
---- Di Kampus Mansur -----
Sore hari, jam perkuliahan di kelas Aisyah telah selesai. Aisyah keluar dari ruang kelasnya dan bergegas pulang menuju rumahnya. Aisyah sudah tidak tinggal di asramanya.Semenjak kepergian orang tuanya Aisyah tidak mampu membayar sewa bulanan asrama sehingga memilih mencari tempat tinggal baru.
Saat Aisyah keluar dari gerbang kampus tidak sengaja dirinya melihat Hakim dipinggir jalan membeli cilok.Aisyah tidak ingin Hakim melihat dan mengetahui keberadaanya. Aisyah segera mempercepat jalanya untuk mencari angkuta umum. Namun hanya beberapa langkah dirinya berjalan, Aisyah mendengar suara Hakim memanggilnya dari belakang.
"Aisyah" sapa Hakim
Aisyah menghentikan langkahnya sejenak tanpa menoleh kebelakang lalu melanjutkan perjalananya tanpa balik menyapa Hakim. Hakim mengejar Aisyah dengan sedikit berlari sambil membawa cilok yang dibelinya
"Aisyah tunggu..." teriak Hakim
Aisyah akhirnya menghentikan langkahnya dan berbalik badan menatap Hakim kemudian menegurnya
"Mengapa kamu mengikutiku?" tanya Aisyah
"Aku mau bicara denganmu" jawab Hakim
"Katakan saja" saut Aisyah"
"Aisyah.. aku mecintaimu, aku ingin menikah denganmu" ucap Hakim
Degg....
Aisyah terkejut mendengar ucapan Hakim. Sebenarnya Aisyah juga menyukai Hakim, Tetapi Aisyah tidak ingin Hakim terlibat dalam masalahnya.
"maaf, hari sudah sore, aku mau pulang," Jawab Aisyah
Aisyah berlari meninggalkan Hakim menuju angkutan umum yang tepat berhenti didepanya. Hakim berusaha mengejar Aisyah namun angkutan umum tersebut sudah menjalankan mesinya dan berjalan cepat sehingga hakim gagal mengejar Aisyah.
__ADS_1
---------
Di dalam angkutan umum, Aisyah tiba tiba terkejut meliha seorang pria didepanya.Aisyah merasa nasib buruk akan menimpahnya lagi karena pria pembunuh orang tuanya itu selalu menghantuinya dimana pun.
Aisyah bersyukur didalam angkutan umum yang ditumpanginya masih ada dua orang penumpang lain. Aisyah selalu menundukan kepalanya karena dirnya sangat takut pria itu menyakitinya.
Namun beberapa menit kemudian , dua penumpang dalam angkutan umum turun hanya menyisahkan Aisyah dan pria itu. Pria itu tersenyum manis melihat Aisyah yang ketakutan dan tidak berani menatapnya
"Aisyah, apakah kamu ingat aku, kamu meninggalkanku 2 bulan yang lalu, aku merindukanmu" ucap pria itu tersenyum jahat
"Maaf kak hendri, aku mohon jangan ganggu aku" jawab Aisyah
"kamu selangkah lagi jadi wanitaku, kamu kemarin kabur dariku" saut pria itu
Aisyah tidak menggubris ucapan hendry, 10 menit kemudian angkutan umum itu sampai di kompleks perumahan. Aisyah turun dari angkutan umum itu dan tak lupa Aisyah memberi uang pada supir
"Rp.7000 neng" jawab supir
"ini pak" saut Aisyah memberikan uang
"iya neng" jawab supir
Setelah turun dari angkutan umum, Aisyah berjalan kaki pergi menuju rumahnya. Namun di perjalanan pulang tiba tiba Hendry memeluk Aisyah dari belakang dan tentu membuat Aisyah berteriak memberontak
"Tolong..tolong...lepaskan aku kak, aku mohon" teriak Aisyah menangis
"Kau miliku, selangkah lagi menjadi miliku tapi kamu kabut, kali ini aku tidak akan melepaskanmu" jawab Hendry
"aku benci kamu kak, kamu membunuh ayah ibuku, aku tak sudi menikah denganmu..Tolong..." teriak Aisyah menangis
__ADS_1
Hendri menjatuhkan Aisyah di tembok gapura perumahan. Karena malam hari suasana perumahan sangat sepi. Hendri memajukan kepalanya ingin mencium Aisyah. Tapi saat Hendry hendak menciumnya ada seseorang yang memukulnya.
"Brukk" (Hendry tergeletak)
Aisyah melihat pria yang menyelamatkanya terkejut. Tubuh Aisyah masih bergetar karena ketakutan. Aisyah dengan terbata bata mengucapkan nama pria itu
"kak.Ha..Hakim" ucap Aisyah
"kamu tidak apa apa?"tanya Hakim khawatir
"Aku..aku..tidak apa apa..terima kasih kakak telah menolongku" jawab Aisyah
"Aisyah, apa pria ini yang mengganggumu?" tanya Hakim
"iya kak , aku sangat ketakutan" jawab Aisyah
"menikahlah denganku, aku akan menjadi pelindungmu, kamu tidak akan ketakutan seperti ini" ucap Hakim
"terima kasih kak, iya aku bersedia kak" jawab Aisyah
"baiklah aku akan memberitahu kakaku, sekarang ayo aku antar kamu pulang" ucap Hakim
Aisyah menganggukan kepalanya isyarat setuju dengan tawaran Hakim.
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1