Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
253. DEMAM 2


__ADS_3

Setelah berpamitan, Umar bergegas naik mobil bersama Kakek Hamzah. Umar yang sangat panik saat itu melajukan kemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Didalam perjalananya, Kake Hamzah berusaha menenangkan Umar


"Tuan, tolong Tuan tenang saat mengemudi. ini bisa membahayakan keselamatan. di rumah saya sudah ada istri saya yang jaga Namira," ucap Kakek Hamzah


"Maaf Pak, saya tidak bisa membiarkan putri saya sakit. saya harus bertidak cepat," jawab Umar


Umar masih tetap kukuh tidak mengurangi kecepatan mobil yang dikemudinya. Hingga akhirnya, hampir saja Umar menabrak seorang pedagang sayur. Untung Kakke Hamzah yang disebalah Umar memperingati Umar didepanya ada pedagang sayur lewat.


"Ciittt..."(suara mobil saat rem mendadak)


"Istighfar Tuan, tenangkan diri Tuan," ucap Kakek Hamzah


"Astagfirullahuladzim, maaf Pak, saya benar benar tidak sengaja kurang fokus memperhatikan jalan. saya sangat mengkhawatirkan putri saya," jawab Umar


"Untung Tuan, anda memasuki kawasan jalan yang tidak ramai," batin Kakek Hamzah


"Iya Tuan, kalau begitu biar saya yang menggantikan Tuan menyetir," ucap Kakek Hamzah


"Iya Pak, terima kasih," jawab Umar

__ADS_1


Umar dan Kakek Hamzah saling bertukar tempat duduk sebelum melanjutkan perjalanan. Setelah bertukar tempat duduk, Kakek Hamzah dan Umar melanjutkan perjalananya ketempat Namira.


Sesampainya di rumah Kakek Hamzah, Umar berlari ke kamar menghampiri Namira. Saat masuk kamar dilihatnya Namira terlihat lemas tak berdaya di atas ranjang.


"Sayang, ini ayah Nak, ayah minta maaf, sekarang ayo kita ke rumah sakit," ucap Umar


"Tuan, tadi Namira sudah nenek kasih obat penurun demam. tapi panasnya belum turun," jawab Nenek Winarsih


Umar menyentuhkan punggung tanganya ke dahi dan leher Namira. Mendapat perlakuan dari ayahnya Namira hanya diam karena tubuhnya terasa lemas.


"Namira sayang ,kamu sekarang demam. ayah gendong kamu ya, kita ke mobil lalu langsung berangkat menuju rumah sakit," ucap Umar


Karena terlalu lemas, Namira hanya pasrah saat Umar menggendongnya. Umar merasakan suhu panas pada Namira. Dengan cepat, Umar berlari menuju mobil diikuti Kakek Hamzah.


"Namira sayang, bertahanlah.sebentar lagi sudah sampai rumah sakit," ucap Umar


"Paman..." jawab Namira lirih


"Namira sayang, ini ayah. pamanmu yang dulu sekarang adalah juga ayahmu. sampai kapan pun ayah akan tetap menyanyangI Namira. Namira tetap menjadi putri kesayanhan ayah, putri cantiknya ayah, putri pinternya ayah, putri sholehahnya ayah," saut Umar

__ADS_1


"Namira minta maaf bikin ayah sedih," jawab Namira lirih


"Namira, disini ayah yang salah. ayah kurang bisa membagi waktu pada anak anak ayah. ayah minta maaf ya sayang. ayah janji akan ajak Namira jalan jalan malam minggu kaya dulu, dan ini nanti habis ini Namira pulang dari rumah sakit. ibu dirumah sudah masakin makanan kesukaan Namira. Namira jangan pernah berpikir kalau Namira hanya jadi beban ayah dan ibu saja. ayah dan ibu merasa sedih saat kamu pergi dari rumah. ayah dan ibu menyanyangimu, Nak," jawab Umar


Namira hanya terdiam karena kepalanya merasa pusing. Dan tak lama kemudian, Namira tertidur tak sadarkan diri. Tentunya Umar panik melihat Namira tak sadarkan diri. Umar berkali kali berteriak panik kemudian menyuruh Kakek Hamzah mencepatkan laju kemudinya.


"Pak, Namira pingsan. Bapak lebih cepat lagi ya mengemudinya, saya takut terjadi apa apa sama Namira," ucap Umar


"Iya Tuan, sebentar lagi sampai," jawab Kakek Hamzah


10 menit kemudian, mobil yang dikendaraI Kakek Hamzah sudah sampai di rumah sakit. Umar bergegas turun dari mobil lalu berlari menggendong Namira ke arah IGD.


"Sus, tolong anak saya, anak saya demam tinggi," ucap Umar


"Iya Pak, bapak mohon tunggu diluar," jawab Suster


---------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2