Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
216. JELANG MELAHIRKAN


__ADS_3

---- Di Rumah Mansur dan Risma -----


Malam hari Risma dan Mansur saat itu sudah terlelap tidur di dalam kamar. Jam sudah menunjukan pukul 23.54 WIB. Cuaca di luar juga sangat dingin karena hujan lebat dan angin kencang. Seperti biasa karena kedinginan Risma meringkup meyembunyikan kepalanya di dekapan Mansur dan menaikan posisi selimut yang dipakai. Sehingga saat itu seluruh tubuh Risma tenggelam dari selimut.


Namun baru beberapa menit mengatur posisi tidurnya tiba tiba Risma merasakan sakit di perutnya.


"Aaauh...." teriak Risma


Teriakan Risma tentu saja membuat Mansur terbangun. Mansur sangat panik dan khawatir melihat istrinya yang sedang merasakan kesakitan.


"Risma, kamu yang tenang ya, kamu harus kuat, kita akan segera berangkat ke rumah sakit," ucap Mansur


"Mas perutku mules Mas, rasanya seperti mau buang air besar tapi aku takut ngeluarinya," jawab Risma


"Iya sepertinya kamu akan melahirkan, kita akan ke sakit sekarang," ucap Mansur


"Iya Mas," jawab Risma


Mansur langsung menggendong istrinya masuk kedalam mobil lalu mengantarkanya ke rumah sakit. Di dalam perjalananya, Mansur yang saat itu menyetir terus menanangkan istrinya yang terus berteriak kesakitan walaupun sebenarnya dirinya juga panik.


"Ris, kamu yang kuat, bertahanlah, sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit," ucap Mansur


"Iya Mas," jawab Risma


Risma saat itu berasa dirinya seperti ditinju perutnya. kontraksi yang dialami Risma membuat dirinya tidak sengaja mengeluarkan cairan yang membuat Mansur panik

__ADS_1


"Risma, air ketubanmu pecah, mas mohon bertahanlah," ucap Mansur


"Mas, aku minta maaf sebenarnya ini bukan air ketuban," jawab Risma


"Maksudmu?" tanya Mansur


"Mas, aku tidak sengaja, aku kelepasan buang air kecil di mobil," jawab Risma


"Iya tidak apa apa, apakah perutmu masih sakit?" tanya Mansur


"Sudah berkurang Mas," jawab Risma


"Baiklah, habus ini kita sampai sebentar lagi," ucap Mansur


Didalam rumah sakit, Risma langsung dihampiri oleh para suster kemudian dibawalah Risma di suatu ruangan bertuliskan ruang bersalin.


Panik !!!


Khawatir !!!


Takut !!!


Bahagia !!!


Semua perasaan itu tercampur aduk didalam pikiran Mansur. Mansur sekarang hanya bisa berharap istri dan ketiga calon anak kembarnya selamat.

__ADS_1


"Ya Allah, lindungilah istri dan calon anak anaku. semoga mereka semua selamat dan baik baik saja," batin Mansur


15 menit kemudian, Dokter yang memeriksa Risma keluar dari ruangan menghampiri Mansur. Mansur yang melihat doktet menghampirinya tanpa ragu bertanya tentang keadaan istrinya.


"Dok, bagaimana kondisi istri dan anak saya?" tanya Mansur


"Istri anda dan calon anak anda baik baik sebenarnya Ibu Risma akan mengalami kontraksi palsu jelang kelahiranya. hal ini sudah biasa dalam ibu hamil. Ibu hamil akan segera bisa melahirkan normal. akan tetapi karena bayinya kembar tiga kecil peluangya untuk...." jawab Dokter


"Ada apa dok? apa maksudnya peluang kecil?" potong Mansur


"Kecil peluang untuk persalinan normal seperti ibu hamil biasanya. Kehamilan kembar pada Ibu posisi bayinya bervariasi. posisi dua bayi melintang dan satu bayi sungsang.dan dengan terpaksa harus melakukan operasi caesar," jawab Dokter


"Iya dok, lakukan tindakanya sekarang, asalkam istri dan anak saya selamat," saut Mansur


"Iya Pak, tapi sebelum tindakan operasi caesar Ibu Risma harus berpuasa 8-10 jam, jika bapak menyetujuinya saya akan menyuntikan vitamin pada Bu Risma," jawab Dokter


"Baik dok, terima kasih," saut Mansur


----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2