Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
76. INGIN TAPI TAKUT


__ADS_3

Di rumah sakit, Aisyah baru sadarkan diri. Aisyah melihat Hakim tiba tiba memeluknya seperti terlihat bahagia. Aisyah penasaran dengan tingkah hakim, Aisyah belum mengetahui kalau dirinya hamil karena tadi


"mas, ada apa ini?" tanya Aisyah polos


"Aisyah kamu hamil, terima kasih kamu telah memberikan kado terindah" jawab Hakim


"aku akan jadi ibu mas? dan kamu akan jadi ayah?" tanya Aisyah


"iya..kita sebentar lagi menjadi orang tua" jawab Hakim


"alhamdulillah mas, aku senang sekali" saut Aisyah


"iya alhamdulillah, kamu harus banyak istirahat kata dokter jangan beraktivitas berat berat," ucap Hakim


"iya mas" jawab Aisyah


Sore hari setelah kondisi Aisyah membaik, dokter mengizinkan Aisyah pulang. Sesampainya dirumah Mansur dan Risma berpamitan pulang karena waktu sudah sore


"kim, mas dan mbak pulang dulu ya, kamu harus menjaga baik baik istrimu" ucap Mansur


"iya mas,aku akan menjaga aisyah" jawab Hakim


"sekali lagi selamat ya untuk kalian berdua, sekarang kami balik dulu sudah sore, ingat pesan dokter tadi" ucap Risma


"iya mbak pasti" jawab Hakim


"ya sudah kim, kita balik dulu ya, assalamualaikum" ucap Mansur


"waalaikumsalam" jawab Hakim

__ADS_1


--------------


20 menit kemudian, Mansur dan Risma sudah sampai kerumah. Di dalam kamar, Risma berdiri di depan jendela tersenyum senyum sendiri membayangkan keluarga Hakim dan Aisyah yang nampak bahagia karena segera dihadiri oleh seorang anak. Tiba tiba tanpa sadar Risma berbicara lirih ingin memiliki anak


"Betapa bahagianya Hakim dan Aisyah akan memiliki anak, sejujurnya aku ingin sekali merasakan kebahagiaan itu, tapi apalah dayaku aku masih belum siap dan takut" ucap Risma berbicera sendiri menghadap jendela


Mansur yang disaat baru masuk dalam kamar, sekilas mendengar istrinya ingin punya anak. Mansur berjalan menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang membuat Risma terkejut


"Eh..mas.." ucap Risma


"Benarkah kamu ingin mempunyai anak?" jawab Mansur


"mas mendengarkan aku bicara ya tadi?" tanya Risma


"sekilas tadi mas denger kamu ingin punya anak" jawab Mansur


"mas mengerti kok, setidaknya kamu punya kemajuan ingin memiliki anak, untuk prosesnya mendapatkanya mas yakin kamu akan siap dengan sendirnya" ucap Mansur


"kok mas mansur yakin banget sama aku?" tangkas Risma


"percayalah sama mas, ketika kemauan dan keinginanmu lebih besar daripada ketakutanmu, ketakutan itu perlahan akan hilang didominasi kemauan dan keingananmu" ucap Mansur


Risma terdiam hanya mengangguk mendengar ucapan dari Mansur. Risma berharap ucapan Mansur akan segera terwujud.


------------


Malam hari, Mansur mencoba ingin menghubungi Umar bertanya tentang perkembangan TPQ Al Wafaa. Sekaligus ingin memastikan Umar betah bekerja di TPQ Al Wafaa


Tut..Tut...

__ADS_1


📞"hallo..assalamualaikum mar" sapa Mansur


📞"waalaikumsalam, ada apa sur" jawab Umar


📞 "bagaimana mar, apakah kamu betah mengajar disana?" tanya Mansur


📞 "alhamdulilah, betah sur, terima kasih kamu telah mau memberiku kesempatan mengajar di TPQ Al Wafaa" jawab Umar


📞"iya mar, lagipula aku juga nggak salah pilih orang, kamu S1 studi islam di mesir lo, kamu pantes mendapat tawaran itu" puji Mansur


📞"hehe..iya sur jangan bikin aku melayang sur dengan pujianmu" ucap Umar


📞"haha...bisa aja kamu mar, eh gimana keadaan Namira" tanya Mansur


📞"Namira betah sur, dia ikut ngaji dan nyaman mengaji dengan sarah" jawab Umar


Mansur terdiam berpikir sejenak mungkin Sarah adalah jodoh yang tepat untuk Umar. Tanpa berpikir panjang Mansur menyarankan Umar memikirkan Sarah menjadi pendamping hidupnya.


📞 "mar, sepertinya sarah itu cocok menjadi pendamping hidupmu, dia orangnya baik, namira saja katamu betah mengaji bersamanya" ucap Mansur


Degg.....


----------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2