
----- Di Kampus Risma ------
Semenjak ditinggal Mansur , Risma sering sekali melamun. Windi menyadari Risma melamun dan tidak memperhatikan dosen menerangkan materi. Risma dan Windi duduk saling bersebelahan, Windi yang mengetahui sahabatnya melamun mencoba menjaili Risma dengan mencubit pinggangnya
"Auuhh...win" teriak Risma
"sttt...diam lah" jawab Windi
Teriakan Risma yang kesakitan dan bisikan Windi terdengar oleh dosen. Dosen itu pun menunjuk Risma dan Windi agar maju kedepan
"kalian berdua maju kedepan" ucap dosen
" nah, kamu sih teriak teriak" bisik Windi
"ih kamu sih jail, sakit tau" bisik Risma
"ah lebay gitu aja sakit kok" bisik Windi
"ih sebel" bisik Risma
Risma dan Windi maju kedepan kelas bersama. Dosen itu meminta Risma dan Windi mengulangi materi yang barusan diterangkan.Akan tetapi mereka berdua kompak menggelengkan kepala karena tidak mendengarkan penjelasan dosen.
"hmmm...karena kalian tidak bisa menjelaskan, kalian saya hukum meresume buku bab ini dan dikumpulkan besok" ucap dosen.
"hah" teriak Risma dan Windi
"pokoknya harus dikerjakan, kalau tidak, kalian minggu depan tidak boleh ikut kuliah saya" jawab dosen
Jam istirahat telah tiba, dosen itu menutup perkuliahan dan memberi salam lalu keluar kelas. Risma sangat kesal dengan Windi, Windi menyadarinya karena sikap cuek sahabatnya. Windi kemudian menyapa Risma dan menawarkan kerja kelompok
"Eh ris tunggu, jangan marah dong, iya deh aku minta maaf , aku salah" ucap Windi
"hmmm..terus apa yang kamu lakukan biar aku tidak marah?" jawab Risma
__ADS_1
"Kita kerja kelompok bareng yuk , terserah kamu nginep di kosku atau aku yang nginep di rumahmu" bujuk Windi
Risma tiba tiba menangis karena mengingat keberangkatan Mansur di Malayasia. Windi belum mengetahui hal itu dan bertanya pada Risma
"Eh kok nangis, ada apa sih" tanya Windi
"Aku dirumah sendirian 3 hari kedepan, mas Mansur lagi di Malaysia" jawab Risma
"kau merindukanya? dan apa kau sudah mencintainya?" tanya Windi
"Aku sendiri bingung dengan perasaanku, memang iya benar aku merindukanya, tapi aku juga masih malu mengakui mas Mansur itu suamiku ke semua orang, karena aku tidak mau dikatain gadis yang suka main sama om om" jawab Risma
"ih kamu gengsi banget, pak Mansur perhatian banget sama kamu lo?"sindir Windi
"Udahlah, jangan bahas itu ,aku lapar pingin makan nasi ayam geprek" saut Risma
"iya deh...iya..." jawab Windi
Sesampainya di kantin Windi dan Risma memesan nasi ayam geprek dengan minumanya es jeruk.Setelah pesananya datang Windi dan Risma menyantap makananya.
"Yuda.." ucap Windi
"Oh jadi ini cewek pelakor ,ini surat dari lo kan !!!" saut wanita itu menunjukan surat yang dibawa
Windi membelakan matanya ternyata surat itu adalah surat yang dirinya tulis semalam untuk Yuda.
"Nona Windi, kenalkan namaku Maya Sukma Prasetya, aku adalah pacar dari Yuda Hermanto" ucap wanita itu
Windi merasa kesal dijuluki pelakor. Padahal dirinya tidak merebut Yuda dari Maya
"Maya, aku tidak merebut Yuda dari anda" saut Windi
"Haha...pelakor jangan sok bijak, dirimu mahasiswa baru disini" jawab Maya
__ADS_1
"Hei, Maya...jaga bicaramu...sahabatku tidak seperti itu, pacarmu aja yang gatel mengejar Windi "bentak Risma
Risma menarik tangan Windi dan meninggalkan Maya yang sedang bertengkar dengan Yuda
"jaga bicaramu !!!" bentak Yuda
"Apa ? kamu malu keciduk,ok sekarang kita putus" jawab Maya
"Dari tadi aku ingin mengatakan itu, tapi kau mengatakanya duluan, terima kasih" ucap Yuda
Yuda berlari mengejar Windi yang dibawa pergi oleh seorang wanita, namun dirinya gagal mengejarnya dan kehilangan jejak.Yuda ingin bertemu dengan Windi. Yuda menyadari kalau ternyata dirinya mencintai Windi sejak tragedi di lift.
"Windi, kau tahu aku masih menyimpan surat yang kau berikan kepadaku di rumah sakit untuk mengobati rinduku padamu, aku menyadari kalau aku mencintaimu sejak tragedi di lift kemarin. Windi aku akan menjemputmu" batin Yuda
Risma mengajak Windi ke taman untuk menenangkanya. Risma pensaran kedekatan Windi dan Yuda sejak kapan. Risma melihat Windi yang menangis langsung menanyainya
"win, kok kamu bisa deket sih sama Yuda? " tanya Risma
"aku sendiri bingung ris, kau ingat saat ponselku ketinggalan dikelas?, aku tidak sengaja bertemu denganya di lift. Pas dilift sialnya nasibku aku terjebak di lift sama dia. Lift itu tiba tiba pintunya gak kebuka di lantai dasar. Di dalam lift asmaku kambuh dan aku pingsan. Hingga akhirnya dia membawaku ke rumah sakit, pas aku sadar aku langsung mau pulang, dia nggak ngizinin dia bilang karena membawaku ke rumah sakit makan malamnya gagal sama pacarnya. akhirnya aku merasa membebaninya terus aku bikinin dia surat ifu lalu aku kabur." jawab Windi
"hmmm..win kalau kata mas mansur jodoh,maut, rezeki, itu adalah takdir Allah" ucap Risma
"iya ris aku percaya itu, kita hanya bisa berusaha dan berdoa" saut Windi
------------------------------------------
NB buat yang masih bingung.
Kampus Risma : UNAIR
Kampus Mansur : UINSA
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga