
--- Di Rumah Mansur dan Risma ---
Usia kandungan Risma saat ini sudah mengingak 30 minggu. Pasca acara Mitoni, Mansur cenderung sering memperhatikan hal kecil yang dilakukan istrinya. Mulai dari jalan pagi, makan, minum dan aktivitas lainya selalu Mansur perhaitikan. Bahkan saat ada jadwal mengajar, Mansur rela membayar Mak Endang untuk menjaga Risma di rumah
Hari ini kebetulan Mansur ada jadwal padat mengajar, dengan terpaksa Mansur memanggil Mak Endang untuk menjaga Risma. Mak Endang menerima permintaan Mansur dengan senang hati. Karena Mak Endang sudah menganggap Risma sebagai putrinya sendiri. Mak Endang adalah seorang janda yang memiliki satu anak laki laki yang sudah menikah. Anak laki laki Mak Endang jarang pulang ke rumah bersama istrinya. Tapi walaupun anak laki lakinya tidak pernah pulang, setiap bulan anaknya selalu mengirimkan uang bulanan kepadanya.
Sesuai perintah Mansur, Mak Endang harus ketat menjaga Risma. Mengingat perut Risma yang sudah membesar, Mak Endang tidak ingin teledor menjaga Risma. Bahkan saat Risma mau mandi saja Mak Endang mencegahnya untuk ke kamar mandi sendiri.
"Risma, kalau mau mandi bilang sama Mak ya? kamu gak boleh sendirian ke kamar mandi nanti terpeleset," ucap Mak Endang
"Mak, lama lama aku merasa kaya bayi raksasa semenjak habis acata mitoni. aku bisa sendiri Mak" jawab Risma
"Nggak bisa, suamimu sudah memberi amanah pada Mak untuk selalu mengawasi aktivitasmu, lagian Mak juga khawatir sama kaya suamimu" saut Mak Endang
"Ya sudah deh terserah Mak aja, aku mau mandi" jawab Risma
"Ok, Mak antar ya" saut Mak Endang
Mak Endang mendorong kursi roda Risma menuju bak mandi. Sebenarnya Risma masih bisa berdiri dan berjalan. Tapi karena kehamilan kembar tiganya membuat kakinya bengkak. Risma juga mudah lelah saat berjalan. Saat jalan pagi saja baru beberapa langkah berjalan Mansur sudah menutunya kembali duduk di kursi roda.
15 menit kemudian setelah mandi, Risma ingin sekali Mak Endang meninggalkan dirinya agar dirinya merasa bebas menikmati hari harinya di rumah. Risma merasa seperti terkurung di dalam kamar dengan ajudan suaminya dan Mak Endang.
__ADS_1
"Ini aku hamil berasa kaya terkurung jadi tahanan rumah.gak enak banget.mandi yang biasanya bikin makin seger eh ini malah bikin gerah" batin Risma
Setelah mandi, Risma merasa dirinya lapar. Ingin sekali Risma makan di kantin kampus. Entah mengapa dirinya merindukan suasana makan bersama sahabatnya di kantin kampus. Permintaan Risma ingin makan di kantin kampus jelasnya ditolak mentah mentah oleh suaminya dan Mak Endang. Namun selama dirinya belum mencoba bertanya, masih ada peluang kemungkinan suaminya dan Mak Endang. Tanpa berpikir panjang akhirnya Risma memberanikan diri bertanya pada Mak Endag.
"Mak, aku mau minta sesuatu boleh?" tanya Risma
"Minta apa dulu ris, kalau aneh anek Mak gak mau" jawab Mak Endang
"Lha belum juga ngomong, udah ditolak duluan, tapi aku coba aja deh, siapa tahu diperbolehkan." batin Risma
Mak Endang melihat Risma yang melamun kembali menanyainya.
"Risma, mau minta apa tadi?" tanya Mak Endang
"Risma, Mak minta maaf, suamimu melarangmu keluar rumah jauh jauh. kamu harus tetap di rumah" saut Mak Endang
"Kalau gitu Mak pulang aja deh gak apa apa. warung nasi pecel Mak tutup karena menjagaku kan? aku tidak apa apa kok" ucap Risma
"Gak apa apa, Mak malah seneng kok. kalau kamu hari ini lapar ,makan masakan Mak aja gimana?" tanya Mak Endang
"Mak, tapi aku ingin makan di kantin kampus. Mak bisa antarin aku ya?" bujuk Risma
__ADS_1
"Lebih baik makan nasi rawon buatan Mak aja, sekalian Mak mau ngumumin mau jualan rawon juga" jawab Mak Endang
Mendengar ucapan Mak Endang terlintas Ide dalam pikiran Risma untuk membujuk Mak Endang. Risma ingin memanfaatkan momentum ini untuk mencari kebebasan di luar rumah.
"Mak, aku janji bakal promosikan nasi rawon Mak Endang tapi jika Mak mau ngantarin aku ke kampusku. Mak tenang saja, jangan takut sama suamiku. Kita sebentar aja kok disana." ucap Risma
"Tapi.." jawab Mak Endang terpotong
"Gak ada tapi tapian, suamiku Mas Mansur gak bakal mengetahuinya.aku pesankan taksi ya Mak. nanti kalau suamiku telepon bilang aja aku tidur pasti beres." saut Risma
Risma langsung memegang ponselnya untuk memesan taksi. Namun baru saja hendak menekan menu order. Tiba tiba terdengar suara seseorang dari belakang yang menghentikan langkahnya memesan taksi.
"Wah, cerdik sekali ya? sudah pinter bohong nih" ucap seseorang dari belakang
Degg..
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga