
---- Di Rumah Windi ----
Pak Sugeng dan Bu Indah sedang membicarakan rencana perjodohan putrinya. Pak Sugeng merasa Windi sudah cukup umur untuk menikah sementara Bu Indah merasa Windi masih belum cukup umur
"ma, ayah berpikir ingin menjodohkan Windi, papa akan mencoba bicara dengan teman karyawan papa di perusahaan" ucap Pak Sugeng
"maaf,mama tidak setuju, mama merasa Windi masih muda, dia harus mengejar cita citanya" jawab Bu Indah
"ma, kamu lihat si Risma temanya Windi? dia sudah menikah bahkan menikah dengan seorang ustadz yang berkerja sebagai dosen" tegas Pak Sugeng
"Pokoknya mama tidak suka ayah banding bandingin Windi dengan Risma, mama tetap menunggu keputusan dari Windi, karena kebahagiaan Windi adalah kebahagiaan mama juga" jawab Bu Indah
Obrolan Pak Sugeng dan Bu Indah tidak sengaja didengar oleh Windi. Windi kecewa dengan rencana orang tuanya yang mau menjodohkanya dengan pria lain. Padahal Windi sudah mulai mencintai seseorang walau sekarang jauh jaraknya. Namun walaupun jauh Windi masih berkomunikasi dengan pria yang dicintainya melalui media sosial. Windi berlari menuju kamarnya tidak tahan menahan air matanya yang terjatuh, Bu Indah tidak tega melihat gadis kecilnya bersedih. Tanpa basa basi Bu Indah menghampiri Windi di kamar berusaha menenangkanya
"Windi, kamu mendengar obrolan ayah dan mama tadi?" tanya Bu Indah
Windi menganggukan kepalanya dan hanya bisa menangis dipelukan ibunya.
"Windi, kamu tidak perlu khawatir, mama menolak mentah mentah rencana ayahmu itu, kamu jangan menangis, mungkin pas kamu usia kamu 20 atau 21 menurut mama kamu sudah siap menikah" ucap Bu Indah
__ADS_1
"ma, aku sudah menemukan pria yang pantas mendampingiku, aku ingin mempertahankan cintaku karena kita saling mencintai ma?" jawab Windi
"Apa ??? kamu di kampus pacaran ??? mama ingin kamu belajar bukan pacaran" tegas Bu Indah
Bu Indah marah kepada Windi karena tidak menyangka anaknya berpacaran. Bu Indah sangat ketat dalam mengawasi pergaulan putrinya. Sejak Windi masih kecil, Bu Indah melarang teman laki laki Windi berkunjung ke rumah, bahkan Bu Indah menyewa bodyguard demi untuk menjaga Windi dari pergaulan antar lawan jenis. Namun semenjak kuliah di surabaya, Windi memaksa ibunya tidak menyewa bodyguard lagi karena sudah merasa dewasa dan bisa menjaga diri. Bu Indah waktu itu menerima permintaan Windi karena memang Bu Indah merasa Windi cukup dewasa dan bisa menjaga diri. Tapi hari ini Bu Indah merasa dikecewakan dengan Windi.
"Pokoknya mulai besok pas masuk kuliah, mama akan sewa bodyguard untuk jagain kamu, mama sudah tidak percaya sama kamu !!!" lanjut Bu Indah
Windi memegang tangan erat ibunya mengatakan kalau dirinya memang dekat dengan seorang pria tapi tidak berpcaran
"ma, aku akan jelasin semuanya, pria itu namanya Yuda, dia adalah kakak kelasku. aku hanya berteman saja denganya tapi tidak berpacaran" jawab Windi
"ma, aku bertemu dia itu tanpa kesengajaan, mama tahu aku pernah tidak sengaja terjebak di lift kampus bersamanya, Yuda menolongku dan membawaku ke rumah sakit, aku saat itu masih membencinya, entah apa yang terjadi pada anakmu ini jika tidak terselamatkan dalam lift, mungkin mama akan dapat berita kematianku" tegas Windi
Bu Indah terkejut dengan ucapan anaknya, Karena cerita dari anaknya itu, Bu Indah penasaran dengan sosok Yuda yang pernah menyelamatkan putrinya
"Mengapa kamu begitu yakin dengan temanmu yang bernama Yuda itu?" tanya Bu Indah
"Yuda pernah mencintaiku dan mengajaku berpacaran tapi aku menolak, aku ingin dia melamarku dan membuktikan cintanya padaku, aku mengajukan syarat dia harus bisa mininal mengaji dan shalat, dan sungguh diluar dugaan Yuda mengaji di TPQ yang didirikan suami Risma, dia juga menjadi donatur TPQ disana" jawab Windi
__ADS_1
"Apa kamu serius dengan ucapanmu? apakah kamu mengetahui latar belakang keluarganya?" tanya Bu Inda
Mendengar kata keluarga , Windi teringat keluarga Yuda mengalami kecelakaan massal membuat dirinya tiba tiba menangis. Bu Indah terkejur melihat putrinya menangis berusaha menenangkanya
"Mengapa kamu menangis? Apakah keluarganya menolakmu?" tanya Bu Indah
"Terakhir kami bertemu, Yuda mendapat musibah keluarganya meninggal karena kecelakaan masal, semenjak hari itu Yuda memutuskan pindah kampus di Balikpapan karena ingin melajutkan mengelolah perusahaan orang tuanya sambil kuliah, dia berjanji padaku suatu saat nanti dirinya akan melamar dan menikahiku ma" jawab Windi
"mama ikut prihatin dan berduka cita, sepertinya Yuda orang baik, insyaallah mama akan mendukung pilihanmu itu, kejarlah cintamu itu" saut Bu Indah
"iya ma, terima kasih, aku akan mempertahankan cintaku menunggu Yuda menepati janjinya untuk melamarku" ucap Windi
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1