
--- Di Kampus Risma ---
Sore hari, Risma dan Windi sedang mengikuti kegiatan UKM Bulu Tangkis di lapangan. Risma dan Windi memang menyukai permainan bulu tangkis waktu SMA, bahkan mereka sangat mengidolakan Susi Susanti.
Risma dan Windi tetap memakai jilbabnya saat berada dilapangan bulutangkis berbeda dengan mahasiswa lainya yang melepas jilbabnya. Saat Risma dan Windi hendak bermain bulutangkis bersama tiba tiba ada wanita yang menegurnya
"hei, kalian berdua, kalau mau ceramah bukan disini tempatnya" tegur wanita itu
Risma dan Windi membelakan wajahnya karena merasa tidak asing dengan wanita itu..
"kau.." ucap Windi
"iya benar aku Maya, mantan pacar Yuda, kau pelakor itu kan, haha..santai aja aku masih ada stok" sindir Maya
"hei..beraninya kau menghina sahabatku" saut Risma
"Udahlah, kalian pergi saja dari sini, ini bukan tempatmu ceramah" ucap Maya
"siapa kau, beraninya kau mengusir kami" saut Windi
"aku siapa ? hah ? coba kau tanya gadis gadis disana" jawab Maya
Risma dan Windi menghampiri mahasiswa yang duduk dipinggir lapangan dan bertanya tentang Maya
"permisi mbak, kalau boleh tahu wanita itu siapa ya?" tanya Risma menunjuk kearah Maya
__ADS_1
"itu kak Maya, ketua UKM Bulu Tangkis sektor putri " jawab mahasiswa itu
" Hah " saut Risma dan Windi bersamaan
Maya menghampiri Risma dan Windi dengan tatapan tajam dan tersenyum sinis
"Bagaimana? kalian sudah tahu siapa aku?" sindir Maya
"iya benar, terus apa masalahmu" saut Risma
"Hei, sadarlah ini bukan masjid, lepaskan jilbab kalian jika ingin mengikuti UKM ini" tegas Maya
"Tidak akan !!! Berhijab bukan halangan untuk berkreatifitas" saut Risma
"Oh iya, apa emang gak gerah, ini olahraga bukan dakwah, jadi jangan membantah" jawab Maya
"ris kamu pinter banget" bisik Windi
"aku tahu ini dari mas mansur" bisik Risma
Maya terdiam sejenak dan menepuk tanganya seakan menganggap jawaban yang dilontarkan Risma adalah lelucon.
"Haha..lucu sekali memang ini bukan tempatmu,tempatmu di masjid.. hahaha" ucap Maya
"Tunggu...aku dan sahabatku akan melaporkan tindakanmu ini ke wakil dekan bidang kemahasiswaan, kamu telah melarang kami bermain bulutangkis karena berhijab" jawab Risma
__ADS_1
Maya membelakan matanya terkejut dengan keberanian Risma. Tak ada cara lain Maya menantang Risma bertanding dan mengajukan suatu perjanjian
"Ok silahkan, atau gini saja aku menantangmu besok sore bermain badminton jika aku menang kau boleh ikut" saut Maya
"Baik, bagaimana kalau kita bermain di sektor ganda putri? kau ajak temanmu, aku akan mengajak sahabatku" tawar Risma
"Baik tidak masalah, aku akan memperbolehkan mahasiswa disini berhijab jika kamu menang, jika kamu kalah aku akan menyuruh mahaisiswa kampus ini datang di lapangan dengan tidak berhijab" ucap Maya
"Ok aku terima" jawab Risma menjabat tangan Maya
Risma dan Windi meninggalkan lapangan dan bersiap untuk bertanding besok. Windi sangat ketakutan dengan ancaman Maya. Risma melihat sahabatnya dengan kondisi cemas memikirkan hari esok.Akhirnya Risma mengajak bicara Windi untuk menenangkanya
"win, kamu takut? santai saja kita dijalan yang benar" ucap Risma
"Tapi maya itu selalu juara provinsi ris, kita aja masih awang awangan dan amatir bermain badminton " jawab Windi
"Percayalah kalau kita pasti bisa, kita akan berusaha dan jangan lupa berdoa" saut Risma
"iya ris" jawab Windi
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga