Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
30. CEMBURU


__ADS_3

------ Di Rumah Mansur dan Risma ------


Hari pertama belajar di TPQ, Pada saat makan malam Mansur melihat Risma terlihat cuek dan hanya berbicara seperlunya.Biasanya pada saat malam Risma selalu mengambilkan nasi dan lauk dipiringnya,


Saat makan malam selesai, Risma pergi meninggalkan meja makan tidak menyapa Mansur dah Hakim yang masih terduduk. Mansur menyuruh Hakim kembali ke kamarnya dan bergegas menuju kamar. Di kamar,Mansur melihat Risma terduduk memainkan ponselnya tak peduli ada suaminya di kamar. Mansur yang penasaran dengan tingkah aneh istrinya mencoba menghampirinya dan bertanya.


"ris, kamu tidak apa apa" tanya Mansur.


"hmmm..aku baik baik saja" jawab Risma dengan datar


"mas yakin kamu menyembunyikan sesuatu dari mas" tanya Mansur


"ih apaan sih, nggak ada" bantah Risma


"bicaralah, mas tidak marah" ucap Mansur


Risma mengabaikan dan tidak memperdulikan pertanyaan Mansur langsung berusaha memejamkan matanya yang tidak mengantuk. Sebenarnya Risma juga heran perasaanya sekarang sedang gelisah dan hatinya marah ketika mengetahui Sarah yang ikut dalam mengajar TPQ. Bahkan dirinya juga merasa kecewa ketika Mansur menyuruhnya belajar mengaji dengan Sarah


Mansur melihat Risma masih menggeliat di dalam selimut dan menduga Risma belum tertidur. Mansur merasa tidak nyaman dicueki istrinya lansung sontak membuka selimut Risma dengat paksa.

__ADS_1


"ayo katakan pada mas, apa yang menganggu pikiranmu?" tegas Mansur


"aku tidak apa apa mas" bantah Risma


"aku suamimu, katakan masalahmu" tegas Mansur


"Entahlah, mas aku merasa gelisah aja semenjak kedatangan Sarah jadi guru TPQ" jawab Risma


"Tenang saja, Sarah mahasiswa semester 7 jurusan Ilmu Quran dan Tafsir di kampus tempat mas mengajar, Saat kemarin TPQ Al Wafaa membutuhkan guru, tiba tiba teman mas bilang kalau mahasiswanya sebatang kara dan butuh perkerjaan. Makanya mas menerima pemawaran teman mas" ucap Mansur


"mas, suka sama Sarah" tanya Risma


Degg


"kok nanya gitu, risma mau mas nikah lagi, hayo...." goda Mansur


"Iih bete...berarti benar mas nyuruh Sarah mengajari aku biar nanti pas istri mas ada 2,, kita akur persahabatanya antara istri pertama dan istri kedua" jawab Risma ceplas ceplos


Mansur langsung tertawa menatap istrinya yang berpikir tentangnya aneh aneh. Mansur lalu memegang pundak Risma dan mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"ris, mas cuma cinta sama kamu, mas akan selalu setia sama kamu, mas menyuruhmu ikut dengan sarah, karena jika sarah di masjid disana ada Yuda, Sarah sama Yuda bukan muhrim, nggak baik dilihatnya berdua di masjid dan gak enak juga dengan warga perumahan yang rumahnya dekat masjid" ucap Mansur


"hmm..aku percaya sama mas" jawab Risma


Risma akhirnya lega dan bisa tidur nyenyak setelah mendengar ucapan dari Mansur.Saat mau tertidur, Risma melupakan sesuatu yaitu dirinya harus mengitung uang infaq hari ini yang akan di data. Risma pelan pelan meninggalkan ranjang meninggalkan Mansur yang sudah tertidur pulas. Risma merelakan waktu jam tidurnya untuk mendata uang infaq di buku.Mansur memang sudah mempercayai Risma dalam hal mendata keuangan, karena sudah tidak diragukan lagi kemampuan Risma dibidang mendata keuangan dan ekonomi.


15 menit kemudian, Risma menghitung uang infaq di hari pertama TPQ beroperasi. Tujuan dari pendataan yang dilakukan Risma adalah untuk mengetahui jumlah uang masuk dan uang keluar yang digunakan untuk pembangunan TPQ . Risma mendata dan menghitung total infaq Rp.235.500. Setelah mendata dan menghitung uang infaq, Risma kembali kedalam kamar untuk tidur..


Visual Toko


Mansur



Risma



@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2