Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Kematian yang dikomando seseorang


__ADS_3

Ruangan Barra


Max yang tadinya merasa sedikit canggung karena harus merusak suasana romantis yang terjadi diantara Edrea dan juga Barra. Pada akhirnya mau tidak mau lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Barra sambil membawa iPad yang baru saja ia pungut dari lantai karena terjatuh tadi.


Max meletakkan iPad yang ia bawah pada meja kerja Barra, membuat Barra yang melihat hal tersebut lantas langsung menerimanya untuk mulai melihat laporan apa yang saat ini dibawa oleh Max hingga mengacaukan segalanya.


"Arwah yang kita jemput kali ini mencapai hingga puluhan tuan, meski tidak dalam satu lokasi namun para arwah ini mempunyai penyebab kematian yang sama yaitu keracunan." ucap Max mulai melaporkan segalanya.


"Apa kamu sudah menyelidiki motifnya?" tanya Barra kemudian.


"Rata-rata semua kematian mereka disebabkan oleh kesenjangan sosial, masalah pembulian, tidak kuat menjalani kehidupan mereka atau bahkan alasan-alasan klise lainnya yang mendorong orang-orang agar mereka melakukan tindakan bunuh diri. Hanya saja saya rasa ada yang aneh dalam kematian mereka yaitu di mana beberapa dari mereka seperti membuat kelompok dan memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka secara bersama-sama seakan ada seseorang yang mengkomando mereka untuk melakukannya." jelas Max lagi.


Barra yang mendengar penjelasan dari Max, lantas terdiam sejenak. Apa yang terjadi saat ini mengingatkannya kembali pada masa lampau dimana hampir 50 persen warga desa memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka ketika krisis ekonomi terjadi saat itu. Barra menghela nafasnya dengan panjang sambil memijat pelipisnya dengan pelan mencoba untuk memikirkan masalah kematian para arwah kali ini.


"Berikan tugas ini kepada Mira, sedangkan untuk masalah yang bersangkutan dengan dunia manusia berikan kepada Edrea. Biarkan keduanya menyelidiki tentang permasalahan ini." ucap Barra kemudian memberikan perintah kepada Max.


Max yang mendapat perintah dari Barra barusan lantas langsung mengangguk tanda mengerti, kemudian langsung meminta ijin untuk berlalu pergi dari ruangan Barra dan melaksanakan perintahnya.


***


Setelah dari ruangan Barra barusan, Max langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah ruangan Mira. Hanya saja sebelum Max sampai di ruangan Mira, di area lorong Stasiun Max berpapasan dengan Wili yang lantas membuat langkah kakinya terhenti seketika.


"Apa Mira ada di ruangannya?" tanya Max kemudian yang langsung membuat Wili menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


"Aku rasa ada, apa kau perlu sesuatu?" tanya Wili kemudian.


"Apakah di sana juga ada Edrea? Soalnya aku dengar Edrea pergi untuk bertemu Mira tadi?" tanya Max lagi.


"Mungkin, karena aku tadi sempat melihatnya masuk ke dalam ruangan Madam." ucap Wili kemudian sambil mengingat-ingat kapan terakhir kalinya Wili melihat Edrea.


Max yang mendengar perkataan dari Wili barusan lantas tersenyum kemudian memberikan Wili sebuah iPad, yang membuat Wili langsung menatap dengan bingung ke arah Max seakan bertanya maksud dari Max yang memberikannya iPad ini.


"Ada tugas yang harus di kerjakan keduanya dan aku sudah merangkumnya baik untuk Mira maupun Edrea. Berhubung kau adalah kaki tangan Mira, jadi aku menyerahkan ini kepadamu!" ucap Max dengan tersenyum ke arah Wili.


Setelah mengatakan hal tersebut, Max langsung berlalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Wili. Max memang sengaja melakukan hal itu untuk mengerjai Wili karena Max tahu di jam segini Wili pasti akan pergi bersama Arya ke dunia manusia untuk bersantai minum kopi. Sedangkan Wili yang menerima iPad tersebut hanya bisa mendengus dengan kesal, pada akhirnya mau tidak mau rencananya untuk ngopi harus di tunda hari ini. Setidaknya sampai ia menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu.


Dengan gerakan yang malas Wili mulai berbalik badan hendak menuju kembali ke arah Mira, namun ketika Wili baru saja melangkah sebuah suara lantas terdengar langsung menyapa telinganya, yang tentu saja semakin membuat Wili mendengus dengan kesal karena harus bertemu dengannya disini.


Wili yang semula sudah mengikhlaskan kalau ia tidak jadi pergi, mendengar pertanyaan itu kembali dari Arya entah mengapa malah membuatnya semakin kesal karena mengingat bahwa ia tidak bisa pergi.


"Tidak jadi! Aku masih banyak pekerjaan!" ucap Wili dengan nada yang ketus.


Mendengar jawaban ketus dari Wili tentu saja membuat Arya yang tidak tahu apa-apa menjadi kebingungan karena tidak mengerti akan maksud dari Wili barusan. Arya yang tidak mengetahui apapun lantas berusaha untuk mengejar langkah kaki Wili yang terlihat semakin jauh, namun ketika Arya hendak mengejarnya suara Wili yang meminta untuk jangan mengikutinya, lantas langsung menghentikan langkah kaki Arya. Ditatapnya punggung Wili dengan tatapan yang tidak mengerti sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Apa yang sedang terjadi? Mengapa malah aku yang kena?" ucap Arya dengan kebingungan karena tidak ada yang menjelaskan kepadanya sama sekali.


***

__ADS_1


Ruangan Mira


Mira yang tidak mengerti akan Edrea yang terlihat begitu uring-uringan, lantas hanya bisa menatap ke arah Edrea dengan tatapan yang penasaran menunggu cerita dari Edrea. Ditatapnya Edrea dengan tatapan yang menelisik seakan mencoba mencari tahu tentang apa yang terjadi, hanya saja sayangnya semakin Mira mencoba mencari tahu rasanya semakin Mira tidak mengerti apapun.


"Aku hanya malu...." jawab Edrea pada akhirnya namun semakin membuat Mira bingung ketika mendengar ucapan dari Edrea barusan.


"Maksudnya?" ucap Mira yang tidak mengerti sama sekali arah pembicaraan dari Edrea saat ini.


"Jadi aku tadi... em... anu..." ucap Edrea bingung hendak mengatakan apa kepada Mira, membuat Mira lantas kian menjadi penasaran.


Hingga sebuah ketukan pintu yang berasal dari luar ruangannya lantas langsung membuyarkan pembicaraan keduanya. Mendengar suara ketukan pintu tersebut membuat Mira dan juga Edrea lantas saling pandang satu sama lain seakan bertanya-tanya siapa orang tersebut.


Tak ingin hanya sekedar bertanya-tanya, Mira kemudian lantas mempersilahkan si pengetuk pintu untuk masuk ke dalam. Setelah Mira mempersilahkan si pengetuk pintu untuk masuk ke dalam, perlahan-perlahan sosok Wili nampak mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Mira dan juga Edrea berada.


"Apa ada tugas baru?" tanya Mira yang seakan tahu ketika melihat Wili memegang iPad ditangannya.


Wili yang mendapat pertanyaan dari Mira lantas tersenyum kemudian memberikan iPad yang sedari tadi ia bawa kepada Mira, agar Mira bisa melihat tugas apa yang diberikan oleh Barra kali ini.


"Saya tidak tahu secara detailnya tugas itu Madam, hanya saja Max mengatakan agar saya memberikan iPad itu kepada anda karena di dalamnya sudah berisi file lengkap tugas yang diberikan kepada anda dan juga Edrea." ucap Wili kemudian mulai menjelaskan.


"Kenapa aku juga?" tanya Edrea kemudian dengan nada yang bingung.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2