Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Apa yang terjadi?


__ADS_3

Bruk...


Tubuh pria itu lantas terpental kembali cukup jauh dari posisi awalnya begitu Edrea kembali melempar tubuh pria itu, membuat tubuh pria itu lantas berguling-guling dan berhenti ketika punggungnya menabrak bagian bawah lemari kaca di sebelah kiri. Pria itu nampak begitu kesakitan ketika punggungnya membentur bagian bawah Almari kaca, Pria itu bahkan terlihat kembali mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Namun meskipun begitu senyuman tak kunjung surut juga dari wajah Pria itu, membuat Edrea semakin jengkel ketika melihat senyuman di wajah Pria tersebut.


"Berhenti tersenyum atau ku bunuh kau sekarang juga!" ucap Edrea kemudian dengan nada penuh penekanan.


Mendengar perkataan Edrea barusan membuat Pria itu lantas berusaha untuk bangkit walau sangat sulit, dengan tubuh yang terasa remuk redam Pria itu tetap memaksakan untuk bangkit dan berhenti dengan posisi terduduk sambil menatap ke arah Edrea dengan tatapan yang penuh arti dan lagi-lagi kembali tersenyum. Membuat Edrea sama sekali tidak mengerti akan ekspresi wajah yang terus-terusan ditunjukkan oleh Pria itu yang seakan-akan sama sekali tidak mengenal rasa takut walau Edrea sudah menggertaknya berulang kali.


"Aku rasa sudah cukup, videomu kali ini akan benar-benar laris di pasaran jika aku mengunggahnya di internet atau bahkan memberikannya pada stasiun tv. Bukankah kamu senang karena menjadi artis dan terkenal di kota ini? Lagi pula bukankah bakat mu terlalu sayang jika dibiarkan begitu saja?" ucap pria itu dengan senyum menyeringai namun berhasil membuat Edrea terkejut seketika.


Edrea yang mendengar perkataan pria itu yang semakin gila dan semakin mengada-ngada, lantas langsung mengepalkan tangannya dengan erat. Edrea kali ini benar-benar marah akan perkataan Pria itu dan tanpa sadar semakin mengumpulkan energi pada telapak tangannya, hingga membuat kamera pengawas yang terletak di sudut ruangan tersebut lantas langsung pecah dan rusak. Membuat pria itu yang melihat hal tersebut langsung terkejut seketika, namun detik berikutnya kembali tersenyum seakan bahagia jika Edrea terus-terusan menunjukkan kekuatannya.


"Lakukan apapun juga semau mu, kalau perlu hancurkan semua kamera pengawas yang ada di sini karena itu tidak akan berpengaruh. Aku sudah menyimpannya pada ponselku dan hanya aku yang mengetahui letak di mana ponsel itu berada." ucap Pria itu dengan senyuman yang kembali lagi-lagi membuat Edrea begitu muak ketika melihat senyuman tersebut.

__ADS_1


"Oh ya? Lalu bagaimana dengan ini?" ucap Edrea dengan senyum yang tak kalah menyeringai sambil memunculkan sebuah ponsel di tangannya, membuat Pria itu lantas langsung terkejut seketika di saat ia mengetahui bahwa yang berada di tangan Edrea saat ini adalah ponsel miliknya.


Edrea yang melihat wajah terkejut pria itu di dalam kegelapan, tentu saja begitu senang ia kemudian menggenggam ponsel itu dengan erat dan menghancurkannya dengan sekali genggaman membuat wajah pria itu langsung pucat seketika. Dengan langkah kaki yang perlahan Edrea kemudian mulai membawa langkah kakinya mendekat ke arah Pria itu dan mengambil posisi berjongkok dengan tatapan yang tajam ke arah Pria tersebut.


"Kau harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah kau lakukan, meski tidak langsung di akhirat tapi aku ingin kamu merasakannya terlebih dahulu di dunia ini. Bersiaplah untuk menerima balasannya!" ucap Edrea dengan tersenyum bahagia membuat raut wajah pria itu lantas terlihat pucat pasi ketika mendengar perkataan Edrea barusan.


Setelah mengatakan hal tersebut sebuah suara sirine mobil polisi terdengar begitu nyaring di telinga keduanya. Membuat Edrea yang mendengar hal tersebut kemudian lantas menjentikkan jarinya dan membuat sesuatu lebih menyenangkan lagi. Tepat setelah Edrea menjentikkan jarinya tubuh pria itu lantas menghilang dari sana seakan sengaja dipindahkan oleh Edrea ke suatu tempat.


Edrea yang baru saja mengetahui bahwa ia berhasil mengirim Pria itu ke suatu tempat, lantas perlahan-lahan mulai bangkit dari posisinya namun sayangnya ketika ia baru saja hendak bangkit pijakannya mendadak terasa berputar begitu saja membuat kepala Edrea langsung berdenyut seketika. Edrea yang tidak tahu apa yang tengah terjadi padanya lantas langsung berpegangan pada Almari kaca tersebut sambil berusaha memfokuskan pandangannya yang terasa kabur.


***


Sementara itu di sebuah ruangan dimana terlihat Kiera masih dalam posisi di ikat, terlihat Pria itu baru saja tiba setelah dibuat Edrea berteleportasi ke tempat tersebut. Ketika Pria itu sampai di ruangan tersebut, ia nampak sudah berdiri di sebelah kiri Kiera sambil memegang gergaji yang tadinya hendak ia gunakan untuk memotong tangan Kiera. Pria itu yang tak asing dengan pemandangan ini lantas seperti orang yang bingung dan diam mematung di tempatnya begitu saja tanpa bisa melakukan apapun karena ia merasa semua tubuhnya begitu kaku dan tidak bisa di gerakkan. Hingga kemudian suara pintu di dobrak lantas terdengar dan membuatnya menoleh dengan seketika disaat mendengar suara pintu yang dibuka secara paksa tersebut.

__ADS_1


"Turunkan senjatamu sekarang juga karena kamu sudah dikepung, menyerah lah sekarang atau ku tembak kakimu!" ucap seorang polisi yang menodongkan senjatanya ke arah Pria tersebut membuat Pria itu langsung terkejut seketika di saat melihat apa yang sedang terjadi saat ini.


Melihat beberapa polisi berdatangan ke ruangan tersebut, tentu saja membuat wajah Pria itu langsung terkejut seketika. Tubuhnya yang semula kaku mendadak bisa digerakkan begitu saja dan membuatnya berinisiatif untuk pergi dari sana, namun ketika langkah kakinya hanya mencapai beberapa jangka saja. Sebuah tembakan terdengar menggema dengan keras menembus betis sebelah kirinya, membuat langkah kaki pria itu langsung terhenti seketika dan jatuh karena tembakan tersebut.


"Arggggg" erang Pria itu yang merasakan rasa sakit begitu teramat pada betis sebelah kirinya.


Melihat Pria tersebut sudah terkapar di lantai, beberapa polisi lantas langsung berlarian dan menyergap Pria itu untuk mereka bawa ke kantor polisi dan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya.


**


Sedangkan Edrea yang melihat usahanya tidak sia-sia dan tentu saja berhasil membuatnya tersenyum dengan puas. Meski Edrea ingin sekali melenyapkan Pria itu namun sepertinya kematian terlalu mudah bagi Pria penuh dosa sepertinya. Setidaknya jika ia di penjara mungkin Pria itu akan lebih bisa memahami arti kehidupan bagi seseorang. Seulas senyum terbit dari wajah Edrea begitu ia melihat segalanya berakhir sesuai dengan keinginannya.


Hanya saja ketika Edrea hendak melangkahkan kakinya pergi dari sana, mendadak pijakannya kembali berputar dengan disertai pandangannya yang perlahan-lahan mulai mengabur. Edrea yang mulai merasa ada yang aneh lantas terlihat mencari pegangan agar ia bisa bertumpu dan tidak sampai jatuh ke bawah. Sampai ketika Edrea yang tak menemukan sebuah pegangan tubuhnya yang tidak lagi kuat menahan beban lantas terjatuh begitu saja. Di antara sadar dan tidak sadar, Edrea yang tubuhnya hampir jatuh ke lantai mendadak merasa ada sesuatu yang menopang tubuhnya kala itu.

__ADS_1


"Bar.....ra" panggilnya dengan nada yang lirih sebelum pada akhirnya menutup mata.


Bersambung


__ADS_2