Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
143. AWAS JATUH CINTA


__ADS_3

Riska melihat Yossy terdiam saat membicarakan tentang balas dendam.


Beberapa menit kemudian Mansur mengirim pesan suara di ponsel Risma. Setelah mendapat pesan suara dari Mansur, Risma menyampaikan apa yang dikatakan suaminya.


"Yos, sebaiknya kamu urungkan niat balas dendamu itu" ucap Risma


"Lha, mengapa emang, karena kamu kasihan?" tanya Yossy


"mending dengerin pesan suara suamiku ini, ku harap kamu sadar" jawab Risma


Risma menyetel pesan suara dari suaminya tentang dendam dalam islam.Yossy mendengarkan pesan suara itu sedikit tersentak hatinya, tapi rasanya sungguh berat melakukanya.


"kayaknya gak semudah itu aku bisa melupakan kejadian itu dan memaafkan kelurganya, aku nggak bisa, keluargaku sudah hancur" ucap Yossy


"mending kamu renungkan lagi deh ceramah dari suamiku, belajarlah jadi pemaaf" jawab Risma


"aku tidak bisa, kamu gak pernah ngrasain keluarga hancur, aku akan melanjutkan rencanaku itu" saut Yossy


Risma terkejut dengan rencana Yossy ingin menyakiti Melisa. Risma tidak ingin Melisa disakitm Tanpa berpikir panjang karena sudak bosan meladeni Yossy akhirnya dirinya langsung menyindir pedas Yossy


" terserah kamu yos, yang penting aku sudah memberitahumu, tapi walaupun aku tak mengenalnya aku akan berusaha menjadi sahabatnya dan perlahan aku akan menjauhkan Melisa darimu" ucap Risma


"hmm...dia tidak akan menjauhiku dengan penampilan cupuku dikampus tidak mungkin dia percaya kalau aku akan menyakitinya" jawab Yossy


"apa kamu takut, Melisa meninggalkanmu?" goda Risma


Degg


Yossy terdiam tiba tiba dipikiranya entah mengapa dirinya takut kehilangan Melisa. Yossy terlihat menunjukan ekspresi paniknya saat mendengar ucapan Risma. Tanpa disadari dari kaca depan mobil Risma tertawa kecil saat melihat dengan jelas raut wajah panik dari Yossy. Yossy yang akhirnya menyadari Risma menertawainya langsung menegurnya


"Mengapa kamu tertawa?" tanya Yossy


"Oh tidak ada, kamu terlihat panik tadi saat aku mengatakan Melisa akan meninggalkanmu" jawab Risma

__ADS_1


"panik, mengapa aku harus panik?" saut Yossy


"tidak apa apa aku hanya memperingatimu saja, awas jatuh cinta denganya" jawab Risma


"Aku? jatuh cinta? aku jatuh dengan adik dari pria yang membuat keluargaku hancur? huh..tidak akan" saut Yossy


"haha..aku tidak akan membiarkan Melisa jatuh cinta padamu selama niat burukmu itu masih terselebung" ancam Risma


"Oh silahkan, dia akan dengan sendirinya menyatakan cintanya padaku" jawab Yossy percaya diri


"Benarkah, percaya diri sekali kamu, aku pegang kata katamu, awas sampai kamu jatuh cinta pada Melisa duluan" goda Risma


"hmm..kita lihat saja nanti" saut Yossy


---- Di Rumah Sakit -----


15 menit kemudian, mobil yang dikemudi oleh Yossy sudah sampai dirumah sakit. Tanpa berpikir panjang Yossy menggendong Melisa yang tak sadarkan diri dari pangkuan Risma. Yossy berlari menuju UGD berteriak meminta dokter disana memeriksa kondisi Melisa. Risma melihat Yossy sangat cemas diruang tunggu. Risma yang merasa kasihan dengan sahabatnya berusaha menenangkan Yossy


"Iya ris" jawab Yossy


"Sekarang ayo kita shalat ashar dulu, keburu habis waktunya" ajak Risma


"iya ayo" jawab Yossy


Setelah shalat ashar di mushola, Yossy dan Risma kembali di depan ruang UGD.


10 menit kemudian, dokter keluar dari ruanganya, sontak membuat Yossy beranjak berdiri dari tempat duduknya dan menanyakan kondisi Melisa


"dok, bagaimana kondisi Melisa?" tanya Yossy


"saudara Melisa terdiagnosa terkena penyakit apendistis atau usus buntu, dan segera harus dilakukan operasi untuk menghindari infeksi" jawab Dokter


"Segera lakukan operasi itu dok, saya akan mengurus administrasinya" saut Yossy

__ADS_1


"Baik pak, silahkan mengurus administrasinya, saya akan segera melakukan persiapan tindakan operasi pada saudara Melisa" ucap Dokter


"iya dok, terima kasih" jawab Yossy


Yossy berlari ke ruang admisnstrasi untuk mengurus biaya pengobatan Melisa. Setelah ke ruang admianistrasi, Yossy terduduk lemas di ruang tunggu mendengar kondisi Melisa yang didiagnosis mengidap penyakit usus buntu. Di sisi Risma ikut sedih melihat kondisi Melisa dan merasa kasihan juga dengan Yossy yang begitu cemas.


Sebenarnya Risma hendak akan izin pulang pada Yossy karena waktu sudah hampir maghrib. Namun Risma tidak tega meninggalkan Melisa dan Yossy di rumah sakit. Risma lalu mengambil ponselnya memberi pesan pada. Mansur memberitahunya kalau dirinya dirinya menjenguk temanya di rumah sakit.


📩 "Assalamualaikum mas, aku hari ini pulang telat karena menjenguk temanku namanya Melisa di rumah sakit, aku sekarang bersama Yossy menunggu operasi usus buntu temanku Melisa." pesan Risma


📩 "Waalaikumsalam, nanti pulangnya mas jemput, jangan lupa shalat" balas Mansur


📩 "iya mas, nanti aku kabari kalau aku sudah pulang" pesan Risma


📩 "I ❤❤❤❤ U " balas Mansur


📩 "👀👀👀👀" pesan Risma


📩 "💋💋💋🤗" balas Mansur


📩 "🤔🤔🤔" pesan Risma


📩 "😘😘😘😘" balas Mansur


"Ih..mas mansur makin kesini makin bucin deh sama aku, di ladenin malah gak kelar kelar haha..gak nyangka suamiku ustadz tapi so sweet juga" batin Risma


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2