Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
162. PERNIKAHAN YUDA DAN WINDI


__ADS_3

2 bulan kemudian


Hari ini adalah hari pernikahan Yuda dan Windi. Yuda dan Windi bahagia sekali akhirnya bisa segera menjadi pasangan suami istri yang sah.


Namun dibalik kebahagiaan itu, Windi merasa sedih pernikahanya tidak dihadiri ayahnya. Windi yang masih menunggu kedatagan Yuda di meja akad mencoba bertanya pada ibunya.


"ma, ayah gak datang ya?" tanya Windi


"ayah mendadak ada urusan bisnis di luar kota, jadi gak bisa datang" jawab Bu Indah bohong


"mama..ayah sudah melupakan Windi ya semenjak kejadian itu? " tanya Windi


"Nggak kok, ayah dan mama selalu sayang sama Windi, Windi harus bahagia, percayalah ayah dan mama selalu menyayangimu" jawab Bu Indah sembari memeluk Windi


Ibu Indah yang turut datang dipernikahan putrinya sebenarnya sudah mengajak Pak Sugeng ikut datang dipernikahan putrinya. Tapi Pak Sugeng menolak ajakan istrinya karena memang Pak Sugeng tidak suka dengan Yuda.


20 menit kemudian, Yuda datang dan duduk berdampingan bersama Windi di meja akad. Windi sebenarnya ingin ayahnya menjadi wali di pernikahanya tapi dirinya hanya bisa pasrah karena ayahnya dari awal sudah tidak menyetujui pernikahaya.


Beberapa menit kemudian, penghulu menuntun paman Windi menjadi wali dalam acara akad. Namun saat paman Windi hendak menirukan ucapan penghulu ada seseorang tiba tiba menghentikan acara akad nikah Yuda dan Windi.


"Hentikan !!! Tunggu !!!" teriak orang itu


Yuda, Windi, Bu Indah beserta tamu undangan yang datang terkejut melihat Pak Sugeng yang tiba tiba hadir di pernikahan putrinya. Windi merasa senang ayahnya datang tapi dirinya juga merasa takut ayahnya mengacaukan pernikahanya. Bu Indah manatap putrinya sedang menggenggam kedua tanganya menahan amarah melihat kedatangab ayahnya. Bu Indah mengerti dan memiliki jalan pemikiran yang sama dengan Windi tentang maksud tujuan kedatangan Pak Sugeng. Tanpa ragu Bu Indah berdiri dari duduknya dan bertanya pada suaminya.


"ayah, mengapa kamu datang? ayah mau menggagalkan pernikahan putri kita?" tanya Bu Indah lirih


"menurutmu?" tanya balik Pak Sugeng


"apa benar ayah mau membatalkan pernikahan ini" saut Ibu Indah


"Tidak, aku tidak sekejam itu, aku akan menjadi wali anaku sebagai seorang ayah dihari pernikahanya" jawab Pak Sugeng


Degg


Windi membelakan matanya terkejut mendengar ucapan ayahmya. Sungguh diluar dugaanya ternyata ayahnya sudah menerima pernikahanya dengan Yuda dan bersedia menjadi wali. Air mata Windi tak sadar menetes membasahi pipi karena merasa terharu. Tanpa berpikir panjang sebelum akad dimulai Windi memeluk ayahnya meminta maaf dan berterima kasih.


"ayah terima kasih, aku minta maaf pernah kasar sama ayah, aku sayang ayah" ucap Windi


"win, ayah juga minta maaf, ayah sadar Yuda adalah laki laki yang tepat untukmu, ayah juga sayang sama windi, hari ini ayah akan serahkan tanggung jawab ayah pada Yuda untuk menjagamu" jawab Pak Sugeng


Pak Sugeng melepaskan pelukanya pada putrinya lalu langsung bicara kepada penghulu untuk melakukan acara akad.


"pak penghulu, saya yang akan menjadi wali anak saya, tolong segera mulai acara akadnya" ucap Pak Sugeng


"iya pak, mari bapak ikutin arahan saya" jawab penghulu

__ADS_1


Tak menunggu waktu lama, ketika prosesi ijab kabul dimulai Yuda mengucapkan ijab kabul dengan lantang tanpa gerogi dan tanpa mengulang


"Bagaimana para saksi?" saut penghulu


"Sah..." jawab semua orang


Akhirnya acara akad diakhiri dengan doa.


Yuda dan Windi saling memakaikan cincin pernikahan.kemudian Windi mencium tangan Yuda dan diikuti Yuda mencium kening istrinya.Setelah acara akad selesai, terdapat acara pesta pernikahan yang dimulai di pagi hari hingga malam hari.


Di pesta pernikahan Windi dan Yuda, terlihat dua wanita sahabat Windi yang turut hadir. Dua wanita itu adalah Risma dan Melisa. Risma dan Melisa mengucapkan selamat kepada Windi


"wah selamat ya win, akhirnya kamu nyusul aku juga, semoga kalian bahagia" ucap Risma


"Iya ris, terima kasih" jawab Windi


"Selamat ya win atas pernikahanya" ucap Melisa


"iya mel terima kasih, kamu kapan nyusul" goda Windi


"wah mentang mentang aku doang yang belum nikah, bikin irih aja" jawab Melisa


"Hahaha" tawa Windi dan Risma


Setelah menyalami Windi, terdapat pesta dansa di pernikahan Yuda dan Windi. Melisa dan Yossy ikut berdansa di pesta dansa. Sementara Risma dan Mansur hanya duduk saja menikmari makanan pramsman. Namun saat makan entah mengapa Risma ingin sekali berdansa dengan Mansur. Padahal dirinya tidak bisa berdansa. Apalagi Mansur jelasnya pasti tidak mengerti dansa. Tapi karena Risma ingin berdansa, Risma memaksa suaminya berdansa denganya


"emang minta apa?" tanya Mansur


"aku mau kita berdansa" jawab Risma


Degg


Mansur membelakan matanya mendengar permintaan istrinya. Mansur tidak mengerti tentang dansa langsung bertanya pada Risma


"Hah? Dansa? apa itu?" tanya Mansur


"kaya yang dilakukan Yuda sama Windi itu lo mas, itu namanya dansa" jawab Risma


Mansur memperhatikan Yuda dan Windi berdansa sepertinya gerakanya mudah. karena menurutnya dansa itu hanya berjalan kekiri kekanan bolak balik dan berpegangan.


"oh, kayaknya mudah, ayo kita coba" ucap Mansur


"ok mas" jawab Risma


Mansur dan Risma meniru Yuda dan Windi berdansa. Namun ternyata tidak semudah apa yang dibayangkan. Berkali kali kaki Mansur dan Risma terjadi perang drama

__ADS_1


"ris, kaki mas keinjek kamu, langkahmu itu lo" ucap Mansur


"benerkan mas dua langka, lihat noh yang lain" jawab Risma


"posisi kita udah sama kaya mereka, mas merasa tangan mas ketekuk badan mas nggak bisa gerak" saut Mansur


"aku juga mas, tangan kita malah jadi penghalang kita menggerakan badan" ucap Risma


"ternyata ribet juga dansa" jawab Mansur


Beberapa detik kemudian


"Aah..mas kamu kok nginjek kakiku," ucap Risma


"Eh maaf, mas udah bener kok langkahnya" jawab Mansur


"ok biar kaki kita nggak saling perang, kita hitungin aja sama sama" ucap Risma


"satu..dua..satu..dua..satu..dua.." ucap Risma dan Mansur


Namun walaupun sudah dihitung, mereka berdua tetap saja merasa tidak nyaman.


"mas langkahmu terlalu lebar, aku kewalahan" ucap Risma


"lha, mana mas tahu, langkah kita lebarnya sama" jawab Mansur


"mas, saling tatap dong jangan nunduk, biar sama kaya yang lain" ucap Risma


"gak mau nanti keinjek" jawab Mansur


Risma akhirnya merasa bosan karena tidak bisa menikmati dansanya. Risma yang merasa bosan kemudian menghentikan dansanya dengan Mansur


"ah..ya udah deh mas, kita kesana aja, aku udah badmood dansa" saut Risma


"iya mas juga, mas heran kok ada ya tarian yang namanya dansa kaya gitu cuma jalan gitu aja sambil pegangan tapi ribet" jawab Mansur.


"mas, jangan malu maluin deh, ayo kita duduk aja" saut Risma


"iya baiklah" jawab Mansur


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2