Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
167. BUKTI CINTA


__ADS_3

---- Di Rumah Yossy ----


Esok hari, Yossy memikirkan cara bagaimana cara membuktikan cintanya pada Melisa. Yossy menyadari dirinya salah, tapi dirinya sudah menyesali perbuatanya. Akhirnya Yossy memiliki ide yang memang menurutnya beresiko. Karena menurut Yossy tindakan yang dilakukan pada Melisa itu salah.


Pada saat makan siang, Bu Sonya dan Pak Johan sangat bahagia karena berhasil menyingkirkan Melisa di kehidupan Yossy.


"pa, akhirnya si pelayan itu keluar juga, mama puas banget keponakan mama akhirnya terbebas dari wanita itu" ucap Bu Sonya


"iya ma, papa yakin yossy akan seceptnya melupakan wanita miskin itu" jawab Pak Johan


"Tapi mama belum puas pa, ternyata informasi yang mama dapat dari suruhan mama, si wanita miskin itu belum kotor karena keponakan kita menyelamatkanya wanita itu, kali ini rencana mama pasti berhasil" ucap Bu Sonya


Mendengar Bu Sonya akan merencanakan kejahatan lagi pada Melisa. Yossy menyelah ucapan dari Bu Sonya


"rencana apa yang bibi rencanakan?" tanya Yossy datar


"ah, kamu gak perlu tahu, kamu pasti akan menyelamatkan wanita itu kan? bibi pastikan kamu akan tertawa melihatnya dirumah sakit jiwa" jawab Bu Sonya


"ma, papa juga mengerahkan suruhan papa untuk melacak gadis itu dan ternyata sudah ketemu, kita tinggal susun strategi menghancurkan hidup wanita itu" saut Pak Johan


"wah..tapi di kamar aja pa gampang" jawab Bu Sonya


Yossy merasa geram dengan paman dan bibinya langsung meninggalkan meja makan


"paman, bibi aku sudah kenyang aku akan ke kamar" ucap Yossy

__ADS_1


"iya yos, tenangkan pikiranmu setelah bibi dan paman menghancurkan wanita itu, bibi akan merencanakan perjodohan untukmu" jawab Bu Sonya


Yossy mengacuhkan ucapan Bu Sonya langsung pergi menuju kamar. Di dalam kamar Yossy memikirkan rencana jahat apa yang dilakukan paman dan bibinya pada Melisa. Yossy sangat khawatir dengan Melisa, hingga akhirnya dirinya harus terpaksa mengikuti alur permainan paman dan bibinya


Sore hari, Yossy menemui paman dan bibinya diruang tamu. Di ruang tamu, Yossy memainkan peranya berpura pura ingin ikut membatu paman dan bibinya


"paman, bibi aku menyesal tidak menuruti ucapan kalian" ucap Yossy


"kamu akhirnya sadar juga yos, bibi akan menjalankan misi menghancurkan wanita itu" jawab Bu Sonya


"kali ini kita akan berhasil" saut Pak Johan


"pasti dong pa, dia akan menderita, suruhan preman mama kali ini ada 3 orang" ucap Bu Sonya


"aku gak mau ikutan paman dan bibi aja,tapi aku boleh lihat rencana kalian?" tanya Yossy


"maafkan bibi yos, bibi masih belum mempercayaimu, biar paman dan bibi saja yang mengatur" ucap Bu Sonya


"jadi bibi nggak percaya nih sama keponakan kesayanyanganya? katanya aku keponakan kesayangan kalian, ternyata masih main rahasia rahasian sama aku, kalian jahat pokoknya yossy akan ngurung diri dikamar nggak mau makan" rengek Yossy


"ih sumpah jijik banget aku ngrengek gini kaya anak TK, tapi tidak apa apa deh ini demi Melisa" batin Yossy


Bu Sonya tidak tega melihat Yossy bersedih. Lagipula Bu Sonya sudah menganggap Yossy seperti anak kandungnya sendiri. Tanpa berpikit panjang Bu Sonya memeluk Yossy dan meminta maaf


"yos, jangan bikin bibi sedih dong, bibi minta maaf, kamu memang keponakan kesayangan kami, nanti bibi buatin deh makanan kesukaan kamu" bujuk Bu Sonya

__ADS_1


"kalau bibi sayang aku, mengapa main rahasia rahasiaan" jawab Yossy


"bibi takut kamu khilaf kaya kemarin nolongin wanita itu" saut Bu Sonya


"apa bibi tidak percaya sama aku? aku sudah menyesal mendekatinya, aku kan cuma pingin tahu aja, aku juga sudah bilang gak mau ikut ikutan" jawab Yossy


"uluh uluh keponakan bibi sayang lagi ngambek kaya anak TK padalan udah gede udah kuliah semeater 2 cup cup" saut Bu Sonya mengecup kening Yossy


"Ah udah ah, aku benci bibi dan paman" jawab Yossy


"Ih...sumpah jijik banget dicium cium kaya anak kecil, tapi aku rela ini demi kamu mel aku kayak gini." batin Yossy


Yossy langsung beranjak pergi ke kamarnya tiba tiba langkahnya dihentikan oleh Bu Sonya


"Yossy, tunggu jangan marah sama bibi, bibi akan cerita sama kamu" ucap Bu Sonya


Yossy duduk lagi di kursi tamu dirnya sangat serius mendengar cerita dari Bu Sonya.


Bu Sonya menceritakan rencana jahatnya menyerang Melisa pada Yossy tanpa curiga. Bu Sonya adalah adik dari ayah Yossy yang bernama Pak Yohanes. Sejak dari kecil Bu Sonya menyanyangi Yossy. Maka dari itu sudah tidak diragukan lagi kedekatan Yossy dan Bu Sonya seperti ibu dan anak.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2