
Malam hari, Risma bergegas ke dapur untuk memasak makan malam. Risma ingin sekali membuat rujak apalagi dirinya merasa senang dan berbunga bunga karena akhirnya mendapat banyak buah kedondong. Awalnya Risma ingin membuat rujak buah komplit dengan isi macam macam aneka buah buahan. Akan tetapi Risma berubah pikiran ingin membuat rujak buah kedondong saja tanpa isi aneka buah buahan lain.
Tak butuh waktu lama hanya butuh waktu 10 menit rujak buah kedondong buatan Risma sudah jadi. Setelah rujak buah kedondongnya jadi, Risma menyajikanya di meja makan dua porsi untuk dirinya dan suaminya
Setelah menyajikan rujak buah kedondongnya di meja makan, Risma bergegas menuju kamar memanggil Mansur untuk makan di meja makan
"mas, ayo makan" ajak Risma
"hmm..ayo" jawab Mansur
Risma dan Mansur menuju meja makan dan duduk berhadapan. Mansur terkejut melihat rujak buah kedondong meja makan. Mansur mengenyitkan dahinya membayangkan betapa masamnya buah kedondong dilidahnya. Mansur hanya terdiam memandangi rujak buah kedondong buatan Risma di depanya. Ekspresi Mansur melihat rujak buah kedondong tanpa sadar Risma ternyata memperhatikanya dari tadi. Risma tanpa ragu langsung menegur Mansur agar memakan rujak buah kedondong buatanya
"mas, cepet dimakan rujaknya, ini enak lo" ucap Risma
"ris, ini menu makan malam kita? kelihatanya masam sekali mas gak doyan kedondong dan buah buah masam lain sebangsanya" jawab Mansur
"Tidak bisa , makan saja itu" tegas Risma
Sejak dari kecil Mansur memang tidak suka buah buahan masam.Mansur merengek pada Risma agar dirinya menyantap makanan menu lain di makan malamnya hari ini selain rujak buah kedondong
"ris, tapi rujak ini terlihat masam sekali, mas tidak bisa menikmatinya, mas boleh ya buat mie instan aja" rengek Mansur
"Tidak bisa, mas belum cobain rasanya udah bilang nggak enak aja" ucap Risma
"Iya deh mas cobain" jawab Mansur
__ADS_1
Mansur menuruti ucapan Risma, dirinya terpaksa memasukan satu irisan buah kedondong kedalam mulutnya menggunakan garpu. Saat irisan buah kedondong itu masuk kedalam mulut, Mansur merasakan sensasi masam di lidahnya tapi dirinya tidak mau memuntahkanya dengan terus menguyah dan menelanya paksa. Setelah satu irisan kedondong masuk dalam mulutnya. Mansur mengatakan pada Risma kalau rujak buah kedondong yang dimakanya rasanya sangat masam
"ris, ini masam sekali" ucap Mansur
"ini seger banget lo mas" jawab Risma
"kamu kok doyan sih?, emang dari kecil suka ya sama kedondong?" tanya Mansur
"Entahlah mas, aku tiba tiba aja pingin banget kedondong" jawab Risma sembari memakan rujaknya
Mansur terdiam menatap Risma yang terus memakan rujak buah kedondong sampai habis tak bersisa. Mansur bergidik ngeri kesemutan membayangkan masamnya buah kedondong yang masuk dalam mulut Risma. Mansur berusaha mencoba satu irisan lagi masuk dalam mulutnya, namun rasanya sama saja tetap masam dan dirinya tidak terbiasa. Hingga akhirnya Mansur menyerah dan pasrah mengatakan pada istrinya kalau dirinya sudah tidak sanggup menghabiskan rujak buah kedondong di piringya.
"ris maafin mas, mas tidak sanggup memakan rujak kedondong ini yang rasanya sangat masam dimulut mas" ucap Mansur
"Tidak bisa, ini punyaku sudah habis, aku menyuapimu sambil membantumu makan rujak kedondong ini" jawab Risma"
"ris, mas sudah kenyang maafin mas," ucap Mansur berbohong
"baru tiga suap mas, masih 6 sampai 7 suapan lagi ini" jawab Risma
"iya nggak apa apa, sebenarnya mas tidak suka makanan masam, kamu makan aja kalau mau" ucap Mansur
"ih mas tega sama aku , aku benci sama mas, aku mau ke kamar" saut Risma tiba tiba menangis
Risma beranjak berdiri dari meja makan lalu pergi berjalan menuju kamar. Mansur merasa khawatir dengan istrinya, tidak biasanya istrinya marah marah dan menangis jika masakanya dipuji kurang enak. Biasanya setiap kali masakan Risma kurang enak, Risma akan mencegah Mansur menghabiskan makananya dan membuatkan Mansur masakan baru seperti kejadian kali pertama Risma belajar masak
Mansur berlari menghampiri Risma yang menangis dalam kamar dan menenangkanya
__ADS_1
"ris, maafin mas, jangan menangis, mas akan habisin itu rujak" bujuk Mansur
"janji mas mau habisin?" jawab Risma
"iya tunggu mas bawa rujak kedondong tadi ke kamar dulu" ucal Mansur
Mansur kembali menuju meja makan mengambil rujak buah kedondong yang tadi belum habiskan. Mansur tidak ingin lidahnya merasakan masam lagi,dengan terpaksa demi kebaikan bersama, Mansur dengan langkah cerdiknya menggantikan kedondong dalam piringnya mengubahnya menjadi rujak apel hijau. Rujak modifikasi apel hijau yang dibuat Mansur memang sedikit mirip dengan rujak kedondong buatan Risma.
Setelah rujak modifikasinya sudah siap, Mansur kembali ke kamar memperlihatkan pada Risma kalau dirinya menikmari rujak kedondongnya tadi.
"risma, lihat nih mas makan rujaknya enak banget" ucap Mansur
"wah beneran mas?"tanya Risma
"Wenakkk" jawab Mansur
"Aaaa..aku seneng mas, habiskan aja mas kalau suka" saut Risma kegirangan
Risma senang Mansur menyukai rujaknya. Mansur membalas istrinya dengan senyum kemenangan karena rujak modifikasinya berhasil membuat istrinya senang tanpa curiga.
"Maafin mas ris, ini demi kebaikan kita berdua, mas tidak ingin kamu sedih, tapi mas juga dari kecil memang tidak suka kedondong," batin Mansur
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga