
Esok hari sesuai janjinya Mansur mengajak Riama ke Jakarta. Sebelum berangkat ke Jakarta, Mansur dan Risma sarapan nasi pecel Mak Endang karena tidak sempat memasak. Setelah sarapan Mansur dan Risma berangkat ke jakarta menggunakan mobil.
---- Di Jakarta ----
9 jam kemudian, Mansur dan Risma telah sampai di jakarta. Sesampainya di jakarta Risma menyadari dirinya belum tahu tujuan Mansur mengajaknya di Jakarta. Tanpa ragu Risma memberanikan diri bertanya pada Mansur.
"mas, di jakarta mas pingin nemuin siapa?" tanya Risma
"nanti kamu juga tahu kok," jawab Mansur
"mas bikin aku penasaran deh," saut Risma
"Ya Allah, kuatkanlah istriku saat mengetahui kondisi ibunya nanti " batin Mansur
Mansur tak menjawab celotehan Risma dalam mobil.
15 menit kemudian mobil yang dikemudi Mansur masuk di rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit Risma nampak keheranan alasan suaminya mengajaknya di rumah sakit. Tanpa ragu, Risma kembali bertanya pada Mansur.
"mas, kok kita di rumah sakit? siapa yang sakit mas?" tanya Risma
Mansur sungguh tidak tega mengatakanya, dirinya sontak langsung memeluk Risma tanpa bicara. Risma menjadi semakin penasaran dan curiga suaminya menyembunyikan sesuatu. Tanpa berpikir panjang Risma kembali mengulang pertanyaanya yang ditujukan pada suaminya
__ADS_1
"mas, kok diam aja? siapa yang sakit mas?" tanya Risma
"jika mas mengatakanya, berjanjilah pada mas kamu harus kuat" jawab Mansur
"siapa mas? apakah aku mengenalnya?" tanya Risma
"iya, dia adalah mama, kemarin papa menyuruhku membawamu ke jakarta untuk menjenguk mama yang sedang kritis" jawab Mansur
Degg
Risma terdiam mendengar suaminya mengatakan ibunya dalam kondisi kritis. Risma menangis, dirinya tidak ingin kehilangan ibunya. Risma memukuli dada suaminya karena telah meyembunyikan keadaan ibunya yang kritis padanya.
"Buk..Buk..Buk.." (Risma memukul dada suaminya)
"ris, maafin mas, mas nggak ingin kamu sedih, mas nggak ingin kamu stress agar kehamilanmu tidak terganggu, mas tersiksa melihat kamu sedih" ucap Mansur
"mas, seharusnya mas nggak bohongin aku..sekarang aku takut kehilangan mama mas, kalau mama nggak ada gimana mas, aku takut mas," jawab Risma manangis
"kita bisa berdoa kepada Allah, bukan menangis da terpuruk seperti ini, sekarang ayo mas antar kamu ke kamarnya mama" ucap Mansur
"hmmm.." jawab Risma
__ADS_1
Mansur menuntun istrinya berjalan menuju kamar ibunya. Sesampainya dikamar ibunya, Mansur dan Risma mendapati Pak Rudi yang berdiri di depan pintu kamar. Risma melihat ayahnya berwajah sembab seperti habis menangis. Risma menjadi semakin panik dengan kondisi ibunya, dirinya tak bisa berkata apa apa langsung memeluk ayahnya kemudian menangis. Pak Rudi tidak tega melihat anaknya menangis, sejak kecil Risma memang dekat dengan ibunya. Pak Rudi mengelus punggunh putrinya berusaha menenangkanya
"risma, kamu harus kuat, doakan mama, mama pasti sembuh" ucap Pak Rudi
"aku mau ketemu mama pa," saut Risma
"masuklah ris, mama ada di dalam" jawab Pak Rudi
Risma melepas pelukanya dari Pak Rudi kemudian masuk menemui ibunya. Setelah Risma masuk dalam kamar, Pak Rudi menyuruh Mansur menututi Risma
"sur, ikutlah masuk temani istrimu, papa nggak kuat jika melihat risma terus menangis, tolong jaga dan tenangin dia sur" ucap Pak Rudi
"Iya pa, aku masuk kedalam dulu pak" jawab Mansur
"iya masuklah sur" saut Pak Rudi
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga