
Setelah mandi , Yuda kembali ke meja makan menyantap makananya bersama Windi.
15 menit kemudian , setelah Yuda dan Windi selesai dengan aktivitas menyantap makananya. Windi tiba tiba memegang tangan Yuda yang hendak beranjak pergi dari tempat duduknya lalu mengucapkan sesuatu.
"yud, aku mau bicara sama kamu" ucap Windi
"iya win..katakan saja" jawab Yuda
"nanti siang dan seterusnya aku akan memasak, kamu jangan delivery makanan lagi ya?" ucap Windi
"kamu memang bisa masak?" tanya Yuda
"hmm..kamu meremehkan aku, pas aku di kos aku sering masak" jawab Windi
"tidak kok win, aku tidak nyangka aja, kamu berbeda dengan wanita wanita lain yang manja, suka belanja, pergi ke salon padalan ayahmu juga kerja di perusahaan, dan asal kamu tahu dulu kamu adalah wanita pertama yang pernah menolaku" ucap Yuda
mendengar dirinya adalah wanita pertama yang menolak cinta Yuda. Entah mengapa Windi merasa salah tingkah dan sedikit murung. Tiba tiba dirinya keceplosan berkata sesuatu pada Yuda.
"hmm...benarkah? kalau boleh tahu mantan kamu berapa sih?" tanya Windi
"kamu cemburu?" goda Yuda
"hmm..tidak aku hanya ingin tahu, apa tidak boleh?" tanya Windi kesal
"iya benar,sifatmu yang berbeda dari wanita wanita lain itu sudah buat aku jatuh cinta kepadamu, untuk jumlah mantan aku tidak tahu, tapi yang pasti bagiku itu masa lalu tidak usah dibahas, kita harus menatap masa depan kita" jawab Yuda
"hmm...apa kamu sudah berubah? apakah suatu saat kamu bisa jatuh cinta lagi pada wanita lain yang sifatnya sama sepertiku bahkan lebih baik dariku?" tanya Windi
Mendengar ucapan Windi yang masih meragukanya. Yuda sontak memegang kedua tangan Windi lalu mengucapkam sesuatu
__ADS_1
"kamu adalah pelabuhan cinta terakhirku, kamu telah menyadarkanku dan merubah hidupku, aku mencintaimu, dan aku sudah melamarku, kita akan segera menikah, kita akan selalu bersama sama selamanya hingga maut memisahkan kita, kamu jangan meragukan aku win...aku tidak akan menghianatimu" jawab Yuda
"aku juga mencintaimu yud, maafkan aku telah meragukanmu, aku jujur tadi hanya cemburu saja..eh..."ucap Windi keceplosan menutup mulutnya dengan kedua tanganya
"tidak apa apa win, aku juga cemburu kok jika di posisimu jangan malu" jawab Yuda
"hmm..iya yud" saut Windi
"win, kita sudah lamaran masa kita panggilnya kok nama, apa kamu tidak ingin merubah panggilanmu padaku?" tanya Yuda
"hmm..bagaimana kalau aku manggil kak saja, lagian terlalu tua kalau aku manggil kamu mas hehe.." ucap Windi
"boleh, kalau aku panggil kamu dek aja gimana?" tanya Yuda
"bisa yud..eh..kak yuda maksudya hehe.." jawab Windi
"haha...aku merasa aneh dek, tapi kita harus terbiasa" saut Yuda
-----------
Pagi menjelang siang hari, Windi mengajak Yuda belanja untuk membeli bahan makanan. Namun diluar ekspetasi Windi mengira Yuda mengajaknya pergi ke pasar tapi malah mengajaknya ke supermarket. Windi yang merasa harga bahan makanan di supermarket lebih mahal langsung menegur Yuda
"kak, kok kita ke supermarket tidak ke pasar, harganya mahal mahal lo kak kalau di supermarket" ucap Windi
"tidak apa apa, palingan cuma selisih sedikit, santai aja" jawab Yuda
"Ok, aku ambil keranjang dulu" saut Windi
Setelah mengambil keranjang Yuda dan Windi menuju tempat sayur sayuran. Disana Yuda melihat Windi melihat lihat harga bahan makanan yang hendak dibelinya. Yuda menggelengkan kepalanya melihat ulah Windi yang terheran heran melihat harga sayuran yang dibelinya langsung mengucapkan sesuatu pada Windi
__ADS_1
"dek, langsung ambil aja gak usah dilihat lihat harganya, gak usah khawatir harga" ucap Yuda
"kak, kita harus hemat, lihat nih masak tomat sekilo kecil kecil kaya gini Rp 15.000 cuma dapat 6 buah, mahal banget kak, mungkin kalau dipasar murah deh kak, kita bisa milih milih juga paling harganya Rp.13.000 dan itupun bisa ditawar" jawab Windi
Yuda tersenyum menggelengkan kepalanya melihat Windi yang sangat perhitungan dengan bahan makanan yang akan dibeli.
"Sama ini lo kak, sayur kol sekilo ini 12.000 mahal amat, biasanya Rp.10.000 dan dipasar pernah aku nawar sampai deal Rp.8.500 per kilo dapat" lanjut Windi kesal
Yuda menghampirI Windi yang terlihat emosi melihat harga harga sayuran yang hendak dibeli berusaha menenangkanya
"dek, ambil aja, lagian selisihnya juga cuma segitu harganya, besok besok deh kita belanja ke pasar" ucap Yuda
"Eh kak, gak bisa gitu dong selisih segitu masa kecil, mentang mentang dibungkus plastik gini harganya segitu..gih" jawab Windi
"iya deh iya deh...ampun... urusan ini mah aku ngaku kalah sama emak muda rempong" saut Yuda
"apa kak? kamu ngatain aku emak muda rempong? iya harus gitu dong patut di contoh emak muda rempong itu, karena keahlian hitungan ekonominya bikin suami bahagia karena istri bisa hemat" ucap Windi
"hmm..iya deh..sekarang ambil aja bahan bahan itu, lainkali belanja dipasar sesuai keinganan nyi ratu emak muda rempongku yang cantik dan manis" goda Yuda
"rayuanmu gak mempan kak, ok deh aku ambil bahan bahan ini" jawab Windi
"hmmm.." saut Yuda
"Ya ampun...harus sabar nemenin calon istri belanja..apa semua istri kalau belanja kaya gini ya...jiwa hitungan ekonominya sama jiwa rempongnya sama harga harga bahan keluar semua...benar benar menyeramkan ngalahin dosen killer matermatika di kelas" batin Yuda
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga