
---- Sekolah Namira ----
Siang Hari, Sarah menjemput Namira ke sekolahnya. Karena Namira masih kelas 1 SD pulangnya tidak terlalu siang. Jam 10.30 Namira sudah keluar dari pintu masuk sekolah berlari menghapiri Sarah.
"Ibu..." sapa Namira
"Iya cantik, gimana sekolahnya? apa lancar?" tanya Sarah
"Seru sekali, tadi aku berhitung sama teman teman dan bu guru," jawab Sarah
"Wah, pinter anak Ibu. hari ini apa ada tugas dari Bu guru?" tanya Sarah
"Ada Ibu, tugasnya mewarnai gambar hewan. aku lupa nama hewanya, tapi lucu banget Ibu," jawab Namira
"Coba ibu lihat gambarnya," ucap Sarah
Namira lansung membuka tasnya kemudian mengambil kertasnya lalu diberikan kepada Sarah
"Ini Ibu," ucap Namira
"Oh, ini namanya Marmut, Marmut adalah binatang yang sangat lucu. Marmut ini makan tumbuh tumbuhan." ucap Sarah
"Berarti suka makan sayurandong," jawab Namira
"Iya benar, Marmut sangat suka sekali sama kangkung, wortel, kubis," saut Sarah
"Ibu, Namira ingin memelihara Marmut di rumah," ucap Namira
"Iya boleh, Ibu pesan taksi dulu ya, kita akan ke pasar hewan dan juga kita izin sama ayah," jawab Sarah
"Iya Ibu," suat Namira
10 menit kemudia taksi pesanan Sarah sudah datang. Sarah dan Namira masuk kedalam taksi kemudan taksi itu langsung bergerak menuju pasar hewan.
---- Pasar Hewan ----
15 menit kemudian, Sarah dan Namira sudah sampai di pasar hewan. Sarah memasuki pasar hewan tersebut memanggil pelayan yang sedang memandikan kelinci.
__ADS_1
"Permisi mbak, saya mau membeli marmut. tempat marmutnya dimana ya?" tanya Sarah
Saat pelayan itu menoleh dirinya terkejut melihat Sarah. Sama halnya dengan Sarah yang juga ikut terkejut.
"Mbak Sarah," ucap pelayan
"Mbak Ana," jawab Sarah
"Wah, nggak nyangka kita bisa ketemu lagi disini," ucap pelayan
"Iya Mbak Ana, saya juga nggak nyangka," saut Sarah
Sarah dan Ana saling berbincang hingga melupakan keberadaan Namira. Namira kesal dengan Ibunya yang terus bicara dengan pelayan itu. Karena kesal, Namira menggeret tangan Ibunya mengajak untuk mencari marmut
"Ibu, ayo cepat kita cari marmut," ucap Namira
"Eh, iya sayang kita ke tempat Marmut," jawab Sarah
"Anaknya ya, Mbak?" tanya Ana
"Iya, dia anaku. sekarang bisa kamu tunjukan tempat marmut disini?" saut Sarah
"Iya Mbak, mari ikut saya," jawab Ana
"Mbak Sarah sudah lama menikah ya?" tanya Ana
"Oh, saya dan suami saya baru menikah jalan 9 bulan," jawab Sarah.
"Lha, terus itu anaknya?" tanya Ana
"Namira sebenarnya anak yatim piatu. suami saya itu paman dari Namia. tapi sekarang saya dan suami saya menganggap dirnya anak kami," jawab Sarah
"Wah beruntung sekali Mbak Sarah masih ada anak," ucap Ana
"Dia adalah anugrah kami, aku dan suamiku sangat menyayangi Namira," jawab Sarah
"Iya Mbak, saya dan Mas Umar bulan depan mau jalanin progam kehamilan lagi rencananya. mohon doanya ya Mbak," ucap Ana
"Umar itu ayahku, Tante mengenal ayah?" tanya Namira datang tiba tiba
__ADS_1
Degg...
Sarah dan Ana terkejut dengan ucapan Namira. Sarah yang melihat tatapan heran dari Ana langsung menjelaskan maksud dari ucapan Namira
"Mbak Ana, saya minta maaf sebenarnya nama suamiku memang Mas Umar juga. Mungkin kebetulan nama suami kita sama," ucap Sarah
"Iya Mbak Sarah, saya harap juga begitu," jawan Ana ragu
Ana sebenarnya ingin melihat foto dari suami Sarah. Tapi dirinya urungkan karena malu dan takut salah paham. Ingin memperlihatkan foto suaminya dirinya juga malu karena takut dianggap egois dan protektif. Sementara Sarah lebih santai menyikapinya kerena dirinya yakin kalau nama suaminya dan suami dari Ana kebetulan sama.
Susasana menjadi sedkit canggung. Ana dan Sarah terdiam berhenti bicara. Beruntung ditengah tengah mereka ada Namira. Namira memecahkan keheningan memilih dua tiga marmut pilihanya.
"Ibu, aku sudah pilih tiga marmut yang akan aku pelihara." ucap Namira
"Iya Namira sayang, tapi kok beli 3?" tanya Sarah
"Ini milik kita bertiga ibu. ayah satu, Ibu satu, dan Namira satu," jawab Namira
"Baiklah, pokoknya janji ya harus di rawat," ucap Sarah
"Siap Ibu," jawab Namira
Sarah mengeluarkan dompetnya kemudian bertanya harga marmut yang dipilih Namira kepada Ana.
"Mbak Ana,tiga marmut pilihan anak saya total harganya berapa?" tanya Sarah
"Totalnya 95 ribu untuk tiga marmutmya. dan 75 ribu untuk kandangnya," jawab Ana
"Berari total 170 ribu ya?" tanya Sarah
"Iya Mbak," jawab Ana
Sarah memberikan uang pas pada Ana kemudian dirinya dan Namira pamit pulang ke rumah.
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan rate, like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga