
Malam hari, Melisa sudah tersadar dari pingsanya. Saat Melisa membuka matanya, dirinya sungguh terkejut melihat dua preman yang menyekapnya tadi tertidur duduk di sofa dengan bertelanjang dada dan hanya memakai boxer. Melisa menatap dua preman itu dengan penuh ketakutan. Melisa ingin sekali kabur meninggalkan dua preman itu.Tanpa berpikir panjang, Melisa berjalan menjijit menuju pintu kamar untuk kabur. Namun cara yang dilakukanya gagal karena tiba tiba preman itu menarik tangan Melisa
"mau kemana kau? kau pikir aku tertidur? kau tidak bisa lari dari kami" ucap preman itu
"maaf,saya mau izin ke kamar mandi" jawab Melisa bohong
"Tidak, kau pasti kabur " saut preman itu
" Tidak, aku mohon lepaskan aku" rengek Melisa
"kau akan lepas gadis cantik, tapi setelah kami menikmati tubuh indahmu" jawan prema itu dengan sinis
"Tidak, jangan lakukan itu, tolong lepaskan aku" teriak Melisa menangis
Dua preman itu tak menghiraukan teriakan Melisa. Dengan tatapan sinis, dua preman itu melempar keras tubuh Melisa di ranjang. Melisa sangat takut berkali kali dirinya membrontak memukuli tubuh dua preman itu yang akan melecehkanya. Tapi tenaga Melisa terlalu lemah hingga akhirnya dirinya hanya bisa pasrah menangis sekencang kencangnya.
Dua preman itu melucuti pakaian Melisa hingga bersisa pakaian dalamnya saja yang menutupi gunung kembar dan tubuh bagian bawah.Melisa menangis, menjerit dan kesakitan saat preman itu melucuti pakaianya dengan kasar. Dua preman itu sangat tidak sabar hendak menikmati tubuh melisa. Saat dua preman itu hendal mendekatkan kepalanya ditubuh Melisa tiba tiba dari arah belakang ada lemparan vas bunga mengenai salah satu preman itu.
"Bruakk" (bunyi lemparan vas bunga yang pecah)
salah satu preman telah pingsan karena kepalanya terkena terlemparan vas bunga. Sementara satu preman lainya terkejut dengan tindakan pria yang melempar vas bunga. Preman itu merasa ketakutan dan berniat mau kabur. Tapi langkahnua terhenti ketika pria itu tiba tiba menarik tanganya dan menghajarnya habis habisa
"Bruk Bruk Bruk" ( pria itu memukuli preman itu)
"Ampun..saya hanya suruhan..lepaskan saya" ucap preman itu
"Beraninya kau menyakiti wanita itu !!!" bentak pria itu
"ampun..lepaskan saya, saya minta maaf" jawab preman itu
Pria itu tak peduli dengan permohonan maaf preman itu. Rasa emosinya masih tak terkendali, dirinya terus melampiaskan kekesalanya dengan memukul preman itu hingga babak belur dan jatuh pingsan.
Melisa meringkuk diranjang dengan tubuhnya yang gemetar karena sangat ketakutan. Bahkan ingin bicara saja, bibir dan lidah Melisa ikut bergetar seperti orang menggigil. Pria yang menolong Melisa merasa ikut bersedih melihat kondisi Melisa, tanpa ragu pria itu melepaskan jaketnya dan memakaikanya ke tubuh Melisa
"ini pakailah" ucap pria itu
Pria penolong itu membantu Melisa memakaikan jaket ke tubuh Melisa yang hampir telanjang. Melisa hanya bisa menatap pria itu dengan wajah sembab karena habis menangis. Pria itu adalah Yossy yang merupakan pria yang dipacarinya kontrak selama 3 bulan. Ingin sekali Melisa berterima kasih pada pria yang menolongnya tapi mulutnya masih bergetar karena ketakutan
"kamu tidak apa apa?" tanya Yossy
__ADS_1
Melisa hanya mengangguk tak mengeluarkan suara. Yossy menatap kondisi Melisa sangat tak berdaya dan lemas. Yossy bingung entah apakah dirinya senang dendamnya terbalaskan atau bahkan dirinya sedih melihat kondisi Melisa. Yossy ingin terus menatap Melisa untuk meyakinkan perasaanya entah senang ata sedih. Tak lama dirinya menatap Melisa, tiba tiba rasa tak tega dan merasa bersalah menyelimuti hatinya.
"Apa ini? mengapa aku menyelamatkanya? Seharusnya aku senang dia mendapatkan perlakuan yang setimpal seperti yang kakaknya lakukan dulu ke kakaku, tapi mengapa aku merasa tak tega, mengapa aku merasa bersalah, mengapa aku ikut bersedih, apakah ini aku sebenarnya dendam atau cinta pada Melisa?" batin Yossy
Yossy masih terus menatap Melisa yang terlihat ketakutan. Ketakutan Melisa membuat tubuh Melisa terus bergetar. Melisa berusaha berbicara hingga akhirnya ada pintah kalimat yang terucap di mulutnya
"a..aku..ta..takut " ucap Melisa terbata bata
Mendengar ucapan Melisa, Yossy langsung memeluk Melisa untuk menenangkanya
"kamu jangan takut, aku ada disini untuk melindungimu" ucap Yossy
Melisa tersadar dirinya dipeluk laki laki yang belum muhrimnya dengan lirih Melisa memberi pengertian pada Yossy
"kak.lepaskan a..aku, ki..ki...kita be..belum muhrim" ucap Melisa terbata bata
Yossy sontak melepaskan pelukanya dari Melisa langsung meminta maaf
"maaf, aku tidak sengaja, sekarang tenangkan dirimu dulu" ucap Yossy
"te..te..terima kasih kak" saut Melisa terbata bata
Melisa meminum air mineral yossy dengan lahap karena mungkin memang Meliaa kehausan.
Beberapa menit kemudian, rasa ketakutan Melisa perlahan mulai hilang. Yossy yang mengetahui kondisi Melisa sudah membaik berniat mengantarkanya pulang
"mel, ayo aku antar pulang" ajak Yossy
"ti..tidak kak, terima kasih, a..aku bisa pulang sendiri" jawab Meisa sedikit terbata bata
"ini sudah malam, aku khawatir preman itu menganggumu lagi" saut Yossy
Melisa hanya diam akhirnya menerima ajakan dari Yossy untuk diantar pulang.
---- Flaskback On -----
Di kamar, Yossy sangat cemas memikirkan kondisi Melisa. Yossy merasa tidak tenang dan takut akan hal buruk menimpa Melisa. Akhirnya tanpa ragu Yossy menemui Bu Sonya di dapur untuk menanyakan keberadaan Melisa
"bi, emang dimana preman itu menyekap Melisa?" tanya Yossy
__ADS_1
"dimana ya? bibi lupa yos, kok kamu tanya itu ke bibi" jawab Bu Sonya
"iya tidak apa apa sih, cuma iseng aja hehe" saut Yossy
"hmm..tapi bibi memang lupa yos, coba deh lihat di hp bibi ada share lokasi dari preman suruhan bibi" jawab Bu Sonya
"hmm..baik bi" saut Yossy
Yossy mengecek ponsel Bu Sonya untuk melihat share lokasi dan nomer kamar hotel dari preman yang menyekap Melisa. Yossy sungguh cerdik, dirinya mengirim share lokasi itu ke ponselnya lalu menghapus riwayat pesan ponsel bibinya yang tertuju ke ponselnya. Setelah berhasil mendapat share lokasi keberadaan Melisa, Yossy izin ke Bu Sonya belajar kelompok dengan temanya
"Oh iya bi, aku nanti izin keluar mau belajar kelompok habis maghrib" ucap Yossy
"eh, kok malam belajar kelompoknya?" tanya Bu Sonya
"itu bi, tugasnya dikumpulkan besok," jawab Yossy
"Iya udah yos, jangan malam malam pulangnya" ucap Bu Sonya
"Iya bi" saut Yossy
1 jam kemudian, setelah shalat maghrib, Yossy berangkat menuju lokasi penyekapan Melisa. Butuh waktu 1 jam Yossy mengemudikan mobillnya untuk sampai menuju hotel lokasi penyekapan Melisa. Sesampainya di hotel, Yossy menuju kamar lokasi penyekapan Melisa.
Yossy terkejut di depan pintu mendengar tangisan dan teriakan Melisa. Tanpa ragu Yossy membuka pintu kamar itu yang kebetulan tidak terkunci.Saat pintu kamar terbuka Yossy sangat marah dan emosinya mulai tak terkontol meihat Melisa yang pakaianya dilucuti. Tanpa ragu Yossy melempar vas bunga kaca kerarah preman itu
"Bruakk" (bunyi vas bunga yang jatuh terlempar)
---- Flashback Off ----
Visual Toko
Bu Sonya
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga