Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
241. KECEMBURUAN NAMIRA


__ADS_3

3 hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Sarah dan anaknya Burhan diperbolehkan pulang oleh dokter. Sarah sangat senang saat itu, dirinya tidak sabar merawat anak laki laki pertamanya dirumah.


"Mas, aku sangat senang sekali. sebentar lagi kita akan merasakan bergadang mendengar tangisan Burhan," ucap Sarah


"Iya dek, Mas juga senang kita akan merawat Burhan bersama sama," jawab Umar


Umar dan Sarah saling melempar senyum melihat ketampanan Burhan. Umar saat itu berubah menjadi ayah yang humoris. Berkali kali Umar mengajak anak laki lakinya itu bicara.


"Burhan anak ayah, kalau udah gede kita nonton bola bareng ya. Burhan temanin ayah nonton bola karena ayah selalu sendirian nonton bola, pokoknya kita tim Manchester City," ucap Umar


"Mas, bolehnya sabtu malam minggu saja kalau nonton sama Burhan. soalnya Burhan harus fokus sekolah," jawab Sarah


Mendengar ucapan Sarah, Umar tersenyum kecil lalu malah semakin menggoda Sarah dan tentunya membuat Sarah kesal.


"Nggak mau ibu, Burhan kan anak laki laki suka bola. Burhan mau temenin ayah pakai bajunya Manchester City nonton bola malam malam," ucap Umar


"Mas...aku serius, Burhan harus fokus sama sekolahnya. bergadang malam minggu aja. nanti remote tv akan aku umpetin kalau ngeyel," jawab Sarah


Umar saat itu tertawa terbahak bahak melihat Sarah yang mulai kesal. Umar mencium pipi anak laki lakinya kemudian juga mencium pipi istrinya lalu mengatakan sesuatu.


"Mas juga sependapat kok, kalau pendidikan itu yang paling utama." saut Umar


Umar dan Sarah saat itu sangat bahagia menikmati kebahagiaan kehadiran buah hatinya. Namun saat itu diam diam Namira mengintip dari kebahagiaan orangtuanya bersama adiknya. Namira merasa tidak pernah melihat orangtuanya sebahagia hari ini. Bahkan Namira berpikir sebelum adiknya terlahir di dunia, orangtuanya tidak bahagia.

__ADS_1


Namira sekarang sudah berusia 8 tahun. Namira sudah mengerti kalau dirinya bukan anak kandung ayah dan ibunya. Namira merasa dirinya yatim piatu. Namira terisak tangis memikirkan kalau dirinya hanyalah benalu dalam keluarganya.


"Ayah dan Ibu sudah sangat bahagia dengan lahirnya adek Burhan. Bahkan sudah beberapa hari, aku dititipin ke Om Yossy dan Tante Melisa. ayah dan ibu tidak mencariku. apakah ayah dan ibu bahagia tanpa diriku. apakah mereka tidak sayang sama aku," batin Namira


Namira saat itu terus melamun di depan pintu ruang ibunya masih dirawat pasca melahirkan. Namun lamunan Namira saat itu buyar ketika Yossy dan Melisa datang menghampirinya.


"Namira sayang, kok tidak masuk?" tanya Yossy


"Eh...Om Yossy ngagetin Namira saja," jawab Namira


"Hehe iya deh maafin om, ngomong ngomong mengapa Namira tidak masuk?" tanya Yossy


"Tadi Namira kebelet pipis Om, ini juga Namira mau masuk ketemu dek Burhan," jawab Namira


"Iya Om, dek desy makin cantik aja om," jawab Namira


Yossy yang gemas dengan Namira langsung mengacak ngacak rambut Namira.


"Iya dong anak Om emang gemesin kaya papinya haha..." ucap Yossy


"Tapi menurutku cantiknya dek Desi kaya Tante Melisa," goda Namira


"Wah, makasih ya Namira. kamu telah menyadarkan Om Yossy yang pedenya selangit," jawab Melisa

__ADS_1


"Hahaha..." tawa Melisa dan Namira


Yossy yang ditertawakan oleh Namira dan Melisa langsung menggendong Namira lalu menggelitiki perut Namira. Namira sangat kegelian saat itu saat digelitiki oleh Yossy.


"Ampun om...sudah.. geli om..." teriak Namira


"Nah, makanya jangan ngerjain om. sekarang Namira masuk dulu ya, Om dan Tante mau anterin Desy imunisasi," ucap Yossy


"Iya Om," jawab Namira


Melisa dan Yossy meninggalkan Namira mengantarkan Desy imunisasi. Namira masih terdiam di depan pintu. Namira juga memandangi Yossy dan Melisa yang nampak bahagia juga mengantarkan anaknya imunisasi


"Selain ibu dan ayah, Om Yossy dan Tante Melisa juga bahagia sekali. memang bener ya dimana mana anak kandung selalu menjadi prioritas. adek burhan dan adek desy beruntung sekali. malangnya nasibku yang hanya anak tiri. ibu dan ayah bahkan tidak melihatku saat aku mengintip didepan pintu, apakah mereka melupakan aku? apakah aku sudah tidak dibutuhkan?" batin Namira


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


nb :maaf baru up, karena author belakangan ini sibuk kerjaan banyak banget huhu...

__ADS_1


__ADS_2