
Setelah makan siang. Risma mengajak Sarah di teras depan rumahnya. Saat itu Sarah menyuruh Inem belanja kebutuhan dapur di pasar. Risma sebenarnya merasa sungkan membicarakan hal ini dengan Sarah tapi karena merasa tidak nyaman dengan Inem, Risma memberanikan dirinya bicara pada Sarah.
"Kak Sarah, aku mau membicarakan suatu hal yang penting tentang Inem," ucap Risma
"Iya katakan saja ris," jawab Sarah
"Apakah Kak Sarah gak ngerasa aneh sama tingkah Inem?" tanya Risma
"Jujur aja ris, aku merasakan apa yang kami rasakan. apa yang dilakukan Inem ke Mas Mansur di rumah juga gitu loh sama Mas Umar," jawab Sarah
"Hah? yang bener Kak?" tanya Risma
"Iya, aku mau nyelidikin si Inem tapi orangnya tertutup banget. aku butuh bantuan kamu ris,' jawab Sarah
"Iya Kak Sarah, aku juga penasaran siapa sebenarnya Inem. Dan asal Kak Sarah tahu aku sepertinya pernah mengenal Inem," ucap Risma
Degg
Sarah saat itu terkejut dengan ucapan Risma yang pernah mengenal Inem. Sarah sangat penasaran dengan siapa sebenarnya Inem. Tanpa ragu Sarah bertanya pada Risma.
"Apa? kamu pernah mengenal Inem?" tanya Sarah
"Sepertinya Iya Kak, tapi aku lupa pernah ketemu dimana. wajahnya sangat familiar," jawab Risma
"Kamu pernah melihat wajahnya?" tanya Sarah
"Iya sekilas, itu pun karena Hanna gak sengaja narik cadarnya Inem, Inem panik banget pas aku lihat wajahnya," jawab Risma
"Katamu tadi mengenali wajahnya? gimana ciri cirinya?" tanya Sarah
"Duh gimana ya Kak jelasinya, intinya aku ketemu orangnya itu sama Kak Sarah juga kok, di rumah sakit seingatku. satu tahun yang lalu," jawab Risma
"Kalau sama kamu di rumah sakit. maksudmu pas aku habis laparoskopi?" tanya Sarah
__ADS_1
"Iya Kak, udah lama kejadianya setahun lebih jadi lupa. aku masih ngandung juga saat itu. tapi itu pendapatku sih Kak, aku juga tidak terlalu yakin apa orang yang ada dipikiranku itu emang beneran Inem," jawab Risma
"Hmm..kita akan menyelidikinya ris," ucap Sarah
"Iya Mbak," jawab Risma
----------
Malam hari saat itu Sarah, Umar dan Namira makan malam. Saat itu jam kerja Inem sudah habis. Dengan hormat di depan majikanya, Inem berpamitan pulang sama Sarah, Umar dan Namira
"Tuan, Nyonya, Nona saya mau pamit pulang, jam kerja saya sudah habis hari ini," ucap Inem
"Iya Mbak Inem, hati hati dijalan," jawab Sarah
"Iya Nyonya," saut Inem
Saat Inem berjalan menuju pintu rumah, Namira saat itu tiba tiba memanggil Inem.
"Mbak Inem," sapa Namira
"Mbak Inem, pas Mbak Inem ketiduran di sofa sore tadi, aku gak sengaja lihat wajah Mbak Inem. Mbak Inem cantik, dan juga aku merasa Mbak Inem pernah bertemu denganku sebelumnya," Jawab Namira
------ Flashback On --------
Sepulangnya dari belanja di pasar, Inem merasa sangat lelah.
"Huh, aku merasa sangat lelah," ucap Inem
Dirumah saat itu Inem sendirian, karena kelelahanya saat itu tak tertahankan Inem mengistirahatkan badanya duduk di sofa. Beberapa menit istirahat di sofa karena rasa sensasi nyaman pada sofa membuat Inem ketiduran.
Disisi lain, Kebetulan Namira yang baru saja selesai membeli makan marmut langsung masuk kedalam rumah. Didalam rumah, Namira melihat Inem tertidur dengan kondisi cadarnya tertiup angin. cadarnya yang terkena angin menampakan wajah Inem saat itu.
Namira membelakan matanya melihat kecantikan Inem saat tidak memakai cadar.
__ADS_1
"Wah, Mbak Inem ternyata cantik banget," gumam Namira
------- Flashback Off ------
"Apa?" teriak Inem
"Maaf Mbak Inem, aku tidak sengaja," jawab Namira
"Baiklah Nona, sekarang saya pamit pulang, assalamualaikum," ucap Inem
"Waalaikusalam" jawab semua
Setelah kepergian Inem, Sarah menanyakan sesuatu tentang Inem pada Namira.
"Namira, apa benar sebelunya kamu pernah bertemu Mak Inem?" tanya Sarah
"Iya Ibu, aku melihatnya, Mbak Inem mirip dengan teman ibu" jawab Namira
"Teman Ibu?" ucap Sarah
"Iya Bu," jawab Namira
"Hmm...dia teman dekatku? siapa ya Inem sebenarnya," batin Sarah
"Baiklah, Namira kalau ngantuk langsung ke kamar saja," ucap Sarah
"iya Ibu," saut Namira
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga