram melangkahkan kakinya pergi dari sana begitu pula dengan Tayo dan juga Spongebob. Edrea yang melihat kepergian ketiganya tentu saja bersyukur dan bangga karena bisa membujuk ketiganya agar tidak sampai melakukan upaya bunuh diri. Helan napas lantas terdengar berhembus dari mulut Edrea, karena mengira semuanya telah selesai sampai ia berbalik badan dan melihat ke arah depan dimana Dora tengah menatapnya dengan tatapan yang tajam seakan tidak suka akan semua hal yang dilakukan oleh Edrea saat ini.


Edrea yang mendapat tatapan tajam dari Dora berusaha untuk bersikap tenang dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Dora berada untuk berusaha membujuknya pula agar tidak melakukan percobaan bunuh diri.

__ADS_1


"Kita sudahi semuanya Dora, mari melangkah ke jalan yang lebih baik. Kedamaian yang dijanjikan oleh situs ini bukanlah kedamaian yang nyata melainkan hanya semu semata. Tidak ada kedamaian setelah kematian yang ada hanyalah balasan akan perbuatan yang telah kita lakukan selama kita hidup di dunia ini." ucap Edrea mencoba untuk mengubah pola pikir Dora agar tidak sampai melakukan hal tersebut.


Mendengar ucapan Edrea barusan bukannya merubah pemikiran Dora, Dora malah terlihat tertawa dengan keras membuat Edrea tentu saja kebingungan akan maksud dari tawa Dora saat ini. Dora tertawa dengan keras kemudian menatap ke arah Edrea dengan tatapan yang tajam seakan ada sesuatu yang membuat Dora begitu membenci Edrea.


"Kau benar-benar menyusahkan, aku bahkan sudah hampir berhasil tapi kau malah mengacaukan segalanya!" ucap Dora dengan nada penuh penekanan dan tatapan tajam ke arah Edrea, membuat Edrea menjadi bingung akan maksud dari perkataan Dora barusan.


"Apa maksud ucapan mu barusan?" tanya Edrea dengan raut wajah yang penasaran.


Dora yang mendapat pertanyaan tersebut lagi-lagi tersenyum ke arah Edrea. Hingga kemudian sebuah pukulan yang keras mendarat tepat di tengkuk Edrea, membuatnya langsung jatuh tersungkur dengan pandangan yang perlahan-lahan mulai menggelap karena pukulan keras yang ia terima.


"Barra..." ucapnya dengan nada yang lirih sebelum pada akhirnya menutup matanya dan pingsan.


Dora yang melihat Edrea pingsan langsung berjongkok dan menatap ke arah Edrea dengan sekilas.


"Dasar gadis bodoh! Bawa dia sekarang!" ucap Dora kemudian memberikan perintah kepada seseorang.


"Baik bos"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2