
"Tidak bisa karena kita telah menemukan dia!" ucap Mira yang lantas membuat Edrea kebingungan.
"Dia siapa?" tanya Edrea dengan raut wajah yang penasaran.
Mendapat pertanyaan dari Edrea barusan membuat Mira lantas menunjuk ke arah mobil sedan berwarna putih di depannya. Hingga membuat Edrea yang tidak mengerti akan arah tunjuk Mira, lantas hanya menatap Mira dengan tatapan yang bertanya sekaligus penasaran akan apa maksud dari arah tunjuk Mira sebenarnya.
"Kamu lihat mobil sedan berwarna putih itu kan? Dialah tujuan kita!" ucap Mira dengan nada santai membuat Edrea hanya bisa menatap dengan tatapan yang melongo.
Setelah memberikan penjelasan singkat kepada Edrea atau mungkin lebih tepatnya sebuah teka-teki singkat kepada Edrea, membuat Mira kemudian lantas memberikan aba-aba kepada Edrea untuk berpegangan tangan karena ia akan melajukan mobilnya di atas kecepatan rata-rata. Mira kemudian menginjak pedal gasnya dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi mengejar mobil sedan berwarna putih di depannya.
Edrea benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi, nyatanya ia bahkan masih belum mengerti akan perkataan dari Mira barusan, namun jika melihat cara menyetir Mira sepertinya ini adalah sebuah misi, setidaknya Edrea masih bisa berkaca dengan kejadian lalu dimana Mira mengatakan akan membawanya bersenang-senang dengan cara mengajaknya menyelesaikan suatu misi tertentu.
Mobil yang dikendarai oleh Mira maupun mobil sedan berwarna putih di hadapannya saat ini terlibat aksi saling kejar-kejaran antara satu sama lainnya. Tidak ada yang mau mengalah salah satunya sehingga Edrea yang memang berada dalam posisi di dalam mobil yang dikendarai oleh Mira, lantas hanya bisa pasrah dengan berpegangan tangan sambil menahan rasa mual yang menderanya saat ini seakan-akan perutnya tengah diobrak-abrik. Namun apalah daya Edrea sama sekali tidak bisa menolak ataupun meminta turun kepada Mira mengingat Ini adalah sebuah misi penting, yang Edrea lakukan bahkan terus merutuki kebodohannya karena ia mau saja mengikuti langkah kaki Mira padahal sudah tahu akan berakhir seperti ini.
"Jika sampai ini bukan sebuah misi, awas saja kau Mir!" ucap Edrea dalam hati dengan kesal namun membuat Mira yang bisa mendengar suara hati Edrea, lantas malah menancap gasnya kemudian menambah kembali kecepatan laju mobilnya saat ini.
__ADS_1
Kedua mobil tersebut terus melajukan mobilnya masing-masing dengan kecepatan tinggi, pengemudi mobil sedan bahkan sempat mengecoh Mira beberapa kali namun bukan Mira namanya jika tidak bisa mengejar kembali pemilik mobil sedan tersebut. Sehingga berkali-kali membuat pengemudi mobil sedan tersebut lantas berdecak dengan kesal karena tidak bisa membuat Mira terkecoh sama sekali. Sampai ketika laju kedua mobil tersebut berada tak jauh dari jalan tol yang tengah di perbaiki, membuat pengemudi sedan itu ketar-ketir namun ia tidak bisa berhenti saat ini juga.
Mira yang tahu dengan betul pengemudi mobil sedan tersebut tengah khawatir dan juga bingung saat ini, lantas semakin mempercepat laju mobilnya kemudian berusaha menyalip mobil sedan berwarna putih tersebut dan berhenti secara mendadak tepat dihadapannya. Membuat decitan rem terdengar cukup nyaring kala itu ketika pengemudi mobil sedan tersebut terkejut akan mobil yang dikendarai oleh Mira berhenti dengan tiba-tiba di hadapannya. Edrea mengelus dadanya dengan perlahan ketika ia baru saja mengalami spot jantung yang menguji adrenalinnya.
"Ayo turun saatnya beraksi!" ucap Mira kemudian bersiap untuk turun, membuat Edrea yang masih merasa terkejut akan kejadian barusan lantas hanya bisa menatap dengan tatapan melongo ke arah dimana pengemudi mobil sedan itu terdengar membunyikan klakson mobilnya selama beberapa kali.
Melihat Mira melangkahkan kakinya keluar dari dari dalam mobil, lantas membuat Edrea langsung menghela napasnya dengan panjang. Mau tidak mau Edrea harus mengikuti langkah kaki Mira turun dari mobil ini, dengan langkah kaki yang perlahan dan juga sedikit gemetaran Edrea kemudian mulai mengikuti langkah kaki Mira dengan perlahan mendekat ke arah pengemudi mobil sedan tersebut.
"Sepertinya kaki ku sedang tremor saat ini!" gerutu Edrea dalam hati yang lantas membuat Mira tertawa dengan kecil begitu mendengar Edrea kembali menggerutu di dalam hatinya.
"Kau mau kemana? Sampai melajukan mobil mu dengan kecepatan tinggi seperti itu, apa kau ingin membawa potongan kepala Ayah mu untuk pergi jalan-jalan?" ucap Mira kemudian dengan nada yang datar.
Mendengar perkataan dari Mira tentang potongan kepala seseorang di dalam mobil, lantas membuat Edrea langsung mengernyit dengan seketika. Edrea yang penasaran akan sesuatu yang dimaksud oleh Mira barusan kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat dan berusaha untuk mengintip kepala tersebut di dalam mobil. Edrea terkejut ketika ia menoleh ternyata kepala itu berada di kursi pengemudi bagian depan mobil tersebut.
"Benar-benar ada kepala? Di dalam sana? Ngapain? Apa dia sudah gila?" ucap Edrea dengan nada yang lirih sambil menatap lurus ke arah depan seakan terkejut ketika melihat ada potongan kepala di dalam mobil sedan berwarna putih yang sedari tadi mereka berdua kejar.
__ADS_1
Sedangkan Mira yang melihat Edrea hanya termenung sambil menatap ke arah potongan kepala tersebut lantas menghela napasnya dengan panjang. Mira kemudian menyenggol tangan Edrea berusaha untuk menyadarkan agar tidak terus melamun seperti ini. Membuat Edrea langsung menatap ke arah Mira dengan seketika begitu tangan Mira menyenggolnya.
"Apa yang kamu lakukan? Telpon polisi sekarang!" ucap Mira kemudian yang lantas membuat lamunan Edrea buyar dengan seketika.
Edrea yang mendengar teriakan dari Mira barusan lantas langsung mengangguk kemudian merogoh saku celananya mencoba mencari ponsel untuk menghubungi polisi sesuai dengan perintah Mira barusan. Sementara itu si pengemudi sedang yang mendengar percakapan keduanya lantas langsung tidak suka dan hendak turun dari mobilnya mencoba untuk menghentikan Edrea.
"Apa yang kau lakukan? Jangan berani-berani menghubungi polisi atau aku akan..." ucap pria tersebut namun terpotong ketika ia membuka mobil namun pintunya langsung kembali di tutup oleh Mira dengan sekali dorongan.
Bruk....
"Oh ya? Memang apa yang akan kau lakukan ha?" ucap Mira dengan nada yang mengejek membuat Pria itu langsung menatap tajam ke arah Mira begitu melihat hal tersebut.
Pria itu nampak begitu marah kepada Mira ketika mendengar setiap kata ejekan yang keluar dari mulut Mira untuknya. Pria itu kemudian nampak tersenyum dengan sinis ketika melihat wajah Mira yang begitu dekat berada tepat di lubang kaca jendela pintu mobil tersebut, membuat pria itu perlahan-lahan mulai mengambil sebuah clurit di samping kursi pengemudi tanpa sepengetahuan Mira. Dengan gerakan yang cepat Pria tersebut mendadak mengarahkannya kepada Mira dan bersiap untuk menggoroknya.
"Awas Mir!" pekik Edrea yang tak sengaja melihat ayunan senjata tajam pria tersebut.
__ADS_1
Bersambung