Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Gelang mutiara


__ADS_3

Parkiran


Setelah menemukan barang yang ia cari Andi lantas melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil pribadinya. Diletakkannya sebuah kotak perhiasan kecil di dalam mobilnya dengan raut wajah yang sumringah.


"Aku harap dengan memberikan barang ini kepada Edrea perasaan ku menjadi lebih lega." ucap Andi kemudian.


Setelah memastikan barang tersebut aman Andi lantas mulai melajukan mobilnya membelah jalanan Ibukota menuju kembali ke Rumah Sakit untuk menemui Edrea dan memberikan barang tersebut kepadanya. Sepanjang perjalanan senyuman tak henti-hentinya terukir jelas dari raut wajah Andi. Sambil menyetir dan juga fokus menatap jalanan sekitar, Andi mulai meraba area dashboard nya mencari keberadaan kotak perhiasan tersebut.


Andi yang meletakkan kotak tersebut sedikit ke dalam, membuat Andi kesusahan untuk mengambilnya kembali sehingga ia terlihat beberapa kali melihat ke arah dashboard untuk mencari kotak perhiasan tersebut. Hingga ketika tangannya berhasil meraih kotak perhiasan tersebut, membuat seulas senyum lantas kembali terlihat di wajahnya.


"Ketemu!" ucap Andi dengan raut wajah yang gembira.


Tinnnnnn


Suara klakson panjang yang disertai dengan lampu dengan pancaran yang begitu terang, lantas mengejutkan Andi yang sedari tadi tengah sibuk mencari keberadaan kotak perhiasan yang akan ia berikan kepada Edrea. Andi yang terkejut ketika mendapat cahaya yang begitu terang dihadapannya, lantas langsung membanting stir ke arah kiri dan menancap gasnya dengan kecepatan full. Membanting stir ke arah kiri nyatanya bukanlah sebuah pilihan yang tepat bagi Andi karena ketika Andi membanting setirnya ke arah kiri, mobilnya malah menabrak pembatas jalan dan masuk ke dalam sungai besar beraliran deras.


"Edrea!" pekik Andi untuk yang terakhir kalinya sebelum mobilnya masuk ke dalam aliran sungai yang deras.


***

__ADS_1


Ruang perawatan Edrea


Edrea yang melihat langkah kaki Andi kian masuk ke dalam ruang perawatannya langsung terdiam seketika. Ada aura yang aneh dari tubuh Andi membuat Edrea lantas mengernyit sambil menatap ke arah Andi dengan tatapan yang menelisik.


Setetes demi setetes air nampak terlihat turun dari celana Andi yang mengikuti setiap langkah kakinya yang ia ambil menuju ke arah Edrea, membuat Edrea yang melihat hal tersebut lantas semakin bingung akan apa yang sebenarnya terjadi kepada Andi sebelum kemari.


Ketika jarak diantara keduanya hanya tinggal beberapa langkah saja, Andi nampak tersenyum dengan manik mata yang berbinar menatap ke arah Edrea sambil membawa sekotak perhiasan yang Edrea sendiri tidak terlalu tahu isi dari kotak perhiasan tersebut.


"Ada sesuatu yang ingin aku berikan kepadamu sejak dulu Rea, benda ini sudah cukup lama bersama ku dan sekarang pada akhirnya aku bisa memberikannya kepadamu." ucap Andi dengan senyum yang mengembang menatap ke arah Edrea.


"Aku membuat ini khusus untuk memperingati anniversary kita, namun sayangnya aku yang bodoh ini malah mengakhiri hubungan kita dan meminta mu bersama dengan kakak ku. Aku tahu aku salah Re... Dan kedatangan ku disini untuk meminta maaf kepadamu." ucap Andi sambil menatap dengan tatapan yang begitu tulus kepada Edrea.


Andi yang mendapat pertanyaan tersebut lantas tersenyum sambil terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah Edrea dan memberikan kotak perhiasan tersebut kepadanya. Ada sedikit raut wajah terkejut yang berasal dari Edrea begitu Andi memberikan kotak tersebut. Bayangan Andi yang seharusnya tampak ketika terkena cahaya lampu, entah mengapa malah sama sekali tidak terlihat dan nampak bayangannya. Membuat Edrea langsung terdiam seketika di saat melihat hal tersebut.


Ditatapnya setiap bagian tubuh Andi dengan tatapan yang menelisik sambil menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi kepadanya. Hingga kemudian ketika Edrea baru menyadari sesuatu, Edrea langsung mendongak dan menatap ke arah Andi yang seakan-akan bertanya apakah yang ada dipikirannya adalah sebuah kenyataannya.


"Kamu... Seorang arwah?" ucap Edrea dengan nada yang ragu-ragu sambil menatap ke arah Andi dengan tatapan yang menelisik seakan mencoba mencari tahu tentang kebenaran yang sedari tadi ada di kepalanya.


Andi yang mendapat pertanyaan tersebut lantas terdiam seketika. Andi nampak termenung dengan raut wajahnya yang perlahan-lahan mulai berubah menjadi raut wajah yang sendu dan tidak seceria sebelumnya, membuat Edrea lantas langsung menarik kesimpulan bahwa apa yang ia katakan adalah sebuah kebenaranya.

__ADS_1


"Bagaimana kamu mengetahuinya?" ucap Andi pada akhirnya yang lantas membuat semua pertanyaan pada kepala Edrea lantas terjawab segalanya.


Edrea yang mendengar ucapan dari Andi barusan tentu saja langsung terkejut seketika. Edrea benar-benar tak habis pikir dengan kenyataan yang membenarkan bahwa Andi adalah seorang arwah. Bukankah Andi tadi siang baru saja bertemu dengannya? Bagaimana bisa ketika malam harinya Andi sudah berubah menjadi arwah dan menemuinya? Apa yang sedang terjadi sebenarnya?


"Ba...bagaimana bisa ini terjadi An? Bukankah tadi siang kita masih bertemu dan kamu jelas-jelas memeriksa ku tadi, bagaimana mungkin?" ucap Edrea yang seakan belum mengerti tentang apa yang sedang terjadi sebenarnya dengan Andi saat ini.


Andi yang mendapat pertanyaan tersebut lantas terdiam seketika. Ingatannya kemudian tertarik pada sebuah kejadian yang sama sekali tidak ia inginkan terjadi di dalam hidupnya. Detik berikutnya Andi kembali tersenyum dan menatap ke arah Edrea, membuat Edrea lantas bertanya-tanya tentang arti dari senyuman Andi barusan. Andi kemudian melirik ke arah kotak perhiasan yang saat ini tengah berada di tangan Edrea. Nyatanya keinginan Andi untuk memberikan kotak tersebut kepada Edrea, membawanya menuju Edrea hingga kematian menjemput dirinya.


Andi benar-benar tidak menyangka bahwa hingga mati pun Edrea masih selalu menjadi cinta pertama dan juga akan menjadi cinta terakhirnya karena kini ia sudah tidak bisa lagi berada di dunia ini.


"Aku hanya ingin memberikan mu kotak perhiasan itu Rea, ternyata hingga aku tiada sekalipun keinginan ku tetaplah sama seperti dahulu." ucap Andi dengan senyuman yang sendu menatap ke arah kotak perhiasan tersebut yang saat ini tengah berada di tangan Edrea.


Mendengar ucapan Andi barusan membuat Edrea lantas perlahan-lahan langsung membuka kotak perhiasan tersebut untuk melihat isinya. Sebuah gelang mutiara yang dipadu padankan dengan bunga-bunga kecil yang cantik, membuat Edrea langsung terdiam seketika. Gelang ini adalah gelang yang pernah ia inginkan ketika masa SMA kala itu, hanya saja Edrea belum sempat untuk membelinya. Edrea benar-benar tidak menyangka bahwa Andi masih mengingatnya dan membawakannya barang yang sama persis.


"Gelang ini..." ucap Edrea terpotong karena ia sama sekali tidak tahu harus mengatakan apa lagi karena saking terkejutnya.


Hingga sebuah suara lantas mendadak terdengar dan membuat keduanya langsung menoleh ke arah sumber suara secara bersamaan.


"Edrea?" ucap seseorang tersebut yang juga terkejut akan kehadiran Edrea.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2