Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
108. PIJAT PLUS PLUS


__ADS_3

--- Di Jakarta ---


Di kamar, Mansur sedang fokus dengan laptopnya membuat rencana pembelajaran kuliah semester depan. Mansur merasa semester genap ini dirinya mengampu lebih banyak kelas dan merasa kewalahan. Bagaimana tidak kewalahan semester lalu pertama kali masuk menjadi dosen Mansur mengajar 6 kelas, namun semeater genap besok Mansur mengajar 10 kelas, termasuk mengajar lagi kelas Aisyah dan Hakim. Mansur merasa pegal punggungnya setelah berjam jam duduk dihadapan laptop. Mansur ingin sekali pijat tapi dirinya bingung harus menyuruh siapa. Akhirnya dirinya berinisiatif memanggil istrinya yang duduk diranjang sibuk memainkan ponselnya.


"ris.." sapa Mansur


""iya..ada apa mas" tanya Risma


"badan mas pegel pegel, tolong pijitin mas" jawab Mansur


"tapi aku tidak bisa memijat mas" saut Risma


"kamu pasti bisa" ucap Mansur


Belum mendapat persetujuan istrinya, Mansur tiba tiba membuka bajunya dan langsung tengkurap diranjang.


"mas, kok tiba tiba lepas baju?" tanya Risma


"mas, pegel banget, tolong pijitin mas" jawab Mansur


Risma terpaksa tidak menolak, dirinya memijat punggung suaminya. Tangan Risma yang kecil sebenarnya pijatanya tidak begitu berasa, tapi Mansur tetap menikmati pijatan dari Risma. Di sela sela menikmati pijatan istrinya, sontak Mansur tiba tiba mengatakan sesuatu yang membuat Risma terkejut


"ris, mas pingin pijat plus plus" ucap Mansur


"plus plus? apa itu mas" jawab Risma


"tenang saja, ini menyenangkan" saut Mansur

__ADS_1


Mansur tiba tiba membuka celananya sontak Risma terkejut melihat Mansur telanjang hanya memakai boxer. Wajah Risma sangat malu dirinya sangat tidak fokus melihat sesuatu yang menonjol di boxer Mansur. Mansur yang mengetahui tingkah aneh istrinya mencoba menggodanya


"tidak perlu malu, mas suamimu, sekarang kamu juga harus sama seperti mas" ucap Mansur


"Eh..mas" jawab Risma


"ini plus plusnya dalam pijat, mas bantu lepasin ya?" saut Mansur


Risma hanya mengangguk pasrah dengan perintah Mansur. Risma melepas pakaianya dibantu Mansur hingga hanya menyisahkan menggunakan b** dan celana d**** yang menutupi tubuhnya. Mansur tersenyum melihat istrinya menurutinya. Tanpa ragu Mansur memijat punggung Risma, sontak membuat Risma terkejut


"mas, geli mas, aku saja yang mijitin mas" ucap Risma


"hmm..mas hanya ingin memijatmu kamu pasti juga lelah" jawab Mansur


Mansur memijat punggung Risma dengan lembut kemudian setelah bosan di punggung dengan sengaja Mansur melepas kait b** yang menutupi gunung kembar Risma dan me*****nya dengan gemas.Risma merasa geli dengan perlakuan Mansur, berkali kali Risma menyuruh Mansur berhenti me***** gunung kembarnya.


"mas, suka menyentuhnya" jawab Mansur santai


"aku mohon hentikan mas, kamu sudah lama memijatku gantian aku memijatmu" saut Risma


Mansur menghentikan aktivitas memijatnya berganti dirinya terlentang untuk dipijat Risma. Risma bingung apa yang harus dipijat saat suaminya kondisi terlentang


"mas, kalau kamu terlentang apa yang aku pijat?" tanya Risma


"pijat dada dan perut mas, mas ingin merasakan sentuhan lembut dari istri mas" jawab Mansur


Risma memijat dada dan perut suaminya dengan lembut. Mansur merasakan geli tapi dirinya menahanya.Mansur tidak ingin melewatkan sedetik pun kenikmatan perlakuan dari istrinya. Mansur juga tersenyum karena melihat istrinya yang yang sedang cemberut.

__ADS_1


"ris, kamu itu lucu deh, bikin mas menginginkanya, kamu harus tanggung jawab" ucap Mansur


"tanggung jawab? maksud mas?" tanya Risma


Mansur tidak menjawab pertanyaan Risma sontak tiba tiba melepas celana d**** yang dipakai Risma. Risma menutupi bagian bawahnya dengan kedua tanganya karena malu. Mansur yang mengetahui hal itu mengecup bibir Risma dan mengatakan sesuatu


"ris, kamu harus tanggung jawab, mas menginginkanya" ucap Mansur


"maksud mas? aku tidak mengerti" jawab Risma pura pura tidak tahu


Mansur merasa gemas dengan istrinya yang masih pura pura tidak tahu. Tanpa ragu, Mansur melepas boxernya langsung tiba tiba Mansur menindih tubuh Risma dan membisikan seusuatu ditelinga Risma


"mas, menginginkan ini seperti malam kebahagiaan kita beberapa hari yang lalu, kamu pasti mengerti, jangan malu dan jangan takut, ini tidak sesakit kemarin, mas juga melakukanya pelan pelan" ucap Mansur


"i..iya mas" jawab Risma terbatah bata


"rileks aja, dan nikmatilah" saut Risma


Risma mengangguk pasrah dan menuruti keinginan suaminya itu. Setelah mendapat persetujuan istrinya, Mansur dan Risma lagi lagi melakukan permainan panasnya seperti kejadian beberapa hari yang lalu melakukan malam kebahagiaanya.


nb : (maaf jika kurang berkenan dengan bahasa author)


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2