Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
230. RISMA DAN SARAH


__ADS_3

1 minggu kemudian, perilaku Inem semakin tak terkendali. Di rumah, Inem tidak punya malu mau menyajikan nasi diatas piring untuk Umar, Namun Umar menolaknya dengan tegas.


"Maaf, aku hanya mau diambilkan makanan oleh istriku," ucap Umar


"Maaf Tuan, saya sebagai pelayan disini akan berkerja melayani Tuan, Nyonya dan Nona," jawab Inem


"Bukanya kamu Baby Sister Namira? kamu cukup menyajikan makanan untuk Namira." ucap Umar


"Baik Tuan, saya minta maaf," jawab Inem


Sarah yang melihat kelakuan Inem merasa ada yang tidak beres. Inem orangnya tertutup jadi sangat susah Sarah mencari asal usul tentang Inem.


Selesai makan bersama, Umar berangkat ke kampus sekalian mengantarkan Namira sekolah. Sebenarnya Inem menwarkan diri mengantarkan Namira ke sekolah. Tetapi Umar merasa tidak tenang membiarkan Namira berangkat sekolah bersama Inem sendirian. Sarah saat itu juga setuju dengan Umar hanya bisa nurut saja.


Setelah kepergian Umar dan Namira, Sarah mengajak Inem berangkat ke rumah Risma. Risma hari ini mengundang Sarah makan siang di rumahnya karena Mak Endang hari ini mau uji coba memasak soto lamongan untuk menu baru di warungnya. Risma tahu Sarah sangat enak dalam hal membuat soto. Maka dari itu Risma mengajak Sarah menilai masakan soto lamongan Mak Endang


----------------------


Sesampainya di rumah Risma, Risma menuntun Sarah dan Inem duduk di meja makan untuk menikmati soto lamongan Mak Endang. Sementara si kembar, kebetulan ketiganya kompak masih bobok siang diatas ranjang saling berjejer. Posisit tidur si kembar saat itu Hasan sang kakak menjadi penengah kedua adiknya saat tidur. Kondisi tidur Hasan yang terlentang tanganya mengenai dada kedua adiknya Hanin dan Hanna. Mungkin Hasan sedang menjaga kedua adiknya yang sedang tertidur pulas...(author gemes bayanginya😂)


Di meja makan, Risma, Sarah dan Inem memakan soto buatan Mak Endang bersama sama. Mak Endang yang melihat Risma, Sarah dan Inem makan langsung menanyakan hasil masakanya.


"Gimana, soto lamongan buatan Mak Endang, enak nggak?" tanya Mak Endang


"Enak Mak, kalau menurutku Mak bisa launching besok," jawab Risma


"Iya Mak, aku juga setuju sama Risma. soto lamongan Mak Endang enak sekali," saut Sarah


"Mak, Kak Sarah itu pinter buat soto. yang ahli buat soto aja bilang rasanya enak Mak, ayo Mak segera lauching besok," ucap Risma


"Mak gak paham dari tadi kamu bilang launching itu apa? melihara kucing?" tanya Mak Endang

__ADS_1


"Hahaha"(Sarah dan Risma tertawa)


"Launching itu artinya peresmian Mak, jadi Mak besok bisa ngresmiin jualan soto lamongan, aku yakin pasti laris Mak," ucap Risma


"Oh peresmian to, Mak gak paham bahasane wong londo. emang rencananya Mak besok mau jualan soto lamongan. jadi nanti warung Mak Endang ada tiga menu. ada pecel, rawon sama soto lamongan," jawab Mak Endang


"Siap Mak. nanti aku bantuin promosiin," saut Risma


"Oklek, nanti Mak kasih gratis lagi kalau laris manis," ucap Mak Endang


"Asiappp...." jawab Risma


Risma, Sarah dan Inem melanjutkan makan soto lamongan Mak Endang. Namun disela makan soto Mansur mengucap salam sudah pulang dari kampus.


"Assalamulaikum," ucap Mansur


"Waalaikunsalam," jawab Risma


Setelah mencium tangan suaminya, Risma menyuruh Mansur duduk di meja makan menyuruhnta makan soto lamongan


"Mas, Mak Endang buat soto enak banget. Mas harus nyobain," ucap Risma


"Hmm..." jawab Mansur


Namun saat Risma hendak mengambilkan nasi terdengar suara cempreng Hanna menangis. Risma akhirnya izin kepada Mansur menghampiri Hanna.


"Mas, aku ke kamar lihat Hanna dulu, kayaknya Hasan nakal tidurnya nindihin adeknya," ucap Risma


"Iya ris, tenangkan anak kita dulu," jawab Mansur


Risma menganggukan kepalanya lalu pergi menuju kamar si kembar. Setelah kepergian Risma, tiba tiba Inem tanpa malu mengambil nasi di piring. Sarah yang melihat tingkah Inem, mengira kalau Inem mau nambah porsi.

__ADS_1


"Mbak Inem mau nambah?" tanya Sarah lirih


"Nggak Nyonya, ini untuk Pak Mansur, Mbak Risma masih ngurus bayinya," jawab Inem


Degg


Sarah saat itu sangat malu di depan Mansur karena kelakuan Inem. Sementara Mansur saat itu menolak nasi yang diambilkan Inem


"Maaf Mbak, saya mau menunggu istri saya. Mbak gak usah repot repot. kalau istri saya belum balik lama,saya akan ambil sendiri saja," ucap Mansur


"Maaf Pak, saya hanya membantu Mbak Risma," jawab Inem


"Tidak perlu, kalau kamu mau nambah silahkan," saut Mansur


Saat itu Risma yang sudah selesai dari kamar si kembar melihat pemandangan Mansur menolak sepiring nasi yang diambilkan Inem. Merasa aneh dengan tingkah Inem, Risma berencana ingin bicara empat mata sama Sarah terkait perlaku Inem. Tanpa berpikir panjang Risma memberi pesan Sarah lewat ponsel walaupun jaraknya Risma sama Sarah saat itu dekat.


📩 "Kak Sarah, aku mau bicara empat mata setelah maka siang," pesan Risma


📩 "Iya ris, setelah ini aku juga mau bicara sama kamu," balas Sarah


📩 "Tapi jangan ajak Mbak Inem, penting banget soalnya," pesan Risma


📩 "Iya aku mengerti," balas Sarah


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2