Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
91. TIDAK BERDAYA


__ADS_3

Setelah acara syukuran selesai, Umar dibantu Sarah dan Namira mengemasi barang barangnya dikamar hendak pergi dari rumah Mansur. Mansur yang duduk di ruang tamu bersama Risma tiba tiba terkejut melihat Umar menggendong Namira dan membawa koper seperti hendak mau pergi


"lho, mar mau kemana malam malam?" tanya Mansur


"aku dan namira akan tinggal sementara di kos nya Sarah, kami sudah berkeluarga merasa tidak enak jika masih tinggal disini" jawab Umar


"tadi pagi aku merias kak sarah di kosnya, maaf tapi sepertinya kalian lebih baik tinggal disini dulu untuk kenyamanan keluarga kalian" saut Risma


"iya mar, kamu bisa mengajak Sarah tinggal disini mar, aku tidak keberatan, besok kami juga mau kembali ke jakarta lagi ke rumah orang tua" saut Mansur


"Maaf mas, terima kasih sebelumnya bukanya sarah mau menolak, kami hanya ingin rumah tangga kami mandiri, bantuan mas mansur memperkerjakan kami di TPQ ini sudah lebih dari cukup" ucap Sarah


"hmm..baiklah kalau itu keinginan kalian, kalian boleh pergi, kalian bisa menghubungiku dan istriku jika butuh sesuatu" jawab Mansur


"iya sur terima kasih, kami pulang dulu, assalamualaikum" pamit Umar


"waalaikumsalam" jawab Mansur dan Risma


-----------

__ADS_1


20 menit kemudian, Umar dan Sarah telah sampai di kos. Namira sudah tertidur, sementara Umar dan Sarah duduk berjejer dilantai yang tak jauh dari tempat Namira tertidur. Sarah sungguh tak enak dengan Umar dan Namira karena kondisi kos nya yang sempit untuk ditempati bertiga. Kondisi kos sarah adalah sebuah kamar dengan isi kasur tipis, lemari kecil, dan kardus berisi buku buku, sementara untuk kamar mandi dan dapur digunakan untuk umum bersama penghuni kos lainya. Sarah meminta maaf pada Umar mengenai kondisi tempat tinggalnya yang sementara dihuni


"pak umar, saya minta maaf ini kondisi kos saya, saya merasa tidak enak" ucap Sarah


"tidak apa apa bu, justru saya yang minta maaf saya merasa tidak berdaya dengan kondisi ekonomi saya untuk menghidupi bu sarah dan namira" jawab Mansur sambil mengelus kening Namira yang tertidur


"pak umar.." ucap Sarah terpotong


"maaf bu, kita sudah suami istri, saya merasa canggung kita berdua manggilnya masih pak dan bu, bu sarah cukup panggil saya mas aja" potong Umar


"hmm..iya pak..eh mas, maaf belum terbiasa, mas bisa panggil saya sarah saja, mas tidak perlu khawatir masalah ekonomi di keluarga kita, kita akan berjuang bersama" ucap Sarah


"iya terima kasih...hmm..apa boleh saya panggil kamu dek?" tanya Umar


Mereka berdua saling bertatap muka dan masih merasa canggung tidak melanjutkan pembicaraan.Mereka bingung apa yang harus dilakukan pada malam pertamanya setelah pernikahan. Akhirnya tiba tiba terdengar suara petir yang keras memecah keheningan membuat Sarah tiba tiba berteriak ketakutan


"Aaaaaaaa....." teriak Sarah menutup telinganya


"dek, kamu tidak apa-apa?" tanya Umar panik

__ADS_1


"saya takut suara petir mas, biasanya saya menginap di kamar sebelah jika hujan lebat" jawab Sarah


Sontak Umar memeluk Sarah dan mengelus pundak sarah berusaha menenangkanya


"disini ada mas, kamu jangan khawatir, sekarang tidurlah biar mas yang berjaga" ucap Umar


"Iya mas, saya tidur dulu, maaf saya menganggu waktu tidurmu mas" jawab Sarah


"sudah, tidurlah dulu" saut Umar


Sarah akhirnya tertidur di kasur tipisnya sambil memeluk Namira. Umar yang masih belum terpejam matanya bahagia melihat Sarah sangat menyanyangi Namira. Namun disisi lain, Umar bersedih memikirkan nasib ekonomi keluarganya kedepan. Tanpa sadar, Umar mengelus kepala Sarah yang masih terbalut hijab sembari mengatakan sesuatu dengan lirih


"Insyaallah mas akan belajar mencintaimu, mas bangga pada dirimu yang menyayangi Namira seperti anak kandung sendiri. mas merasa tak berdaya dengan kondisi ekonomi mas, sehingga kalian harus tinggal disini, tapi percayalah mas janji akan berusaha membahagiakan kalian....suka dan duka kalian mulai sekarang menjadi suka dan dukaku juga." batin Umar


Setelah memastikan Sarah tertidur nyenyak, Umar tertidur disamping Sarah dan memeluknya. Sementara Sarah membelakangi Umar dengan masih tetap dengan posisi memeluk Namira.


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2