Kereta Pengantar Arwah

Kereta Pengantar Arwah
Bonus untuk mu


__ADS_3

Hari demi hari Edrea lalui dengan begitu berat, tidak ada lagi tawa yang menghiasi raut wajahnya. Semua hal dan jejak Barra benar-benar telah terhapus di dunia ini. Semua orang yang mengenal Barra tidak lagi mengingatnya, bahkan Kiera pun juga sama sekali tidak ingat ataupun mengetahui tentang Barra. Setelah semuanya berakhir Edrea mencoba mencari keberadaan mansion Ibu, namun meski Edrea mendatangi setiap mansion di area perkebunan selalu saja Edrea menemukan kegagalan lagi dan lagi, membuat Edrea kian merasa frustasi akan semuanya.


Edrea benar-benar tidak lagi seperti biasanya, Edrea yang sekarang terlalu banyak melamun dan penuh dengan tatapan yang kosong. Membuat Kiera bingung akan perubahan dari sahabatnya itu. Setiap seminggu sekali Edrea selalu keluar masuk Rumah sakit, membuat Kiera sampai kewalahan karena Edrea seakan tidak mempunyai semangat hidup sama sekali.


Seperti kali ini, setelah menyelesaikan kelasnya Kiera mengajak Edrea untuk menuju ke kantin namun ketika sampai di sana yang Edrea lakukan hanya mengaduk-aduk makanannya saja tanpa berniat memakannya sedikit pun, membuat Kiera yang melihat hal itu lantas mulai kesal karenanya. Kiera meletakkan sendoknya dengan cukup keras membuat Edrea dan juga beberapa orang langsung menatap ke arahnya dengan tatapan yang bertanya akan apa yang terjadi kepada Kiera saat ini.


"Apa sebenarnya mau mu sih Re? Tidakkah kau sayang dengan tubuh mu? Jika kau tidak ingin hidup, mengapa kau tidak mati saja ha? Jika kau terus seperti ini kau sama saja menyusahkan seseorang yang menyayangi mu, apa kau sama sekali tidak menganggap ku ada ha?" pekik Kiera dengan nada yang setengah meninggi membuat beberapa orang yang berlalu lalang di kantin lantas langsung menatap ke arah keduanya.


Mendengar hal tersebut membuat Edrea terdiam seketika sambil mendongak ke arah Kiera dengan tatapan yang kosong, membuat Kiera yang melihat hal tersebut lantas langsung berdecak dengan kesal. Kiera yang tahu Edrea tidak akan bisa diajak bicara saat ini lantas mulai menyerah. Kiera terlihat menatap Edrea dengan tatapan yang kesal, Kiera yang melihat semuanya hanyalah sia-sia saja kemudian lantas melangkahkan kakinya berlalu pergi begitu saja meninggalkan Edrea seorang diri di sana. Sedangkan Edrea yang melihat kepergian Kiera barusan, lantas bangkit dari tempat duduknya dan berusaha secepat mungkin menyusul langkah kaki Kiera dengan perasaan yang bersalah. Kiera adalah satu-satunya teman terbaik yang ia miliki jika saat ini Kiera juga ikut meninggalkannya, lalu bagaimana dengan Edrea?


Edrea yang tidak tahu harus mengatakan apa kepada Kiera lantas terus mengejar langkah kaki Kiera yang kian cepat meninggalkannya, hingga ketika jarak antara keduanya sudah sangat dekat dengan spontan Edrea langsung memeluk tubuh Kiara dengan erat dari arah belakang, membuat Kiera langsung menghentikan langkah kakinya dengan spontan.


"Jangan pergi ku mohon..." bisik Edrea tepat di telinga Kiera.


Mendengar perkataan dari Edrea barusan lantas membuat Kiera langsung menghela napasnya dengan panjang. Diusapnya lengan Edrea yang saat ini tengah melingkar di area dadanya. Membuat Edrea semakin menenggelamkan kepalanya pada bahu Kiera saat ini.


"Jangan seperti ini Ki.. Jika kamu bersedih maka aku akan ada untuk mendengar segala keluh kesah mu. Jangan seperti ini ku mohon..." ucap Kiera dengan nada yang memohon kepada Edrea.

__ADS_1


"Terima kasih banyak karena selalu setia berada di sisi ku selama ini." ucap Edrea kemudian yang lantas membuat Kiera tersenyum seketika begitu mendengar perkataan dari Edrea barusan.


"Tentu saja, jadi Re... Mari kita mulai semuanya lagi dari awal meski aku tidak tahu apa permasalahan yang sedang kamu hadapi namun aku tidak akan bertanya karena aku yakin itu akan menimbulkan luka lama yang kembali terasa perih begitu aku membukanya, bukan? Jadi jika ada apa-apa kamu harus cerita kepada ku." ucap Kiera lagi dengan senyum yang mengambang membuat Edrea ikut membalas Kiera dengan senyuman juga.


***


Sementara itu di suatu tempat tepatnya setelah Barra tertelan oleh cahaya yang berkilauan tersebut. Barra tampak mengerjapkan matanya yang terasa masih silau ketika sebuah cahaya tadi masuk ke dalam retinanya. Barra yang sudah tidak lagi merasa ada cahaya terang di sekitarannya, lantas perlahan-lahan mulai menatap ke arah sekitar. Ada sedikit perasaan terkejut ketika Barra mengetahui bahwa saat ini ia tengah berada di taman yang sama tepat ketika segala sesuatunya dimulai dan juga diakhiri di tempat ini.


"Aku di dunia manusia?" ucap Barra yang terkejut akan kehadirannya yang tiba-tiba di tempat ini.


"Ibu?" ucap Barra yang sedikit tersentak ketika mendapati Ibu tengah berdiri dihadapannya saat ini.


Mendengar panggilan tersebut lantas membuat Ibu langsung tersenyum ke arah Barra, Ibu kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Barra membuat Barra yang tidak mengerti semakin dibuat kebingungan akan apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.


"Ada apa sebenarnya ini Bu?" tanya Barra dengan raut wajah yang penasaran ke arah Ibu.


"Selamat datang dengan tubuhmu yang baru, Dia telah mengabulkan semua doa-doamu kini kamu sudah terbebas dari segala macam hukuman dan kamu telah menjadi manusia seutuhnya." ucap Ibu dengan senyum yang mengembang namun berhasil membuat raut wajah Barra berubah dengan seketika begitu mendengar penjelasan dari Ibu barusan.

__ADS_1


"Apakah itu benar? Aku benar-benar sudah terbebas dari segalanya?" tanya Barra kemudian seakan kembali memastikan bahwa apa yang dikatakan oleh Ibu adalah benar.


Mendengar pertanyaan dari Barra barusan lantas membuat Ibu tersenyum seketika.


"Tentu saja, nikmati waktu mu untuk menjadi lebih baik lagi. Pergilah.. Edrea pasti sudah terlalu lama menunggu mu saat ini." ucap Ibu sambil memberikan dua kunci kepada Barra, membuat Barra yang menerimanya lantas mengernyit dengan tatapan yang bingung.


"Apa ini Bu?" tanya Barra dengan raut wajah yang penasaran.


"Itu adalah kunci rumah dan juga kunci mobil untuk mu, hitung-hitung sebagai bonus untuk mu. Setelah jadi manusia kau tentu tidak akan mungkin menjadi seorang gelandangan bukan?" ucap Ibu dengan tersenyum cerah yang lantas membuat Barra ikut tersenyum ketika mendengar perkataan Ibu barusan.


"Terima kasih banyak Bu..." ucap Barra kemudian.


"Oh ya, aku sudah menyiapkan sebuah pekerjaan yang bisa kau pilih sesuka mu. Datanglah ke mansion ku bersama Edrea..." ucap Ibu kemudian berlalu pergi dari sana membuat Barra yang melihat kepergian Ibu dari sana hanya bisa membalas perkataannya dengan senyuman karena ia tidak tahu lagi harus mengatakan apa kepada Ibu.


"Terima kasih banyak Bu, akan ku pastikan aku dan Edrea akan datang ke sana..." teriak Barra kemudian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2