Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
161. MULAI MENCINTAI


__ADS_3

Melisa menuntun Yossy berjalan kearah halaman rumah. Namun baru saja beberapa langkah berjalan. Melisa dan Yossy mendengarkan suara perabotan dapur yang jatuh di lantai


"Pruang" (bunyi perabotan dapur jatuh di lantai)


Melisa sangat panik mendengarkan suara dari arab dapur sontak dirimya berteriak memanggil neneknya


"Nenek !!!" teriak Melisa


Melisa berlari kearah dapur untuk melihat keadaan neneknya. Sesampainya di dapur Melisa membelakan matanya melihat neneknya tergeletak tak berdaya di lantai. Melisa berteriak dan menangis melihat neneknya yang tergeletak di lantai


"nek..bangun nek" teriak Melisa berkali kali


Yossy merasa tidak tega dengan kesedihan Melisa. Sebenarnya Yossy membuntuti Melisa di dapur dan tidak jadi pulang. Yossy berniat ingin menolong nenek Melisa dengan membawanya ke rumah sakit.


"mel, sekarang ayo kita bawa nenek di rumah sakit" ucap Yossy


"Iya kak" jawan Melisa


Yossy menggendong nenek Melisa membawanya masuk kedalam mobil.


Dalam perjalananya menuju rumah sakit, Melisa terus menangisi neneknya.


"nek, bangun nek..meli udah nggak punya siapa siapa lagi nek, hanya nenek yang selalu ada untuk meli, nenek harus bertahan, nenek bangun..jangan tinggalin meli nek" ucap Melisa menangis


Yossy mendengar Melisa sedang menangis tiba tiba dirinya merasa tidak tega dan tak sadar ikut meneteskan air mata. Yossy yang tiba tiba tersadar dirinya ikut menangis berusaha menenangkan Melisa sambil mengemudikan mobilnya


"mel, percayalah nenek pasti akan kuat, bentar lagi kita sampai di rumah sakit, kamu jangan menangis" ucap Yossy


"terima kasih kak" jawab Melisa lirih


"hmm.." saut Yossy


10 menit kemudian, mobil yang dikemudikan Yossy sampai di rumah sakit. Yossy menggendong nenek melisa berlari menuju UGD agar nenek melisa cepat ditangani


"suster, tolong nenek saya," teriak Yossy

__ADS_1


"iya pak, kami akan melakukan tindakan, bapak silahkan tunggu di ruang tunggu" jawab Suster


Beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ruang UGD setelah memeriksa nenek Melisa. Yossy dan Melisa sontak langsung berdiri bertanya kepada dokter tentang keadaan nenek


"dok, bagaimana kondisi nenek saya?" tanya Melisa


"nenek anda mengalami serangan jantung, kami sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi takdir tuhan telah berkehendak lain, nenek anda tidak tertolong" jawab Dokter


"tidak..tidak..tidak mungkin..nenek saya gak mungkin meninggal dok" saut Melisa sembari menangis


"ibu harus ikhlas dan juga sabar, kami akan segera membawa nenek anda di kamar jenazah untuk dikremasi" ucap dokter


Melisa sangat syok dengan kepergian neneknya hari ini. Melisa terduduk lemas di lantai menangisi kepergian neneknya. Yossy merasakan pedih di hatinya melihat Melisa terpuruk karena kepergian neneknya. Yossy mengajak Melisa untuk duduk di kursi dan berusaha menenangkanya.


"mel, kamu harus ikhlas, kamu harus tabah, kamu harus kuat, biarkan nenek bahagia di alam sana" ucap Yossy


"kak, aku sudah tidak ada tujuan hidup lagi, aku sudah tidak punya siapa siapa, aku mau menyusul nenek, keluargaku ada disana semua" jawab Melisa sembari menangis


"mel istighfar, jangan bilang gitu mel, aku masih ada untukmu, kamu tidak sendirian mel" saut Yossy


Yossy sungguh sedih mendengar ucapan Melisa yang selalu menyinggung pacar kontrak. Awalnya tujuan pacaran kontrak ini adalah menghancurkan hidup Melisa karena Yossy ingin membalas dendam perlakukan kakak Melisa pada kakaknya.Tapi hari ini rasa dendam yang dimiliki Yossy perlahan mulai menumbuhkan benih cinta.Yossy menyadari kebaikan yang diberilan Melisa kepadaya.membuat dirinya sudah tidak memiliki dendam dan mulai mencintai Melisa. Tanpa ragu Yossy mengungkapkan perasaanya pada Melisa


"mel, aku mencintaimu, tolong jangan sebut pacar kontrak lagi, lupakan soal hutang, aku ingin suatu saat nanti kamu menjadi pendamping hidupku" ucap Yossy


"maaf kak, jangan lakukan itu, masih banyak wanita yang lebih pantas untukmu, tolong pikirkan keluargamu" jawab Melisa


Melisa sebenarnya juga mulai mencintai yossy. Tapi terpaksa dirinya harus berbohong, karena menurut Melisa masih banyak wanita yang lebih pantas untuk Yossy. Dan juga keuarga Yossy tidak menyuka dirinya


"iya aku tidak mencintaimu dan aku tidak berhak mencintaimu" jawab Melisa sembari menunduk


"bohong...tatap aku jika kamu bilang tidak mencintaiku" saut Yossy


Melisa terus menunduk dan menangis karena memang benar dirinya mencintai Yossy. Bahkan dirinya tidak tega mengucapkan itu di hadapan Yossy


Yossy yakin Melisa pasti juga mencintainya. Yossy mengetahui pikiran Melisa sangat kacau karena kepergian neneknya. Akhirnya Yossy terpaksa mengontrol pikiranya dan berusaha menengangkan Melisa.

__ADS_1


"maafkan aku, aku memang sudah mencintaimu, kamu boleh mencintaiku juga, walaupun kamu tidak mencintaiku, aku akan selalu ada untukmu" ucap Yossy


Melisa melihat keseriusan Yossy dalam mengungkapkan perasaanya.Tanpa ragu Melisa mengungkap perasaanya pada Yossy


"aku tidak bisa kak" ucap Melisa menangis


"apa yang tidak bisa?" tanya Yossy


"aku tidak berhak mencintaimu kak, walaupun sekarang sebenarnya aku sudah mencintai kakak" jawab Melisa


"terima kasih sudah mencintaiku, aku tidak peduli apapun alasanmu itu, kamu berhak mencintaiku mel" jawab Yossy


Melisa tidak ingin dirinya mencintai Yossy lebih dalam. Karena dirinya tidak ingin semakin sakit jika suatu hari Yossy akan meninggalkanya. Melisa sadar dengan statusnya yang tidak sebanding dengan Yossy. Tidak ingin pembicaraanya terlalu melebar, Melisa ingin segera mengurus jenazah neneknya.


"sekarang aku mau pulang mengurus pemakakaman jenazah nenek" ucap Melisa


"hmm..baiklah aku antar ke rumahmu" jawab Yossy


3 jam kemudian, di pemakaman Melisa menangis histeris di batu nisan makam neneknya. Risma dan Windi yang hadir disana terus berusaha menenangkan Melisa


"mel, kamu yang sabar ya, kamu harus kuat, nenek pasti bahagia disana" ucap Risma


"mel, kamu jangan merasa sendiri, kamu masih ada kita, kamu harus kuat, nenekmu ingin cucunya sarjana kan? sekarang kamu harus semangat mewujudkan impian nenekmu, aku yakin nenekmu pasti bahagia disana" ucap Windi


"terima kasih, kalian selalu ada untuku" saut Melisa


Melisa merangkul Risma dan Windi dengan kedua tanganya. Yossy yang melihat kedekatan Melisa dengan Risma dan Windi ikut tersenyum dan bahagia. Namun sedikit kekhawatiran yang membuat Yossy tidak tenang. Yossy takut jika rahasianya terbongkar, Melisa akan membenci dan menjauh darinya.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2