
Degg..
Sarah terkejut dengan ajakan menikah dari Umar. Sebenarnya Sarah belum siap dengan semua ini, tapi dirinya memahami kondisi Umar, Sarah berpikir mungkin Umar sebenarnya juga belum siap menikah, tapi hal itu dilakukan Umar karena demi Namira. Sarah berpikir bagaimana seseorang bisa mengajak menikah padahal masih dua kali bertemu bertatap muka. Sebelum menjawab ajakan menikah dari Umar, Sarah mengajukan pertanyaan pada Umar
"pak umar, apakah bapak yakin dengan keputusan mau menikah dengan saya, saya tahu ini demi Namira, tetapi kita baru saja dua kali bertemu pak, saya mau menekankan pada bapak kalau pernikahan itu bukan main main" jawab Sarah
"iya bu sarah benar, kita memang baru dua kali bertemu.saya mengajak ibu menikah dengan saya karena memang keinginan Namira yang membutuhkan sosok ibu dalam hidupnya. tapi saya yakin bu sarah insyallah seiring berjalanya waktu kita akan terbiasa saling bertemu dan cinta akan tumbuh dengan sendirinya" jawab Umar
Sarah terdiam mematung mendengar ucapan Umar. Sarah bingung apakah harus menerima atau menolak ajakan Umar. Ingin sekali Sarah mengatakam dirinya belum siap, tapi dirinya tidak tega dengan Namira yang nantinya akan sedih dan menangis.
Umar yang melihat Sarah terdiam mencoba memastikan apakah Sarah mau menikah denganya atau tidak.
"bu sarah, bagaimana apakah bu sarah mau menikah dengan saya? saya berjanji walaupun kita berdua masih belum saling mencintai, saya akan berusaha membahagiakan bu sarah" ucap Umar
"saya menerima lamaran dari pak umar, Insyaallah ini keputusan yang terbaik, saya juga akan berusaha menjadi makmum yang taat dan patuh kepada imam saya nanti" jawab Sarah
"Terima kasih bu sarah, besok jika bu sarah tidak sibuk, bu sarah bisa kesini atau saya yang menemui bu sarah untuk membicarakan tanggal pernikahan kita" ucap Umar
"Besok saya ada jadwal seminar proposal siang hari dan menghadiri acara ulang tahun teman saya sampai maghrib, mungkin kita bisa ketemuan di kafe dekat kampus habis maghrib, maaf pak tidak baik jika seorang wanita yang datang bermalam ke rumah laki laki yang belum muhrimnya" jawab Sarah
"iya bu sarah, saya mengerti itu, untuk kafenya terserah bu sarah mau dimana, sekarang kita shalat ashar dulu sebelum melanjutkan pembelajaran TPQ sesi kedua" saut Umar
"Baik pak umar" jawab Sarah
__ADS_1
2 jam kemudian pembelajaran TPQ selesai, Sarah berbenah memasukan tubuhnya dalam tas. Namun saat berbenah namira menghampiri Sarah berteriak memanggilnya
"bu sarah..." teriak Namira
"Eh..ada si cantik. ada apa cantik?" jawab Sarah
"apakah bu sarah mau menjadi ibuku?" tanya Namira polos
"iya pokoknya Namira doain saja semoga kedepanya lancar" jawab Sarah
Namira melamun tidak mendengar jawaban Sarah.Sarah memperhatikan Namira melihat seorang anak dijemput oleh ibunya menggunakan sepeda onthel. Tanpa sadar Namira meneteskan air matanya dadanya terasa sesak. Sarah yang mengetahui Namira menangis mencoba menenangkanya.
"Namira cantik..." sapa Sarah
Namira yang tak kuat dengan tangisnya tiba tiba memeluk Sarah. Namira menangis tersedu sedu dipelukan Sarah tak mengatakan apapun. Sarah mengetahui Namira pasti menginginkan sosok ibu seperti teman temanya. Sarah sudah memutuskan menerima ajakan menikah dari Umar akhirnya Sarah mengatakan sesuatu yang membuat Namira merasa nyaman.
"benarkah bu sarah akan jadi ibuku" jawab Namira
"iya cantik, makanya doain prosesnya lancar ya, sekarang bu sarah mau pulang dulu, namira sekarang pulang sama ayah ya.. itu disana ayah sudah nunggu" ucap Sarah
Namira berlari menghampiri Umar yang menunggunya di teras halaman TPQ. Umar bahagia melihat Sarah mulai bisa menerima lamaranya tadi. Umar menggendong Namira yang berlari kearahnya kemudian menghampiri Sarah yang hendak menaiki sepeda onthelnya
"bu, terima kasih atas semuanya" ucap Umar
__ADS_1
"iya pak, sekarang sudah mau maghrib saya pulang dulu ya pak..assalamualaikum" pamit Sarah
"waalaikumsalam...hati hati di jalan" jawab Umar
"iya pak" saut Sarah
Visual Toko
Umar
Sarah
Namira
----------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga