
Sungguh Umar sangat terkejut saat Pak Yogi memberikan cek yang bertuliskan nominal uang sebesar 500 juta. Umar merasa dirinya membantu Pak Yogi dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan. Dengan lembut, Umar menolak cek 500 juta pemberian Pak Yogi
"mohon maaf pak, saya ikhlas bantu bapak, sebaiknya bapak simpan saja atau bapak tabung" ucap Umar
"pak umar, saya sangat salut dengan kejujuran dan perjuangan bapak mengembalikan dompet saya, uang saya masih utuh juga, sebenarnya saya sudah bernadzar kalau dompet saya ketemu uanya dan cek itu saya kasihkan ke orang yang menemukan" jawab Pak Yogi
"tapi pak.."saut Umar terpotong
"ambilah...pak umar pantas menerimanya, yang penting kartu kartu penting di dompet saya masih ada saya sudah bersyukur banget, saya mohon jangan menolak" potong Pak Yogi
Umar sebenarnya gugup menerima cek itu. karena baru pertama kali dalam hidupnya memegang cek sebesar 500 juta. Namun Umar terpaksa mau tidak mau harus menerima cek itu.
"Baik pak, saya terima, terima kasih banyak pak" ucap Umar
"iya, saya juga berterima kasih pada bapak, karena bapak dompet saya ketemu" jawab Yogi
"Iya pak, kalau gitu saya permisi mau pulang, istri dan anak saya menunggu" ucap Umar
"iya pak umar, jangan lupa sering sering mampir kesini ya" saut Yogi
"iya pak pasti, sekarang saya pamit dulu pak, assalamualaikum" pamit Umar
"waalaikumsalam" jawab Yogi
Umar saling bersalaman dengan Pak Yogi. Tak lama kemudian Umar meninggalkan rumah Pak Yogi dan bergegas pulang
--- Di Kos Sarah dan Umar ---
Sarah menatap jam dinding sudah menunjukan pukul 18.00. Tidak seperti biasanya, kali ini Sarah nampak khawatir dengan Umar yang masih belum pulang. Sarah mondar mandir dari kamar ke teras menanti suaminya pulang. Saat itu Namira juga ikut khawatir ayahnya belum pulang. Namira yang nampak khawatir mencoba bertanya pada ibunya tentang keberadaan ayahnya.
__ADS_1
"ibu, ayah dimana? kok belum pulang?" tanya Namira
Sarah menatap Namira yang khawatir berusaha menenangkan pikiranya dan mencoba menenangkan Namira
"ayah masih kerja, ayah lembur sayang" ucap Sarah
"ibu bohong ya? tadi aku lihat ibu sepertinya kebingungan" jawab Namira
"oh..tidak kok ibu tadi ngusir tikus" saut Sarah bohong
Mendengar kata tikus, Namira nampak ketakutan langsung memeluk Sarah
"namira takut tikus bu" ucap Namira memeluk Sarah
"Eh..sudah tidak ada sayang, jangan takut" jawab Sarah sembari membalas pelukan Namira.
Saat Sarah dan Namira saling berpelukan, tiba tiba tanpa disadari ada sesorang dari belakang ikut memeluk Sarah dan Namira. Keberadaan seseorang tersebut sontak membuat Sarah dan Namira terkejut.
Sarah langsung menatap kearah belakang ternyata seseorang yang tiba tiba memeluk dirinya dan anaknya adalah suaminya.
"Ih..mas..bikin kaget aja" ucap Sarah
"aku juga kaget gara gara ayah" saut Namira
"hmm..maafin ayah ya kalian berdua gemesin" jawab Umar
Umar tertawa kecil melihat dua bidadarinya kompak saling cemberut bersama sama. Tanpa ragu Umar mencium pipi Sarah dan Namira bergantian.
Sarah melihat Umar terlihat bahagia hari ini nampak keheranan. Begitu juga dengan Namira yang melihat ayahnya nampak tersenyum sumringah. Tanpa berpikir panjang Namira dengan polosnya bertanya pada ayahnya yang terlihat bahagia itu
__ADS_1
"ayah, ayah dari tadi senyum senyum terus? ada apa ayah?" tanya Namira
"Iya mas, kamu nampak bahagia banget hari ini" saut Sarah
"iya kalian benar, ayah bahagia banget karena alhamdulillah hari ini ayah dapat rezeki" jawab Umar
"alhamdulillah mas, kamu tadi lembur ya?" tanya Sarah
"tidak mas tadi tidak lembur, tadi pulang kerja mas tidak sengaja nemuin dompet di jalan..." jawab Umar terpotong
"mas, aku tidak mau ya rezeki dari temuan dompet itu, mas harus balikin dompet itu, kasihan mas pemiliknya." potong Sarah
Mendengar ucapan istrinya, Umar senang istrinya memiliki pemikiran yang sama denganya. Umar tiba tiba langsung mencium pipi Sarah kemudian melanjutkan ucapanya tadi
"kamu benar dek, dompet itu ada uang tunai 2 juta dan cek 500 juta, mas tadi telat pulang karena mengembalikan dompet itu kepemiliknya.namun saat mas sampai di rumah pemilik dompet itu, pemilik dompet itu memberikan cek 500 juta itu kepada mas karena nadzarnya dek." ucap Umar
"hah? mas dapat 500 juta? " jawab Sarah kaget
"Iya dek, alhmadulillah ini rezeki keluarga kita" saut Umar
"alhamdulillah mas" jawab Sarah menangis
Umar memeluk istri dan anaknya dengan tangis haru kebahagian. Umar bersyukur buah dari kejujuranya mengembalikan dompet yang ditemukan itu menghasilkan berkah kebahagiaan dalam keluarga kecilnya
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga