Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
142. ARTI DENDAM


__ADS_3

Sore hari, jam mata kuliah ekonomi mikro di kelas EP 2A sudah selesai. Melisa meninggalkan ruang kelas dan beranjak ingin pulang ke rumah. Saat berjalan menuju gerbang kampus, tiba tiba Melisa merasa perutnya kembung dan terasa sakit.Melisa berpikir dirinya mungkin lagi akan dapat tamu bulanan. Melisa terduduk sejenak di trotoar menahan rasa sakit di perutnya.


Disisi lain, Yossy yang mengendarai mobilnya melihat Melisa nampak kesakitan terduduk di trotoar. Entah apa yang melanda pikiran Yossy dirinya merasa tidak tega melihat Melisa kesakitan. Tanpa ragu Yossy turun dari mobil menghampiri Melisa yang sedang kesakitan


"Mel, kamu tidak apa apa?" tanya Yossy khawatir


"Tidak kak, aku tidak apa apa" jawab Melisa


"Tidak apa apa gimana, kamu kesakitan gitu kok" saut Yossy


"Ini.." ucap Melisa terpotong


"sudahlah, ayo kita ke rumah sakit" potong Yossy sembari menggendong Melisa


Saat Yossy hendak membawa Melisa dalam mobil. Risma yang berjalan kearah gerbang kampus tidak sengaja melihat Yossy terlihat panik dan khawatir menggendong seorang wanita yang merintih kesakitan. Tanpa berpikit panjang Risma langsung menghampirinya.


"Yos, wanita itu kenapa yos?" tanya Risma


"aku tidak tahu ris tiba tiba perutnya sakit, aku akan membawanya ke rumah sakit" jawab Yossy


"aku ikut ya, kamu fokus saja menyetir aja, aku akan menjaga wanita itu dibelakang mobil" ucap Risma


"Iya ris ayo kita harus cepat" saut Yossy


"iya ayo" jawab Risma


Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Melisa bersandar dipangkuan Risma sedang merintih kesakitan. Risma berusaha menenangkan Melisa namun tak lama kemudian Melisa pingsan membuat Risma panik


"mbak..mbak...bangun mbak" ucap Risma


Yossy yang mendengar suara Risma membangunkan Melisa terlihat raut wajahnya semakin cemas dan khawatir dengan keadaan Melisa. Yossy menambah kecepatan mobilnya hingga membuat Risma menegurnya.

__ADS_1


"Yos, jangan ngebut ngebut yos, ini bukan arena balapan" tegur Risma


"Sudahlah ris, yang penting kita selamat dan cepat sampai tujuan" jawab Yossy


Risma melihat Yossy sepertinya sangat megkhawatirkan wanita yang pingsan dipangkunya. Risma yang belum mengenal wanita yang dipangkunya merasa heran dengan sifat kepanikan dan kekhawatiran Yossy. Risma curiga Yossy memiliki hubungan pada wanita yang belum dikenalnya itu mencoba memberanikan diri bertanya pada Yossy


"yos, wanita ini siapa? apakah kamu mengenalnya?" tanya Risma


"dia Melisa teman sekelasku" jawab Yossy


"kamu terlihat khawatir dengan Melisa, apakah kamu sudah menjalin hubungan dengan Melisa?" saut Risma


Degg


Mendengar ucapan Risma, Yossy merasa bertanya tanya pada dirinya sendiri, mengapa dirinya harus mengkhawatirkan Melisa. Seharusnya Yossy senang melihat Melisa menderita karena Melisa adalah adik dari pria yang melecehkan kakaknya hingga sakit jiwa, dan juga membuat orang tuanya meninggal. Tapi entah justru sebaliknya Yossy merasa tidak tega dan khawatir dengan kondisi Melisa.


Risma melihat Yossy melamun tidak menjawab pertanyaaanya. Namun seketika Riama teringat ucapan Yossy kemarin kepadanya masalah balas dendam pada adik dari pria yang menghancurkan keluarganya itu. Risma curiga Melisa ada hubunganya dengan misi balas dendam Yossy, tanpa ragu Risma bertanya pada Yossy


"Yos, apakah Melisa ada hubunganya dengan cerita misi dendamu kemarin?" tanya Risma


" sebaiknya kamu mengurungkan niatmu itu, dia sepertinya gadis baik baik" saut Risma


"aku tidak tahu, aku baru saja menjadi sahabatnya, tapi kamu benar dia gadis yang baik, dia tadi menyelamatkanku dan membelaku pada saat aku menjadi bahan bullyan dan suruhan teman kelasku" ucap Yossy


"kamu sudah tahu melisa adalah gadis baik, apakah kamu tega menyakitinya? pria macam apa kamu? menyakiti wanita yang jelas jelas tadi melindungimu, apakah kamu tega ? sekarang lihatlah dia tak berdaya" tegas Risma


"Jujur aku sedih, hatiku menangis, aku tidak tega melihatnya tak berdaya, apa ini? hei yoss kamu jangan lemah dia adalah adik dari pria yang telah menghancurkan keluargamu, tapi mengapa aku seperti ini" batin Yossy


Yossy menarik nafasnya dalam dalam dan mengeluarkanya secara kasar lalu menjawab lontaran sindiran dari Risma


"aku tak peduli, aku tidak membunuhnya tapi aku akan membuat dirinya merasakan sakit hati seperti duka yang kurasakan, aku akan mencoba memacarinya dan akan kutinggalkan dirinya, kalau bisa aku akan memberikan suatu kenangan yang pahit agar dia turut bergabung bersama kakaku" jawab Yossy

__ADS_1


Risma yang sangat kesal ingin sekali menceramahi Yossy tapi dirinya tidak menguasai ilmu agama. Risma akhirnya menelepon Mansur untuk mendapatkan pencerahan.


Tut..Tut ..


📞"Hallo assalamualaikum mas" ucap Risma


📞"waalaikumsalam, ada apa ris?" tanya Mansur


📞"mas, aku tanya apa hukumnya orang dendam, maksudku balas dendam dalam islam?" tanya Risma


📞"kok tanya gitu pada mas?" tanya balik Mansur


📞"ini aku mau ngasih tahu teman aku mas" jawab Risma


📞"membalas dendam merupakan perbuatan buruk yang tidak diperbolehkan dalam Islam. menurut Islam, satu-satunya cara terbaik untuk membalas dendam adalah dengan menjadi jiwa yang pemaaf. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, Tidaklah seseorang memaafkan kezaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya, (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi)." ucap Mansur


📞"Allah berfirman Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri setelah teraniaya tidak ada satupun dosa atas mereka, sesungguhnya dosa itu atas orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka tanpa hak. Mereka mendapat adzab yang pedih. Tetapi orang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang amat utama (QS. Asy Syuro: 39-43)." lanjut Mansur


📞"wah baik mas aku ngerti, tapi maaf mas, mas kirimi aku pesan suara aja ya di wa, biar temanku denger" saut Risma


Mansur kemudian meyetujui usulan Risma dengan membuat pesan suara di wa. Yossy yang sedikit mendengarkan perbincangan Risma dan suaminya merasa tersindir. Tanpa berpikir panjang Yossy bertanya pada Risma..


"kamu menyindirku telepon suamimu barusan?" tanya Yossy


"tidak, aku hanya ingin pencerahan saja, tentang arti balas dendam didalam islam" jawab Risma


Yossy langsung terdiam tidak menanggapi ucapan Risma. Dirinya hanya terus menatap jalanan dan fokus mengemudi. Karena bagi Yossy, Risma tidak pernah merasakan kehancuran keluarga.


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2