
--- Di Surabaya ---
Malam hari, Umar termenung di teras halaman kos menatap bintang bintang dilangit. Umar berpikir Sarah terlalu sempurna untuknya, Sarah mengerjakan semua urusan rumah tangga dengan baik sehingga Umar merasa dirinya tidak berguna menjadi suami. Umar belum bisa membahagiakan keluarga kecilnya, apalagi saat mengetahui istrinya menabung uang dari hasil jerih payahnya seharian dan juga bermimpi memiliki rumah sontak membuat Umar merasa sedih dan tak sadar meneteskan air matanya.
Disisi lain, didalam kamar Sarah sudah menidurkan Namira beranjak mencari suaminya yang belum masuk kamar
"mas umar dimana ya?" ucap Sarah bergegas keluar kamar mencari suaminya
Sarah mencari Umar dapur dan kamar mandi tapi hasilnya nihil Sarah tidak menemukan suaminya. Sarah berpikir mungkin suaminya ada di teras halaman kos.Sarah berjalan menuju ke halaman kosnya melihat suaminya berdiri termenung menatap bintang bintang dilangit. Sarah langsung menghampiri suaminya, saat menatap suaminya dari samping, Sarah melihat air mata membasahi pipi Umar. Sarah tanpa berpikir panjang spontan mengusap air mata di pipi suaminya membuat Umar terkejut akan kedatangan Sarah
"Eh, dek kok belum tidur? " tanya Umar
"mas, mengapa menangis?" tanya balik Sarah
"tidak kok, mas cuma itu kok, kangen itu..kangen ayah dan ibu saja, mas tidak apa apa kok" jawab Umar terbata bata dirinya berbohong
"mas.. apa ada masalah, aku merasa mas menyembunyikan sesuatu dariku" tanya Sarah curiga
Umar memegang bahu istrinya dengan kedua tanganya lalu menarik nafasnya dalam dalam dan mengeluarkanya dengan sedikit kasar. setelah itu memberanikan diri bicara pada Sarah
"dek, jujur mas sudah mulai mencintaimu ,apakah kamu juga sudah mencintai mas? " tanya Umar
__ADS_1
Degg...
Sarah terkejut dan terdiam dengan ucapan Umar yang mencintainya. Tentu Sarah merasa senang suaminya mencintainya tapi dirinya bingung apakah perhatianya selama ini menandakan dirinya sudah mencintai Umar atau sekedar karena melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Umar menatap istrinya yang hanya terdiam mencoba memecah keheningan.
"dek, tidak usah dipaksa, kalau memang kamu tidak mencintai mas, kamu jangan memaksakan dirimu, mas tidak masalah kalau kamu ingin meninggalkan mas" ucap Umar
"mas..." jawab Sarah terhenti
"kamu berhak bahagia dek, jangan paksakan dirimu, mas tidak mau kamu menderita hidup sama mas, jujur mas merasa tidak berguna menjadi suami, kamu boleh kok meninggalkan mas walaupun mas sendiri jujur tidak mau kehilanganmu dek" ucap Umar melepas tanganya dari bahu Sarah
Umar kembali membalikan badanya menatap bintang bintang dilangit. Sarah tiba tiba menangis, dirinya tiba tiba sontak memeluk tubuh Umar dari belakang dan tanganya melingkar diperut Umar. Pelukan sarah yang tiba tiba itu sontak membuat Umar terkejut
"dek.." ucap Umar
Umar merasa senang istrinya sudah mencintai dirinya. Umar berbalik badanya menghadap Sarah dan memeluknya.
"terima kasih dek, maafin mas yang masih belum bisa membahagiakanmu dek, kamu pingin rumah kan mas akan berusaha mewujudkanya" ucap Umar
Sarah terkejut Umar mengetahui dirinya bermimpi memiliki rumah merasa heran
"Bagaimana mas umar tahu aku bermiimpi memiliki rumah, kapan aku mengatakan itu pada mas umar" batin Sarah
__ADS_1
Umar mengetahui respon istrinya yang diam saja mungkin tidak mengetahui saat dirinya tidak sengaja mendengar doa istrinya tadi sore.Umar melepaskan pelukanya dari istrinya lalu mengucapkan sesuatu pada istrinya
"jangan heran, mas tadi pas pulang kerja tidak sengaja mendengar doamu, maafin mas ya, mungkin perlu waktu mas mengabulkan impianmu itu" ucap Umar
"mas, kita harus optimis menatap masa depan keluarga kita, aku tidak mau mas berkata itu lagi, mas sangat berarti dalam hidupku" jawab Sarah
"iya dek, kamu benar kita harus optimis menatap masa depan, mas akan terus berjuang mewujudkan itu, mas janji akan menjaga ,melindungi dan membahagiakan kalian" saut Umar
"kita akan berjuang bersama sama mas, aku akan selalu mendampingimu" jawab Sarah
"iya dek, suka dukamu dan suka duka namira adalah suka duka mas juga" ucap Umar
"aku pun juga sama mas, sekarang ayo kita masuk ke dalam kamar mas, aku sudah mengantuk dan udara dingin" ajak Sarah
"hmm..baik" jawab Umar
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga