Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
100. MALAM KEBAHAGIAAN


__ADS_3

Setelah mencium pipi istrinya, Mansur mengecup bibir istrinya dengan lembut .Tidak cukup mengecup bibir saja, Mansur me***** bibir istrinya hingga salivanya bersatu.Risma masih merasa kaku dengan tidak membuka mulutnya. Mansur yang mengetahui bibir istrinya masih kaku mencoba menenangkan dan membujuk istrinya agar membuka mulutnya.


"ris, jangan takut, mas akan melakukanya pelan pelan, kamu rileks aja..sekarang buka mulutmu" ucap Mansur


Risma kemudian membuka mulutnya, namun tiba tiba dengan lembut Mansur memasukan lidahnya dan me***** bibir istrinya. Mansur menikmati bibir manis istrinya, saliva mereka berdua bersatu. Risma pasrah tidak memberi perlawanan membiarkan suaminya me***** bibirnya. Karena memang Risma masih harus beradaptasi dengan perlakuan suaminya. Beberapa detik kemudian Risma menggerang menolak lu***** bibir Mansur karena tidak tahan kehabisan nafas, Mansur yang mengetahui hal itu sontak melepaskan mulutnya


Mansur membiarkan jeda sejenak istrinya bernafas karena melihat istrinya masih ngos ngosan. Mansur kasihan dengan istrinya yang kelelahan,tanpa berpikir panjang Mansur izin beranjak sebentar menuju dapur mengambilkan Risma air putih.


"ris, mas ke dapur sebentar ambil air putih, kamu pasti haus" ucap Mansur


"iya mas" jawab Risma


Mansur berjalan menuju dapur mengambil gelas dan teko berisi air putih untuk dibawa kekamar. Sesampainya dikamar, Mansur menuangkan air putih dalam gelas menuntun Risma untuk meminum air putih yang diambilnya itu.


"ris, ini minum dulu" ucap Mansur


Risma tidak menjawab hanya menganggukan kepalanya isyarat menerima segelas air putih dari suaminya untuk diminum. Setelah minum Mansur ragu untuk melanjutkan aksinya atau tidak melihat istrinya kelelahan. Dengan lembut Mansur meminta izin istrinya untuk melanjutkan permainanya atau tidak.


"ris, sampai sini aja atau mau lanjut? mas nggak mau maksa kamu, kelihatanya kamu lelah" ucap Mansur


"emang belum selesai ya mas? kalau ada lanjutanya insyaallah aku siap" jawab Risma


"Baiklah, mas akan lanjutkan" saut Mansur


Mansur melepas pakaianya hingga tersisa boxer yang menutupi badanya. Setelah melepas pakaianya, Mansur membantu melepas pakaian istrinya hingga tersisa celana d**** yang menutupi tubuh istrinya

__ADS_1


Mansur menindih tubuh mungil istrinya kemudian langsung mendekapkan kepalanya di gunung kembar istrinya yang kenyal.Mansur juga menciumi leher, dada, dan perut istrinya hingga membekas tanda merah yang merupakan simbol kepemilikanya di tubuh Risma. Risma yang menahan campuran rasa geli dan nikmat dari perlakuan suaminya berusaha menutup rapat mulutnya dengan kedua tanganya agar tidak menimbulkan suara.


Mansur yang melihat istrinya menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan suara sontak dengan nada lembut menyuruh istrinya agar membuka kedua tanganya yang menutupi mulut


"ris, buka saja tanganmu,tidak usah takut, bersuaralah" ucap Mansur


"Emmm...Aaaaaah...." teriak Risma membuka mulutnya


Mendengar desahan dari istrinya, gairah Mansur semakin memuncak dan semakin bersemangat. Mansur kembali mencium seluruh bagian tubuh istrinya begitupun juga dengan Risma yang mulai meladeni permainan suaminya dengan menggigit kecil dada suaminya.


Setelah itu, Mansur yang sudah puas memberikan banyak tanda warna merah di tubuh Risma, dirinya ingin melakukan kegiatan inti di malam pertamanya, namun sebelumnya dirinya lagi lagi kembali meminta izin pada istrinya


"ris, mas masuk ke kegiatan intinya ya?" tanya Mansur


"kamu apakah siap melihatku tanpa sehelai benang?" ucap Mansur


"Insyallah siap mas" jawab Risma


Mansur tanpa sungkan didepan istrinya melepas boxer nya hingga tidak ada sehelai benang menutupi dirinya. Risma terkejut membelakan matanya melihat keperkasaan Mansur yang keras dan menegang. Mansur tidak peduli dengan tatapan istrinya, dirinya juga tanpa sungkan melepas celana d**** istrinya hingga terlihat sarangnnya yang menurutnya masih r**** menandakan keperawanan.


Mansur mengelus sarang yang dimiliki istrinya membuat istrinya merasa geli. Sebelum memasukan keperkasaanya kedalam sarang, Mansur berbisik meminta izin pada Risma


"ris, mas boleh memasukan punya mas ini di punyamu?" tanya Mansur


"apakah sakit? aku takut mas" jawab Risma

__ADS_1


"Awalnya memang sakit, tapi mas janji akan melakukanya pelan pelan" saut Mansur


"janji ya mas tidak bohong?" ucap Risma


"kamu belum mencobanya, mas akan membuatmu merasakanya, jangan takut" jawab Mansur


Mansur memasukan keperkasaanya kedalam sarang yang selama ini dirinya impikan. Mansur mulai menggerakan badanya maju mundur memasukan keperkasaanya. Risma berteriak kesakitan memukuli dan mencakar dada dan punggung Mansur, karena Mansur memaksakan keperkasaan untuk masuk dan menerobos sarang yang dimiliki istrinya.


"mas...sakit..hentikan mas..." teriak Risma menangis


"bersabarlah awalnya memang sakit, sebentar lagi akan tak sakit, kamu boleh memukul dan mencakar mas untuk menahan sakitmu" jawab Mansur


nb : (maaf jika kurang berkenan dengan bahasa author)


Alhamdulillah udah up ke 100


Terima kasih bagi semua yang setia membaca novel ini


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2